Jualan Barang Bekas,  Mall Rongsok Raup Omzet hingga Rp100  juta/bulan Mall Rongsok (Foto: M. Yani)

MerahPutih Bisnis- Mall Rongsok yang ada di Jalan Bungur, Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat menjadi pilihan alternatif bagi anda yang ingin mencari barang bekas. Selain harga yang jauh di bawah harga pasaran, pengunjung juga bisa melakukan tawar menawar dengan penjual.

Nurcholis Agi (49) pemilik sekaligus pengelola mall rongsok mengatakan sudah enam tahun menjalani bisnis jual beli barang bekas. Di lahan seluas 800 meter barang-barang bekas yang ia kumpulkan disusun sedemikian rupa.

"Disini ada tiga lantai, pertama barang-barang elektronik, lantai dua mebel, sama lantai tiga barang-barang yang kecil. Tapi lantai tiga belom ada tangganya," ucap Nurcholis sambil melayani para pembeli, Kamis (26/5).

Sebelum membuka mall rongsok pria lima anak ini mengaku telah menjalani pekerjaan diberbagai bidang hingga akhirnya ia menekuni bisnis jual beli barang bekas.

"Saya udah macem-macem dari jualan asongan, servis elektronik sampe bengkel motor. Terus terakhir saya ngumpulin barang-barang bekas," katanya.

Bermacam jenis barang bekas yang dijajakan di Mall Rongsok (Foto: M.Yani) 

Sebutan mall rongsok sendiri punya cerita unik. Saat itu Nurcholis sering bolak balik mall untuk berekreasi bersama keluarga. Tak tanggung-tanggung dalam sehari ia bisa datang ke mall sampai dua kali.

"Ya ke mall cuma makan. Jadi waktu barang bekas saya reparasi terus saya jual di iklan koran, hasil jualannya saya ajak keluarga ke mall. Nah mulai dari situ saya pengen punya mall, ya, sudah tempat ini saya namain mall rongsok aja," kenang Nurcholis.

Meskipun hanya menjual barang-barang bekas, namun jangan salah, hasil yang diperoleh Nurcholis mencapai Rp100 juta/bulan.

Ia pun berharap dari hasil bisnis yang dijalani saat ini, ia mampu melebarkan sayap usahanya di bidang lain.

"Rencana, saya mau buka usaha agro bisnis. Tempatnya sih sudah ada," tuntasnya. (Yni)

BACA JUGA:

  1. E-Commerce Bawa Berkah Bagi PT Pos Indonesia
  2. Pemerintah Diminta Tidak Tebang Pilih Buat Aturan Bisnis E-Commerce
  3. E-Commerce Dalam Negeri Masih Rendah
  4. BKPM Susun Panduan Investasi e-Commerce
  5. Pemerintah Diminta Buat Aturan Perpajakan Bisnis E-Commerce


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH