Jual-Beli Senpi Ilegal, Oknum Mantan Anggota TNI Diciduk Ilustrasi. (gettyimages/Alfi Rahmadhani)

Unit Resmob Polres Karawang, Jawa Barat berhasil menangkap oknum mantan anggota TNI yang kedapatan jual beli senjata api (senpi) ilegal. Pelaku diciduk di Kampung Dukuh Karya , Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Senin (13/3).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes (Pol) Yusri Yunus mengungkapkan, penangkapan ini bermula dari informasi yang diperoleh polisi dari masyarakat bahwa di daerah Batu Jaya ada seseorang yang sehari-harinya selalu membawa atau memegang senjata api. Tetapi, apakah senjata api tersebut asli atau hanya mainan, masyarakat tidak berani menanyakan dikarenakan latar belakang dari orang tersebut merupakan mantan anggota TNI.

"Setelah menerima laporan masyarakat tersebut Unit Resmob Polres Karawang melakukan penyelidikan dengan mengendap dan mengamati perilaku sehari-hari kegiatan orang tersebut," tutur Yusri, Rabu (15/3).

Ternyata hasil pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) di lapangan, tersangka sering melakukan transaksi jual beli senjata api. Dari dasar tersebut, Unit Resmob Polres Karawang melakukan penyamaran sebagai pembeli senjata api.

"Pada saat transaksi, orang tersebut langsung diamankan beserta senpi rakitan," kata Yusri.

Hingga saat ini, yang bersangkutan masih dalam proses pemeriksaan Unit Reskrim Polres Karawang guna pengembangan, apakah ada keterkaitannya dengan tindak pidana pencurian yang sering terjadi di Kabupaten Karawang.

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan 1 buah senpi rakitan jenis revolver, berikut 5 butir peluru.

Berita ini berdasarkan laporan Mauritz, kontributor merahputih.com yang bertugas wilayah Bandung dan sekitarnya. Silakan baca juga Kapolda Jabar: Sejumlah Daerah di Jawa Barat Rawan Terorisme

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasien Asal Solo di RSUD Dr Moewardi Positif Corona, Wali Kota Langsung Perintahkan Tracking
Indonesia
Pasien Asal Solo di RSUD Dr Moewardi Positif Corona, Wali Kota Langsung Perintahkan Tracking

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo langsung melakukan tracking kepada sejumlah orang yang berkontak langsung dengan pasien positif virus corona (COVID-19).

Dokter yang Merawat Novel Baswedan Jadi Saksi di Sidang Teror Air Keras
Indonesia
Dokter yang Merawat Novel Baswedan Jadi Saksi di Sidang Teror Air Keras

"Kami sedianya panggil suster dan dokter. Tapi yang hadir hanya dokternya saja," ujar dia.

  Ketua Komisi VI DPR: Kebijakan Ahok Terkenal Efisien, Ini Penting untuk BUMN
Indonesia
Ketua Komisi VI DPR: Kebijakan Ahok Terkenal Efisien, Ini Penting untuk BUMN

"Profil seperti ini penting untuk BUMN yang selama ini dikenal inefisien . Tapi tentu tidak cukup kalau hanya itu satu-satunya profil yang dimiliki," ujarnya.

Tak Patuhi Larangan Pemkot Solo, Orang Tua Tetap Nekat Ajak Anaknya ke Pasar
Indonesia
Tak Patuhi Larangan Pemkot Solo, Orang Tua Tetap Nekat Ajak Anaknya ke Pasar

"Saya sarankan Pemkot Solo agar melakukan sosialisasi dulu pada masyarakat sebelum memberlakukan Perwali di lapangan," tutup dia.

  Defisit Rp10 Triliun, PSI Desak Anies Tegas Pangkas Anggaran
Indonesia
Defisit Rp10 Triliun, PSI Desak Anies Tegas Pangkas Anggaran

Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad mengatakan Jakarta membutuhkan kepemimpinan dan ketegasan dari sosok Anies dalam memperbaiki secara komprehensif rancangan anggaran Jakarta yang ada.

Pekan Depan MK Mulai Gelar Sidang Pengujian Undang-Undang
Indonesia
Pekan Depan MK Mulai Gelar Sidang Pengujian Undang-Undang

Dalam situasi pandemi, kesehatan dan keselamatan semua pihak harus diutamakan

Jalan-Jalan di Jakarta yang Tergenang Air Akibat Hujan Deras Semalam
Indonesia
Jalan-Jalan di Jakarta yang Tergenang Air Akibat Hujan Deras Semalam

Ketinggian genangan air rata-rata mencapai 10-100 sentimeter (cm)

Dewan Pengawas Rampungkan Kode Etik KPK
Indonesia
Dewan Pengawas Rampungkan Kode Etik KPK

Keseluruhan nilai-nilai dasar, kode etik, dan pedoman perilaku dalam aturan tersebut ditujukan untuk mengikat

 Tidak Tegas Bela Muslim Uighur, Wibawa Pemerintah Indonesia Dipertanyakan
Indonesia
Tidak Tegas Bela Muslim Uighur, Wibawa Pemerintah Indonesia Dipertanyakan

Suteki memandang bahwa sejauh ini belum bisa dilihat sikap pemerintah Indonesia dalam menyikapi dugaan pelanggaran HAM terhadap umat islam di Uighur itu.

Nyaris 50 Orang yang Kontak dengan Menag Dites Swab, Begini Hasilnya
Indonesia
Nyaris 50 Orang yang Kontak dengan Menag Dites Swab, Begini Hasilnya

Tracing dan swab juga dilakukan untuk sejumlah pejabat Kanwil Kemenag NTB dan UIN Mataram