JPU Dinilai Hanya Menerka soal Waktu Pinangki Terima Uang 500 USD Terdakwa kasus suap dan gratifikasi pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

MerahPutih.com - Tim kuasa hukum Pinangki Sirna Malasari, Adres Napitupulu menyesalkan, jaksa penuntut umum (JPU) masih belum juga menjelaskan hal-hal yang disampaikan dalam nota keberatan atau eksepsi yang dibacakan pada Rabu (30/9) lalu terkait waktu penerimaan uang sebesar USD 500 ribu. Menurutnya, Jaksa tak menjelaskan rinci kapan Pinangki menerima uang itu.

"Penuntut umum masih tidak menjelaskan hal-hal yang kami sampaikan dalam eksepsi kami yaitu tidak jelasnya kapan Pinangki terima uang, dari katanya Andi Irfan Jaya," kata Aldres di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (21/10).

Aldres menyampaikan, pernyataan itu disampaikan, karena dalam berkas Andi Irfan Jaya tidak pernah ditanya soal pemberian uang. Menurutnya, hingga kini dakwaan Jaka Penuntut Umum (JPU) masih menerka-nerka soal waktu dan tempat pemberian uang tersebut.

Baca Juga

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Pinangki

"Jaksa tadi hanya mengatakan bahwa kami mendakwa dia menerima uang dari Andi Irfan Jaya, itu kalau nggak di Kuala Lumpur, di Jakarta atau atau kebanyakan ataunya itu, kita bisa lihat sendiri. Itu jelas atau nggak menurut kami, itu tidak jelas, tapi menurut penuntut umum itu yang jelas ya, nanti masyarakat bisa nilai," ujar Aldres.

Aldres pun menyoroti dakwaan JPU soal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap kliennya. Dia menyebut, dakwaan pencucian uang terhadap Pinangki tidak jelas.

"Kami katakan tidak jelas dimana menyamarkannya, dimana layeringnya pencucian uang di perkara ini. Kemudian dia jawab, bahwa digunakan untuk keperluan pribadi, loh iya bukan pencucian uang, itu namanya kalaupun benar itu menikmati hasil kejahatan bukan pencucian uang," ujar Aldres.

Aldres pun merasa keberatan terkait Pinangki didakwa bermufakat jahat untuk memberi suap kepada pejabat Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung. Menurutnya, dakwaan Jaksa tidak membeberkan siapa pejabat tersebut.

Baca Juga

40 Pegawai PN Jakpus Reaktif COVID-19, Sidang Jaksa Pinangki Ditunda

"Tapi di dalam dakwaan tidak disebutkan apa pejabatnya siapa pejabatnya, emang pejabat di Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung cuma satu. Tadi dia bilang sudah jelas itu, tapi kami tetap merasa itu tidak jelas siapa yang mau disuap oleh Pinangki ini," pungkas Aldres. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Minta Alas Kaki Dibawa Masuk ke Masjid Atau Musala
Indonesia
Anies Minta Alas Kaki Dibawa Masuk ke Masjid Atau Musala

Anies juga meminta kepada umat muslim di DKI yang ingin beribadah di rumah ibadah untuk membawa alat salat sendiri

Ini Perkembangan Terbaru Kasus COVID-19 di Jabar
Indonesia
Ini Perkembangan Terbaru Kasus COVID-19 di Jabar

Orang dalam pemantauan (ODP) kini berjumlah 44.839 orang.

Abu Janda Diperiksa Bareskrim soal Kasus Rasisme dan Cuitan 'Islam Arogan' Hari Ini
Indonesia
Abu Janda Diperiksa Bareskrim soal Kasus Rasisme dan Cuitan 'Islam Arogan' Hari Ini

Aktivis Permadi Arya alias Abu Janda bakal diperiksa Bareskrim Polri dalam kasus dugaan rasialisme di media sosial terkait mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, Senin (1/2)

Penanganan Banjir di Jakarta Diklaim Bakal Bisa Dirasakan Warga 3 Tahun ke Depan
Indonesia
Penanganan Banjir di Jakarta Diklaim Bakal Bisa Dirasakan Warga 3 Tahun ke Depan

Pemprov serius mengatasi banjir pada tahun 2021 dengan memproyeksikan anggaran sebesar Rp4,05 triliun

Pakai Omnibus Law, Jokowi Bakal Benahi Regulasi Nasional
Indonesia
Pakai Omnibus Law, Jokowi Bakal Benahi Regulasi Nasional

Jokowi pun meminta agar regulasi yang rumit dan berbelit-belit itu harus dirombak

Polda Metro Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi di Sulbar dan Kalsel
Indonesia
Polda Metro Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi di Sulbar dan Kalsel

Polda Metro Jaya mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk para korban bencana alam di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan.

Di Depan Kader Gerindra, Jokowi Ajak Bekerja Sama Bangkitkan Indonesia dari Krisis
Indonesia
Di Depan Kader Gerindra, Jokowi Ajak Bekerja Sama Bangkitkan Indonesia dari Krisis

Jokowi memuji pelaksanaan KLB Partai Gerindra tetap mengedepankan protokol kesehatan di tengah suasana pandemi.

Ini Pidato Perdana Menantu Jokowi sebagai Wali Kota Medan
Indonesia
Ini Pidato Perdana Menantu Jokowi sebagai Wali Kota Medan

Bobby Afif Nasution menyebutkan kemajuan di semua bidang dapat diwujudkan dengan dukungan dan bantuan serta kerja sama semua pihak.

Wagub Sarankan Warga DKI Tetap Jalankan Budaya Kirim Makanan saat Lebaran
Indonesia
Wagub Sarankan Warga DKI Tetap Jalankan Budaya Kirim Makanan saat Lebaran

Budaya maaf-memaafkan di hari Lebaran tahun ini bisa dilakukan dengan cara komunikasi virtual atau online menggunakan telepon.

Semua Pemda di Jabar Diingatkan Untuk Maksimal Dalam Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Semua Pemda di Jabar Diingatkan Untuk Maksimal Dalam Vaksinasi COVID-19

Target untuk SDM Kesehatan ini akhir Februari selesai. Kemudian, sasaran beralih ke profesi lainnya.