Jose Molares, Pematung Sosok Bima di Tiang Tinggi KRI Bima Suci Kapal KRI Bima Suci. (ANTARA FOTO)

MerahPutuh.com - Pematung eksklusif Spanyol Jose Molares dipercaya membuat sosok patung Bima di haluan kapal layar (figuredhead) kapal layar tiang tinggi KRI Bima Suci.

Pria kelahiran 1961 tersebut memulai pekerjaannya dengan berdiskusi intensif dengan Satuan Tugas Proyek Pengadaan KRI Bima Suci yang seluruhnya adalah mantan Komandan KRI Dewa Ruci tentang makna dan filosofi karakter Bima.

Molares menyadari, membuat patung Bima adalah tantangan tersendiri. Patung Bima adalah identitas, filosofi sebuah kapal layar milik negara Indonesia yang memiliki budaya maritim sangat kuat.

Berkaca pada KRI Dewa Ruci yang menurutnya begitu melegenda anggun dan dicintai masyarakat dunia, Molares bertekad karyanya harus mampu membuat KRI Bima Suci hadir melegenda dan dicintai masyarakat dunia.

Ia pun memulai dengan membuat prototipe patung Bima dari bahan tanah liat. Setelah mengalami lima kali perubahan bentuk, Molares membuatnya dari bahan fiber.

Perubahan-perubahan tersebut terletak pada bentuk badan yang semula badan manusia diubah menjadi badan wayang golek, kemudian detail rambut, telinga, sisik ular, cambang, janggut, dan aksesoris.

Patung Bima berbahan fiber inilah yang dipasang di kapal untuk fitting, pengukuran dan melihat postur serta karakter. Setahun kemudian jadilah sosok Bima berukuran 3 meter, dengan berat 437 kilogram dari bahan kuningan Figurehead Bima tersebut kemudia dipasang di haluan kapal perang jenis layar latih KRI Bima Suci bernomor lambung 945.

Molares yang sudah 30 tahun berkarya pun melepas bangga karyanya bersama KRI Bima Suci yang bertolak dari Pelabuhan Estacion de Maritimo, Vigo, Spanyol menuju Indonesia pada 18 September 2017.

Mantan Komandan KRI Dewa Ruci Kolonel Laut (P) Suharto mengatakan, seperti dilansir Antara, Bukan sekadar patung sosok, patung di haluan kapal layar menampilkan karakter, identitas, tradisi, semangat dan harapan yang sarat dengan filosofi kehidupan.

Dalam sejarah maritim, figurehead pada kapal memiliki banyak arti yang wajib diperhatikan dan dipertahankan. Sosok patung di haluan kapal kapal layar itu merupakan ikon, simbol yang memiliki makna religi dan magis yang kuat.

Suharto yang turut mengawal kelahiran KRI Bima Suci di Vigo, Spanyol menambahkan keberadaan figurehead di haluan kapal layar, sangat populer antara abad ke-16 dan awal abad ke-20.

Figurehead tidak hanya tampil dalam bentuk manusia, namun ada juga yang berbentuk hewan, seperti naga, elang laut, lumba lumba, disesuaikan dengan misi kapal dan kepercayaan bangsa pemilik kapal-kapal tersebut.

Pembuatan figurehead pada kapal-kapal modern, menggunakan bahan logam atau fiber sintetis, yang lebih tahan terhadap air laut. Dengan teknologi modern, pembuatan figurehead kini jauh lebih sederhana dibandingkan pembuatan figurehead klasik. (*)


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH