Jokowi Tuntut Produksi Massal PCR dan Alkes COVID-19 Lokal Beres Akhir Mei Alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. (ANTARA FOTO/M R

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan produksi massal alat uji berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dibuat perusahaan dalam negeri untuk mendiagnosis COVID-19.

Ultimatum yang sama berlaku untuk produksi ventilator atau alat bantu pernafasan bagi pasien COVID-19 buatan lokal.

Baca Juga:

Perintah Jokowi Tes Massal PCR Sehari 10 Ribu Cuma Butuh Biaya Rp5 M

“Saya juga menerima laporan Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), yang telah berhasil mengembangkan PCR test kit, kemudian Non-PCR Diagnostic Test, juga ventilator serta 'mobile BSL 2' (mobile laboratorium biosafety level 2). Saya minta inovasi yang telah dilakukan mulai bisa produksi secara masal,” kata Jokowi, saat membuka rapat terbatas melalui konferensi video mengenai “Percepatan Penanganan COVID-19” dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/5).

jokowi rapat kabinet
Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta. (ANT/Handout Biro Pers Setpres/Kris)

Menurut Presiden, Indonesia dapat mengurangi impor alat kesehatan untuk penanganan COVID-19 dengan adanya pasokan produksi dalam negeri. Dikutip Antara, Jokowi memberi tenggat waktu alat kesehatan yang sedang dikembangkan Kemenristekdikti/BRIN itu dapat diproduksi massal pada akhir Mei atau awal Juni 2020.

Lebih jauh, Presiden Jokowi meminta seluruh jajaran Kementerian dan Lembaga untuk mendukung penuh seluruh hasil riset dan inovasi guna penanganan COVID-19.

Kepala Negara juga meminta pengujian plasma darah untuk terapi pasien COVID-19 terus dilanjutkan. Terapi plasma darah itu kini memasuki uji klinis berskala besar di beberapa rumah sakit di Indonesia.

“Kemajuan signifikan juga terjadi pada penelitian ‘genome sequencing’ (pengurutan genom). Ini tahapan yang sangat penting dalam menuju tahapan berikutnya untuk menemukan vaksin yang sesuai dengan negara kita,” tutup mantan Wali Kota Solo itu. (*)

Baca Juga:

Pemerintah Batasi Ventilator Hanya Buat Pasien Kondisi Berat


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH