Jokowi: Tol Laut Dapat Menekan Anggaran Negara Presiden Republik Indonesia Jokowi Meninjau langsung kedatangan sapi yang berasal dari NTT sebesar 350 ekor, bersandar di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (11/12) (Foto: MP/Yohanes Abimanyu)

MerahPutih Bisnis - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) baru saja lakukan optimalisasi distribusi ternak dengan tol laut. Diharapkan solusi ini dapat menekan anggaran negara.

Kemarin (11/12) Presiden baru saja menerima kedatangan sapi yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 350 ekor yang tiba di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, yang sudah menjadi salah satu perencanaannya. 

Menurut Jokowi, langkah ini dilakukan untuk menghemat biaya transportasi sebesar Rp 320.000 per ekor. Biasanya biaya transportasi bisa mencapai Rp 1,5 juta sampai dengan Rp 1,8 juta per ekor. Cara seperti ini yang diinginkan oleh pemerintah dalam menekan anggaran.

"Ini yang sering saya katakan, tol laut-tol laut ya sebetulnya ini. Nanti akan semua harga akan menjadi seperti ini," ujar Jokowi Saat ditemui di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (11/12).

Jokowi menambahkan untuk harga sapi per kilo di kawasan NTT mencapai Rp 30 ribu. Setelah datang ke Jakarta harga sapi mengalami kenaikan yang signifikan, sebab dibawa dengan kapal khusus dan biaya yang lebih murah.

"Setelah sapi sampai di sini, nantinya sampai di kandang untuk siap disembelih harganya akan jatuh per kg kira-kira antara Rp 35-37 ribu. Kalau sudah disembelih, nanti jadi daging, biasanya itu rendemen ya. Itu kali 2. Nah rata-ratanya berarti kurang lebih antara Rp 72-76 ribu untuk di Jakarta," jelasnya.

Jokowi menjelaskan, namanya juga harga daging itu ada yang khas. Itu jatuhnya bisa antara Rp 85.000- Rp 90.000. "Tapi yang rata-rata itu tadi harganya yang tadi saya bilang, kalau harga yang berada di daerah-daerah lain kurang lebih jatuhnya Rp 40.000-an," ungkap Jokowi. 

Oleh karena itu, tambahnya, dalam waktu dekat ini pemerintah belum bisa memastikan diinginkannya dapat kembali terwujud. Saat ini mekanisme pasar yang dapat mempengaruhi harga daging tidak dapat langsung turun.

"Nanti mekanisme pasar nanti yang akan mempengaruhi. Jadi jangan bertanya itu. Ini mekanisme pasar, demand dan supply. Saya kira kalau ada supply dengan harga itu kita harapkan juga harga menjadi normal," ucapnya. (abi)

 

BACA JUGA:

  1. Relawan Cantik Jokowi Ini Diangkat Jadi Komisaris Danareksa
  2. Optimalisasi Distribusi Ternak Sapi, Pemerintah Gunakan Kapal Khusus
  3. HNSI: Menteri KKP Percuma Sering Tenggelamkan Kapal
  4. Susahnya Jadi Nelayan, Mulai Perizinan Berbelit Hingga Sulit Dapat Solar
  5. Pertamina Ubah Tagline dari 'Pasti Pas' Jadi 'Pasti Prima'


Fadhli

LAINNYA DARI MERAH PUTIH