Jokowi tidak Mau Proyek Strategis Ratusan Triliun Mandek Gara-Gara COVID-19 Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok (GNB) melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Senin (4/5/2020) malam, untuk membahas penangana

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pelaksanaan sejumlah proyek agenda-agenda strategis bernilai ratusan triliun rupiah tidak boleh terhenti meski Indonesia dilanda pandemi COVID-19.

"Pagi hari ini kita akan evaluasi proyek strategis nasional untuk pemulihan ekonomi kita karena dampak COVID-19," kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (29/5).

Baca Juga:

Kemenkes Terbitkan Protokol 'New Normal' Bagi Perkantoran dan Industri, Apa Saja Isinya?

"Walaupun saat ini kita sedang menghadapi pandemi. agenda-agenda strategis yang sangat penting bagi bangsa dan negara kita yang jadi prioritas bagi kepentingan nasional tidak boleh berhenti dan tetap harus kita lanjutkan," imbuh Kepala Negara.

Menurut Jokowi, agenda strategis itu tudak hanya di bidang ekonomi saja, tetapi juga pendidikan, kesehatan dan peningkatan kualitas SDM. Kata dia, Pemerintah harus fokus menangani dan mengendalikan COVID, tetapi bukan berarti melupakan target pembangunan strategis.

proyek strategis
Proyek tol Trans Jawa (Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

"Saya ingin pastikan program-program prioritas ini tetap berjalan tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat," tegas Jokowi, dalam rapat terbatas dengan tema "Rapat Terbatas Evaluasi PSN untuk Pemulihan Ekonomi Nasional dampak COVID-19" itu.

Lebih jauh, Presiden meminta para menterinya dapat menyelesaikan berbagai hambatan pelaksanaan program tersebut, khususnya terkait pembebasan lahan. Dikutip Antara, data terakhir Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat setidaknya 88 dari 223 proyek yang selesai dikerjakan di akhir 2019.

Baca Juga:

New Normal Bikin Kehidupan Masyarakat Dikalahkan untuk Kepentingan Ekonomi

Secara nilai, proyek yang selesai mencapai Rp421,1 triliun atau 10,06 persen dari total Rp4.183 triliun. Adapun perinciannya, sebanyak 20 proyek selesai pada tahun 2016; 10 proyek pada tahun 2017; 32 proyek pada tahun 2018; dan 26 proyek pada tahun 2019.

Pemerintah menargetkan proyek yang selesai pada tahun ini setidaknya bisa mencapai 144 dari 223 proyek. Secara nilai mencapai Rp815,2 triliun atau 19,48 persen dari total. (*)

Baca Juga:

Panduan Menkes Soal 'New Normal' Justru Jadi Alasan untuk Longgarkan PSBB


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH