Jokowi Tidak Keluarkan Larangan Mudik, Wali Kota Solo: Saya Mumet Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berupaya keras mencegah penularan virus corona atau Covid-19 agar tidak meluas di Solo, Jawa Tengah. Namun demikian, upaya pencegahan Covid-19 tersebut berubah sia-sia setelah Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan warga boleh mudik yang berpotensi menyebarkan virus corona di kampung.

"Sampai saat ini saya berharap para pemudik tidak pulang kampung untuk meminimalisir penyebaran covid-19. Namun, jika pemerintah pusat memperbolehkan masyarakat mudik, Pemkot Solo akan merasa kesulitan," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo kepada Merahputih.com, Minggu (5/4).

Baca Juga:

Solo KLB Corona, 40.000 Warga Miskin Dapat Bantuan Sembako

Rudy mengatakan Pemkot Solo saat ini mempersiapkan lokasi untuk menampung para pemudik tujuan ke Solo untuk memininalisir virus corona. Banyaknya pemudik yang datang dari berbagai derah zona merah Covid-19 akan membuat Pemkot Solo kesulitan dalam melakukan pencegahan.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo berharap Presiden Jokowi melarang mudik
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengecek kesiapan kamar karantina mandiri di Dalem Joyokusuman, Solo, Jawa Tengah, Minggu (5/4). (MP/Ismail)

"Ya kalau Pak Jokowi tidak melarang mereka mudik, saya kan yang jadi mumet," kata Rudy.

Mantan tandem Jokowi saat menjadi Wali Kota Solo periode 2005-2010 ini meminta pemerintah pusat bisa tegas dalam melarang pemudik untuk pulang. Rudy menilai kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat hanya setengah-setengah. Sebab pemerintah pusat belum juga memberlakukan larangan untuk transportasi umum keluar masuk ke daerah pandemi Covid-19.

"Kami berharap pemerintah pusat bisa meninjau kebijakan yang memperbolehkan pemudik," kata dia.

Baca Juga:

Dampak COVID-19, Belasan WNA Dapatkan Izin Tinggal Darurat dari Imigrasi Surakarta

Rudy menambahkan saat ini Pemkot Solo mempersiapkan tiga lokasi untuk mengkarantina pemudik yang nantinya datang. Ketiga lokasi ini yakni Dalem Joyokusuman, Dalem Priyosuhartan dan Graha Wisata.

"Kami siapkan kasur dan bantal. Warga pemudik yang dikarantina selama 14 hari akan diberikan maakan yang bergizi oleh Dinsos (Dinas Sosial) Solo," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Pasien COVID-19 di Solo Bertambah, PDP Tembus 41 Orang



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH