Jokowi Terapkan Tiga Agenda Besar Cegah Korupsi, Apa Saja? Presiden Joko Widodo saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020). ANTARA/Desca Lidya Natalia/am

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo menerapkan tiga agenda besar dalam pemerintahannya sebagai upaya pencegahan korupsi seiring dengan aksi penindakan yang tegas tanpa pandang bulu.

Jokowi selama ini mengikuti prosedur aksi pencegahan korupsi dengan terus melakukan upaya pembenahan tata kelola pemerintahan secara menyeluruh.

"Presiden Jokowi memiliki komitmen besar terhadap pencegahan korupsi," ujar Juru Bicara Presiden Bidang Hukum Dini Purwono, Kamis (27/8).

Baca Juga:

1.415 Pasien Masih Jalani Perawatan di RS Darurat Wisma Atlet

Sejauh ini Jokowi telah mengajak seluruh pihak untuk menyamakan visi dan menyelaraskan langkah dalam melaksanakan tiga agenda besar Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

Pertama, melalui pembenahan regulasi nasional yang tumpang-tindih, yang tidak memberikan kepastian hukum, yang membuat prosedur menjadi berbelit-belit, dan yang membuat birokrasi tidak berani melakukan eksekusi dan inovasi. Salah satu upaya pembenahan melalui mekanisme omnibus law.

Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo. (Foto: setkab.go.id)

Kedua, reformasi birokrasi harus terus dilakukan, di antaranya eselonisasi harus disederhanakan tanpa mengurangi penghasilan para birokrat serta menjalankan reformasi di bidang perizinan dan tata niaga agar lebih cepat dan sehat.

Ketiga, gerakan budaya antikorupsi harus terus digalakkan. Masyarakat harus mendapat pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari upaya pencegahan.

"Presiden sudah mengingatkan agar tidak ada aparat dan pengawas yang memanfaatkan regulasi yang tidak sinkron untuk menakut-nakuti eksekutif, pengusaha, dan masyarakat, karena itu adalah tindakan yang membahayakan agenda pembangunan nasional," kata Dini.

Baca Juga:

Penutupan Gedung DPRD DKI Diperpanjang

Sebelumnya, sebagaimana dikutip Antara, Presiden Joko Widodo pada hari Rabu (26/8) mengingatkan aparat dan pengawas yang melakukan tindakan tadi adalah musuh negara dan tidak ada toleransi untuk mereka. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PMI Bantu Pengobatan Puluhan Pedemo di Jakarta
Indonesia
PMI Bantu Pengobatan Puluhan Pedemo di Jakarta

Tim Ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta membantu pengobatan puluhan pendemo pasca unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di sekitar Istana Negara.

 Warga Yogyakarta Dapat Disinfektan Gratis Dari BPBD DIY
Indonesia
Warga Yogyakarta Dapat Disinfektan Gratis Dari BPBD DIY

Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan pembagian ini dilakukan agar warga bisa melakukan penyemprotan secara mandiri di lingkungan tempat tinggalnya.

Pelaku Mutilasi Rinaldi Terancam Hukuman Mati
Indonesia
Pelaku Mutilasi Rinaldi Terancam Hukuman Mati

Pasangan pembunuh dan pemutilasi Rinaldi Harley Wismanu, yaitu Djumadil Al Fajar dan Laeli Atik Supriyatin menguras uang korban hingga Rp97 juta.

KPK Sita Duit Rp1 Miliar dan Aneka Mata Uang Asing dari Rumah Bupati Sidoarjo
Indonesia
KPK Sita Duit Rp1 Miliar dan Aneka Mata Uang Asing dari Rumah Bupati Sidoarjo

KPK menyita uang Rp1 miliar dari penggeledahan di rumah dinas Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Saiful Ilah.

 Megawati: Anak Muda Indonesia Harus Punya Fighting Spirit
Indonesia
Megawati: Anak Muda Indonesia Harus Punya Fighting Spirit

Megawati mengaku dirinya tak asal bicara. Sebagai putri proklamator RI, mantan presiden, dan kini memimpin parpol terbesar di Indonesia, jalan Megawati ternyata tak pernah mulus-mulus saja.

Jelang Imlek, Menag Kunjungi Maha Wihara Duta Maitreya
Indonesia
Jelang Imlek, Menag Kunjungi Maha Wihara Duta Maitreya

Anak-anak bergembira menyambut Menteri Agama di vihara karena kondisi negara yang aman dan damai.

Pilkada Serentak 2020 Dinilai Terlalu Riskan Jika Diadakan Desember
Indonesia
Pilkada Serentak 2020 Dinilai Terlalu Riskan Jika Diadakan Desember

Penting sekali mengkaji mekanisme, metode dan sistem seperti apa yang tepat kalau menyelenggarakan pemilu ketika pandemi

Pasien Corona Mayoritas Berusia Produktif dan Didominasi Laki-laki
Indonesia
Pasien Corona Mayoritas Berusia Produktif dan Didominasi Laki-laki

Ada yang patut disyukuri karena rentang usia tersebut dalam kondisi imunitas baik.

Update Kasus Corona di Jakarta Senin (13/7)
Indonesia
Update Kasus Corona di Jakarta Senin (13/7)

Kasus sembuh bertambah 208 orang dari data Minggu (12/7) kemarin.

Pengemudi Bus Positif Covid-19, Bupati Majalengka Minta Desa Sadomas Lockdown 14 Hari
Indonesia
Pengemudi Bus Positif Covid-19, Bupati Majalengka Minta Desa Sadomas Lockdown 14 Hari

Pemeriksaan rapid test pada warga berlangsung di Desa Sadomas, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Selasa (2/6).