Jokowi Temui Pengungsi Longsor Bogor Pakai Jas Hujan 10 Ribuan Presiden Jokowi sempat mengenakan jas hujan pemberian warga saat meninjau lokasi longsor di Desa Harkat Jaya, Kec. Sukajaya, Kab. Bogor, Jabar, Selasa (7/1) pagi. (Foto: AGUNG/Humas)

MerahPutih.com - Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di lokasi terdampak longsor, yakni Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/1) disambut hujan sehingga Kepala Negara harus memakai jas hujan plastik.

Sebagaimana dilansir Antara, orang nomor satu di Indonesia itu tiba di tempat pengungsian yang berlokasi di Kantor Desa Harkat Jaya dengan menumpangi mobil Toyota Land Cruiser berwarna hitam, pukul 09.30 WIB.

Baca Juga

Pakar Dorong Pemprov DKI Sinergikan Naturalisasi dan Normalisasi Sungai Atasi Banjir

Dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam, Jokowi menyapa warga kemudian lanjut meninjau beberapa lokasi yang sempat tertimbun longsoran, salah satunya yaitu akses jalan utama dari Desa Pasir Madang menuju Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Tetapi, baru sekitar 10 menit meninjau, di lokasi turun hujan lebat sehingga membuat mantan Gubernur DKI Jakarta itu menutupi kepalanya menggunakan tas hitam yang ia genggam di tangan kanannya.

Kemudian, ajudan dengan sigap memberikan jas hujan berbahan plastik dari warga kepada Presiden. Jas hujan berwarna hijau yang biasa dijual seharga Rp10 ribu itu digunakan Jokowi untuk menembus lebatnya hujan, kembali menuju Kantor Desa Harkat Jaya.

Presiden Jokowi nampak menggunakan jas hujan plastik saat meninjau lokasi tersampak longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/1/2020). (ANTARA/M Fikri Setiawan)
Presiden Jokowi nampak menggunakan jas hujan plastik saat meninjau lokasi tersampak longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/1/2020). (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Setelah kembali tiba di Kantor Desa Harkat Jaya, Jokowi berbincang dengan Kepala Desa Harkat Jaya Muhammad Solah, kemudian menyerahkan bantuan berupa uang dan sembako secara simbolis.

Sementara itu, salah satu warga Desa Harkat Jaya, Mimin (50) mengaku senang dan bangga karena mendapatkan respons langsung dari Presiden Jokowi. Ia berterima kasih atas bantuan yang diulurkan oleh mantan Wali Kota Solo itu.

"Alhamdulillah, Pak Jokowi langsung bisa melihat longsor di desa kami, kami sangat bangga," kata Mimin.

Seperti diketahui, Jokowi sempat batal mengunjungi Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor menggunakan helikopter karena cuaca ekstrem pada Minggu (5/1). Saat itu helikopter yang ditumpangi Presiden Jokowi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Doni Monardo kembali lagi ke Pangkalan Udara Atang Sendjaja.

Baca Juga

Anak Buah Anies Minta Debat Beda Normalisasi-Naturalisasi Dihentikan

"Setengah jam kemudian balik ke Ats (Atang Sendjaja) setelah take off sekitar jam 08.30 WIB. Tapi tidak tahu lanjut ke mana setelah dari sini," ujar Komandan Skadron Udara 6 Wing 4 Lanud Atang Sendjaja (Ats), Letkol Pnb Risdiyanto. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wonogiri Terdampak Jika Terjadi Tsunami 29 Meter, BPBD Minta Warga Pesisir Tingkatkan Kewaspadaan
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Gempa Besar dan Tsunami di Banyuwangi
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Gempa Besar dan Tsunami di Banyuwangi

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat mengeluarkan peringatan terjadinya gempa hingga tsunami di sekitar Banyuwangi.

[HOAKS atau FAKTA]: PT Freeport Lagi Buka Lowongan Kerja Besar-besaran
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: PT Freeport Lagi Buka Lowongan Kerja Besar-besaran

Beredar sebuah informasi mengenai pembukaan lowongan kerja (loker) PT Freeport Indonesia untuk tamatan SMA sampai fresh graduate.

Kasus Suap Pajak, Pegawai PT Jhonlin Baratama Mangkir Panggilan KPK
Indonesia
Kasus Suap Pajak, Pegawai PT Jhonlin Baratama Mangkir Panggilan KPK

Ozzy Reza Pahlevi, pegawai dari perusahaan batu bara PT Jhonin Baratama mangkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kutip Trisila dan Ekasila Bung Karno, Teno Ingin Bumikan Gotong Royong Bukan Ubah Pancasila
Indonesia
Kutip Trisila dan Ekasila Bung Karno, Teno Ingin Bumikan Gotong Royong Bukan Ubah Pancasila

Padahal, tidak satu katapun yang terucap dari paslon nomor urut 2 itu tentang idenya mengganti Pancasila.

Masyarakat Tolak Tes COVID-19 Disertai Kekerasan, Siap-Siap Denda Rp 7 Juta
Indonesia
Masyarakat Tolak Tes COVID-19 Disertai Kekerasan, Siap-Siap Denda Rp 7 Juta

Pemprov DKI pun berjanji akan memfasilitasi keinginan warga yang mau menjalani rapid maupun swab test

Brimob Evakuasi Korban hingga Lakukan Pembersihan ke Lokasi Bencana NTT
Indonesia
Brimob Evakuasi Korban hingga Lakukan Pembersihan ke Lokasi Bencana NTT

Polri mengerahkan Kapal Barata-8004 untuk mengangkut bantuan kebutuhan pokok dan dapur lapangan guna membantu warga korban bencana alam di NTT.

Doni Tegaskan Virus COVID-19 Masih Sangat Berbahaya
Indonesia
Doni Tegaskan Virus COVID-19 Masih Sangat Berbahaya

"Sampai hari ini obat COVID belum, ada vaksin pun baru bisa efektif beberapa bulan ke depan. Sehingga ada banyak kejadian yang mungkin terjadi menjelang vaksin diberikan," kata Doni.

Pasien Sembuh dari COVID-19 di RSD Wisma Atlet Nyaris 75 Ribu Orang
Indonesia
Pasien Sembuh dari COVID-19 di RSD Wisma Atlet Nyaris 75 Ribu Orang

Jumlah pasien yang dirawat sebanyak 2.050 orang

Jika Besok Mangkir Lagi, Anita Kolopaking Bisa Dijemput Paksa Bareskim
Indonesia
Jika Besok Mangkir Lagi, Anita Kolopaking Bisa Dijemput Paksa Bareskim

Anita Kolopaking telah dijadikan tersangka dengan jeratan Pasal 263 ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu