Jokowi Teken UU Cipta Kerja, Demokrat: Abaikan Aspirasi Rakyat Presiden Jokowi saat berbicara di Forum KTT ke-31 ASEAN di Manila, Filipina, Senin (13/11). (Biro Pers Setpres/Laily Rachev)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meneken Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada Senin (2/11) kemarin. Aturan sapu jagad ini diberi nama Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Wasekjen Partai Demokrat Irwan menegaskan, partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu tetap berkomitmen menolak UU Cipta Kerja.

"Bagi kami Fraksi Partai Demokrat tentu bersikap tetap menolak UU Cipta Kerja ini," kata Irwan saat dikonfirmasi, Selasa (3/10).

Baca Juga:

Masih Ada Pasal Tidak 'Nyambung' di UU Cipta Kerja

Irwan memastikan, partainya akan tetap berjuang dan berupaya membatalkan UU Cipta Kerja. Hal itu, sesuai dengan instruksi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Seperti pesan Pak SBY yang mengharapkan agar para kader Demokrat tidak patah dan tidak menyerah. Harus terus secara gigih memperjuangkan kepentingan rakyat," ujarnya.

Presiden Joko Widodo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, ANTARA/BPMI Setpres/Kris/pri. (ANTARA/BPMI Setpres/Kris)
Presiden Joko Widodo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, ANTARA/BPMI Setpres/Kris/pri. (ANTARA/BPMI Setpres/Kris)

Menurut Irwan, Presiden Jokowi telah mengabaikan aspirasi rakyat. Pasalnya sejak awal, sejumlah elemen masyarakat sudah menolak aturan yang hanya menguntungkan pemilik modal tersebut.

"Pemerintah dalam hal ini Presiden telah gagal mendengarkan dan mengabaikan aspirasi rakyat, melalui protes buruh dan mahasiswa yang turun ke jalan dan juga penolakan dari tokoh agama dan juga tokoh akademisi," tegas dia. (Pon)

Baca Juga:

Sesalkan Demo Anarkis, Ketua Sahabat Polisi Bandung David Cahyadi Saran Penyelesaian UU Cipta Kerja di MK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19 DKI (14/4): 2.349 Positif, Total Sembuh Lebih Banyak dari Kasus Baru
Indonesia
Di Batam, Azan Mulai Dikumandangkan dengan Seruan Salat di Rumah
Indonesia
Di Batam, Azan Mulai Dikumandangkan dengan Seruan Salat di Rumah

Sebelum mengumandangkan azan, pengurus masjid juga meminta warga untuk tidak datang dan menggelar salat berjamaah.

 Tabungan Masyarakat Rendah, Indonesia Butuh Investor Asing
Indonesia
Tabungan Masyarakat Rendah, Indonesia Butuh Investor Asing

Keberadaan investor asing yang dapat terpenuhi melalui Omnibus Law Cipta Kerja, dapat menyediakan modal, transfer pengetahuan dan teknologi

Hiburan Malam Jadi Klaster COVID-19, Ini Tanggapan Pengusaha Hiburan Jakarta
Indonesia
Hiburan Malam Jadi Klaster COVID-19, Ini Tanggapan Pengusaha Hiburan Jakarta

Asphija bereaksi keras atas statement klaster tempat hiburan malam itu

Dunia Usaha Merana, Penerapan Cukai Plastik Ditunda
Indonesia
Dunia Usaha Merana, Penerapan Cukai Plastik Ditunda

Pengenaan tarif cukai plastik untuk kantong plastik berpotensi menyumbang kepada negara sebesar Rp1,6 triliun dengan besaran tarif Rp30 ribu per kilogram atau Rp200 per lembar.

Tak Gentar Dipolisikan, Hadi Pranoto Klaim Obat COVID-19 untuk Kepentingan Bangsa
Indonesia
Tak Gentar Dipolisikan, Hadi Pranoto Klaim Obat COVID-19 untuk Kepentingan Bangsa

Dia mengungkapkan semua yang dibicarakan dalam video tersebut sudah terbukti berhasil.

COVID-19 AS Lewati Angka 11 Juta Kasus
Dunia
COVID-19 AS Lewati Angka 11 Juta Kasus

Jumlah kasus virus corona di Amerika Serikat melewati 11 juta pada hari Minggu (15/11).

Hujan Lebat Sejak Jumat Siang, Kabupaten Bandung Kembali Dilanda Banjir
Indonesia
Hujan Lebat Sejak Jumat Siang, Kabupaten Bandung Kembali Dilanda Banjir

Sebagian besar wilayah Kabupaten Bandung banjir setelah hujan deras turun sejak Jumat.

 Cegah Virus Corona, DIY Tingkatkan Pemeriksaan Penumpang Penerbangan Internasional
Indonesia
Cegah Virus Corona, DIY Tingkatkan Pemeriksaan Penumpang Penerbangan Internasional

Sistem kerja thermal scanner sederhana, ia akan memindai dan mendeteksi besaran suhu tubuh seluruh penumpang yang yang melewatinya.