Jokowi: Takut Lakukan Korupsi Bisa Didasarkan Ketakutan Kepada Neraka Presiden Joko Widodo saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020). ANTARA/Desca Lidya Natalia/am

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat ikut dalam budaya antikorupsi, bukan hanya karena takut denda dan penjara, melainkan karena ketakutan kepada Tuhan.

"Takut melakukan korupsi juga bisa didasarkan pada ketakutan kepada sanksi sosial, takut dan malu kepada keluarga, kepada tetangga, dan kepada Allah Subhanahu wa taala, kepada neraka," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan RI, Bogor, Jawa Barat,Rabu (26/8).

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut melalui video conference dalam pembukaan Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) yang diselenggarakan KPK.

Baca Juga:

1.415 Pasien Masih Jalani Perawatan di RS Darurat Wisma Atlet

"Gerakan budaya antikorupsi harus kita galakkan, masyarakat harus tahu apa itu korupsi, kita semua harus tahu apa itu gratifikasi, masyarakat harus jadi bagian mencegah korupsi, antikorupsi, kepantasan, kepatutan harus menjadi budaya," kata Jokowi.

Jokowi pun mengajak tokoh budaya, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, insitusi pendidikan, institusi keagamaan, dan institusi kesenian untuk ikut dalam gerakan antikorupsi.

"Gerakan antikorupsi adalah bagian yang sangat penting dari upaya ini, dengan keteladanan kita semua, dengan perbaikan regulasi dan reformasi birokrasi saya yakin masyarakat menyambut baik gerakan budaya antikorupsi ini," kata Presiden.

Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo. (Foto: setkab.go.id)

Presiden pun menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengikuti aksi pencegahan antikorupsi tersebut dari waktu ke waktu.

"Marilah kita bersama-sama melaksanakan, samakan visi, dan selaraskan langkah untuk membangun pemerintahan yang efektif, efisien, dan inovatif sekaligus bebas dari korupsi," kata Presiden menegaskan.

Penerapan Strategis Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2018 dengan tiga fokus, yaitu perizinan dan tata niaga, keuangan negara, dan penegakan hukum dan reformasi birokrasi.

Stranas PK dikerjakan oleh Tim Nasional Pencegahan Korupsi (Timnas PK) selaku penyelenggara Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) via daring dan luring bagi seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Terdapat enam program Stranas PK yang sudah dikerjakan, yaitu (1) utilisasi nomor induk kependudukan (NIK) dengan pencapaian 68,07 persen, (2) penerapan e-katalog dan marketplace dalam pengadaan barang dan jasa dengan pencapaian 61,79 persen.

Baca Juga:

Penutupan Gedung DPRD DKI Diperpanjang

Berikutnya, (3) keuangan desa dengan pencapaian 83,33 persen, (4) penerapan manajemen antisuap dengan pencapaian 66,75 persen, (5) pemanfaatan online single submission dengan pemanfaatan peta digital dalam pelayanan perizinan berusaha dengan pencapaian 47,15 persen, dan (6) reformasi birokrasi dengan pencapaian 65,06 persen. Dengan demikian, skor total pencapaian aksi Stranas PK secara nasional adalah 58,52 persen.

Ketua KPK Firli, sebagaimana dikutip Antara, dalam sambutannya mengatakan bahwa pencapaian bidang pencegahan KPK pada Semester I 2020 adalah optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) sampai Rp80,9 triliun dan penyelamatan potensi kerugian keuangan negara hingga Rp10,4 triliun. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tindakan Polisi Tangkap Pentolan KAMI Tidak Dapat Dikualifikasi Tindakan Represif
Indonesia
Tindakan Polisi Tangkap Pentolan KAMI Tidak Dapat Dikualifikasi Tindakan Represif

Mendahulukan kepentingan umum, sudah menjadi jati diri Polri

DKI Godok Pergub Keringanan Pajak Kendaraan di Tengah Pagebluk COVID-19
Indonesia
DKI Godok Pergub Keringanan Pajak Kendaraan di Tengah Pagebluk COVID-19

Pemprov DKI belum bisa menargetkan kapan pergub itu akan selesai

  Menkominfo Imbau Masyarakat Tak Sebar Hoaks Soal Virus Corona
Indonesia
Menkominfo Imbau Masyarakat Tak Sebar Hoaks Soal Virus Corona

Johnny mengatakan pihaknya belum melakukan upaya hukum kepada pihak-pihak yang menyebarkan hoaks terkait virus Corona. Saat ini, kata dia, pemerintah lebih mengedepankan upaya persuasif.

Istana Bereaksi Presiden Tiongkok Xi Jinping Telepon Jokowi Bahas Virus Corona
Indonesia
Istana Bereaksi Presiden Tiongkok Xi Jinping Telepon Jokowi Bahas Virus Corona

Mayoritas korban tewas berada di Tiongkok daratan

Polisi Sebut Pelaku Penyerangan Pospol Tugu Tani tidak Terkait Jaringan Teroris
Indonesia
Polisi Sebut Pelaku Penyerangan Pospol Tugu Tani tidak Terkait Jaringan Teroris

Polisi belum mampu mengungkap dalang pengerusakan pospol Tugu Tani. Penyebabnya, identitas pelaku tak kunjung didapat

FPI Minta Doa Masyarakat Indonesia Supaya Rizieq Bisa Pulang
Indonesia
FPI Minta Doa Masyarakat Indonesia Supaya Rizieq Bisa Pulang

Rizieq pergi ke Arab Saudi sejak 26 April 2017 untuk menunaikan ibadah umrah

Novel: Kritik Bintang Emon Wajar, Proses Peradilan yang Keterlaluan
Indonesia
Novel: Kritik Bintang Emon Wajar, Proses Peradilan yang Keterlaluan

Novel yang merupakan korban penyiraman air keras pada 11 April 2017 lalu lantas memberikan dukungan kepada pemenang Stand Up Comedy Academy 3 itu.

Jokowi-Anies Disarankan Jumpa Pers Bareng
Indonesia
Jokowi-Anies Disarankan Jumpa Pers Bareng

Apapun yang dikatakan tokoh idolanya benar dan apapun yang disampaikan tokoh yang dibencinya salah

 Antisipasi Pasien Suspect Virus Corona, Pemerintah Siapkan 20 Kapsul di Bandara
Indonesia
Antisipasi Pasien Suspect Virus Corona, Pemerintah Siapkan 20 Kapsul di Bandara

Kapsul ini ada di pintu kedatangan penerbangan Internasional, khususnya dari Tiongkok di Bandara Soekarno-Hatta.

Gara-gara Banjir, Puluhan Jalan di Ibu Kota Rusak
Indonesia
Gara-gara Banjir, Puluhan Jalan di Ibu Kota Rusak

Polda Metro Jaya mencatat ada puluhan titik jalan rusak di Jakarta.