Jokowi Takut Ada Gubernur, Pangdam, Kapolda Baru. Kenapa? Arsip Foto. Presiden Joko Widodo meninjau penanganan karhutla di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan, Riau, Selasa (17/9/2019). (ANTARA/Puspa Perwitasari)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) khawatir rotasi dan pergantian pejabat di daerah akan mempengaruhi upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi.

"Yang saya takutkan adalah, ada gubernur baru, ada bupati baru, ada pangdam baru, ada danrem baru, yang baru masuk ke daerah itu. Ada kapolda baru, ada kapolres baru yang masuk daerah rawan kebakaran sehingga tidak tahu aturan main kita yang sudah kita ubah sejak 2016," kata Jokowi, saat menyampaikan pengarahan mengenai upaya pengendalian karhutla tahun 2020 di Istana Negara Jakarta, Kamis (6/2).

Baca Juga:

Walhi Anggap Jokowi Lalai dan Tutup Mata soal Karhutla

Presiden mengatakan sejak 2016 pertemuan sudah rutin dilakukan untuk menyampaikan pengarahan mengenai peningkatan upaya pengendalian karhutla. Artinya, kata dia, ini pekerjaan rutin yang kita hadapi dari tahun ke tahun dan setiap akan kemarau.

Kabut Asap Riau
Ilustrasi kasus Karhutla (Antaranews)

Kepala Negara pun memastikan akan terus memantau kinerja aparat pemerintah, termasuk TNI dan Polri, dalam menanggulangi karhutla. Bahkan, Jokowi sampai mengancam akan mencopot para pejabat baru itu kalau sampai ada kasus karhutla

"Hati-hati pangdam, kapolda, danrem, dandim, hati-hati kapolresnya. Tegas saya sampaikan, pasti saya telepon, ke Panglima, ke Kapolri kalau ada kebakaran di wilayah kecil agak membesar, saya tanya dandimnya sudah dicopot belum," kata Presiden.

Baca Juga:

Pindad Bikin Tank Khusus Pemadam Karhutla

Dikutip Antara, Jokowi menegaskan apa yang disampaikan ini bukan sekadar ancaman bualan karena sudah diterapkan mulai 2016. Dia juga menceritakan keterkejutannya saat menghadapi karhutla besar tahun 2015, ketika baru beberapa bulan menjabat sebagai presiden.

"Sebagai presiden yang baru saja berapa bulan, tahu-tahu dapat peristiwa itu sehingga kesiapan kita saat itu masih baru melihat lapangannya. Saat itu 2,5 juta hektare lahan kita terbakar, baik lahan gambut dan hutan. Begitu 2016 kita berkumpul, baru 2017 turun ini terkecil menjadi 150.000 hektare yang terbakar dari sebelumnya 2,5 juta hektare," papar Jokowi. (*)

Baca Juga

Segala Upaya Dikerahkan Atasi Karhutla, Jokowi: Ritualnya Sudah Kita Lakukan



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH