Jokowi Tak Bisa Hindari Tarik-menarik Kepentingan Antarpartai di Periode Kedua Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato Visi Indonesia di hadapan ribuan relawan di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7) (MP/Kanu)

Merahputih.com - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan menilai seni memimpin dan cara Jokowi membentuk timnya pada periode kedua ini akan menjadi sebuah ujian untuk mengatasi berbagai tantangan.

Salah satu yang akan dihadapi Jokowi adalah tarik-menarik kepentingan antarpartai dan kepentingan para politisi.

Baca Juga: Paparkan Visi Kebangsaan, Jokowi Bakal Bahas Nasib Koalisi Indonesia Kerja

"Itu tidak bisa dihindari, itu nyata, karena boleh dikatakan Pak Jokowi sekarang bisa berfungsi lebih dari negarawan tetapi yang berada di sekeliling Pak Jokowi? Para partai dan segala macam," ujar Djayadi, Minggu (14/7).

Ia melanjutkan, strategi pembentukan tim itu termasuk apakah tetap diperlukan para negosiator politik atau tidak.

Prabowo dan Jokowi di MRT
Jokowi dan Prabowo di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus. (Twitter/@pranomoanung)

Sementara, untuk memastikan bila suatu saat ada kebijakan yang ingin dicapai harus dinegosiasikan dengan para pemangku kepentingan termasuk para partai politik (parpol) pendukungnya.

"Selalu seorang presiden dalam sistem presidensial itu memerlukan negosiator dalam menjalankan pemerintahannya, supaya terbangun koalisi-koalisi yang selalu membantu dia untuk meloloskan setiap program pemerintahannya," tambahnya.

Sehingga, ia menyebut di periode kedua kepemimpinan Jokowi ini secara politik justru memiliki tugas yang berat.

Baca Juga: Lupakan Rizieq Shihab Saat Bertemu Jokowi, PA 212 Pastikan Tak Dukung Prabowo

"Secara politik Pak Jokowi itu di periode ke dua punya tugas berat yaitu memberikan dasar-dasar yang kuat untuk kepemimpinan nasional kita selanjutnya," tutup Djayadi. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH