Jokowi Stop Ekspor Bahan Mentah Timah dan Bauksit Tahun Ini

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 06 Agustus 2022
Jokowi Stop Ekspor Bahan Mentah Timah dan Bauksit Tahun Ini
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat menghadiri peresmian pembukaan Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD tahun 2022. (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)

MerahPutih.com - Pemerintah berencana akan menghentikan ekspor dalam bentuk bahan mentah seperti timah dan bauksit. Nantinya, BUMN ditugaskan untuk mengolah bahan mentah tersebut menjadi bahan jadi agar punya nilai jual tinggi.

"Akan kita stop lagi tahun ini mungkin timah atau bauksit, stop. Kerjakan oleh BUMN, bekerja sama dengan swasta. Kalau BUMN dan swasta belum siap teknologinya, mengambil partner, enggak apa-apa. Patner asing untuk transfer teknologi, enggak apa-apa," kata Jokowi yang dikutip Sabtu (6/8).

Jokowi pun menyoroti ekspor bahan mentah nikel yang telah dilakukan sejak lama. Menurutnya, nilai ekspor nikel dalam bentuk bahan mentah pada 2014 hanya mencapai USD1 miliar atau Rp 15 triliun dan melompat berkali-kali lipat setelah ekspor tersebut dihentikan.

Baca Juga:

Presiden Jokowi Akan Tutup ASEAN Para Games XI Tahun 2022

"Begitu kita stop, 2017 stop (ekspor bahan mentah) nikel, ekspor di 2021 mencapai Rp 300 triliun lebih. Dari Rp 15 triliun, melompat menjadi Rp 300 triliun. Itu baru satu komoditas," imbuhnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, pihaknya tengah menggenjot hilirisasi dan industrialisasi agar mendapatkan banyak keuntungan. Pertama, penerimaan pajak akan meningkat, kedua akan membuka lapangan pekerjaan yang sangat banyak.

Baca Juga:

Jokowi Belum Bisa Janjikan Tambah Tunjangan Pensiun Purnawirawan TNI

Jika hilirisasi dan industrialisasi tersebut dilakukan secara konsisten, Kepala Negara meyakini, PDB/GDP ekonomi Indonesia yang saat ini berada pada ranking 15 di dunia akan dapat melompat ke urutan ketujuh di dunia pada 2030 nanti dan urutan keempat pada tahun 2045.

"Kalau pertumbuhan ekonomi kita baik, GDP kita baik, nanti di 2030 perkiraan kita sudah tiga kali yang sekarang, dari yang sekarang USD1,2-1,3 triliun menjadi di atas USD3 triliun. Akhirnya apa? APBN kita menjadi menggembung lebih besar," tandasnya. (Asp)

Baca Juga:

Presiden Jokowi Tutup ASEAN Para Games, 2.137 Personel Gabungan Diturunkan

#Ekspor Indonesia #Presiden Jokowi
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Bagikan