Jokowi Singgung Tanggung Jawab Prabowo Sukseskan Lumbung Pangan Nasional Arsip Foto. Presiden Joko Widodo. Presiden di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (5/8/2020). ANTARA/HO-Humas Kemensetneg/pri

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) telah memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 dampaknya sanga luas. Salah satunya di sektor pangan.

Hal itu ia sampaikan saat Kongres Luar Biasa (KLB) Gerindra sekaligus pengukuhan Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8).

Baca Juga:

Jadi "Kepala Proyek" Lumbung Pangan Nasional, Bukti Kemesraan Jokowi dan Prabowo

Jokowi menugaskan Menteri Pertahanan itu memperjuangkan cadangan strategis pangan nasional yang dibangun di Kalimantan Tengah.

“Sehingga kita mampu memproduksi apa yang menjadi kebutuhan pangan kita memperkuat ketahanan nasional kita khususnya di bidang pangan,” kata pidato Jokowi yang disiarkan secara virtual.

Jokowi menambahkan, untuk keluar dari krisis di tengah pandemi ini sangat tergantung pada kekuatan diri masing-masing. Sehingga mengajak masyarakat berjuang dengan pemerintah keluar dari krisis ini.

“Kita harus menyadari bahwa kemampuan kita bertahan dan keluar dari krisis pangan sangat tergantung pada perjuangan kita sendiri,” ungkapnya.

Ia berharap, Indonesia dapat memproduksi kebutuhan pangan nasional secara mandiri, sehingga dapat berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).

Menurut Jokowi, Indonesia memiliki kemampuan untuk melewati masa-masa sulit ini.

Dia optimistis Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi yang terjadi, sehingga tidak jatuh ke jurang resesi.

Melihat jumlah penduduk Indonesia yang besar, maka ia mengatakan, pemerintah perlu meningkatkan produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar yang sangat besar.

"Jumlah penduduk kita 267 juta adalah kekuatan besar kita. Ini adalah pasar yang sangat besar bagi produk-produk yang kita buat sendiri. Kita juga memiliki penduduk dengan usia produktif yang sangat besar, yang juga menjadi kekuatan produktif negara kita," ungkap pria asal Solo ini.

Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo (kiri) dan Menteri Pertahanan Prabowo Sobianto (dua dari kiri) ketika mendampingi Presiden Joko Widodo saat melakukan peninjauan lahan untuk pengembangan lumbung padi nadional. (Foto: Antara)
Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo (kiri) dan Menteri Pertahanan Prabowo Sobianto (dua dari kiri) ketika mendampingi Presiden Joko Widodo saat melakukan peninjauan lahan untuk pengembangan lumbung padi nadional. (Foto: Antara)

"Saatnya kita melihat apa saja yang menjadi kekuatan kita untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan itu," tutur dia.

Tahap pertama dimulainya proyek ketahanan pangan food estate Kalimantan Tengah akan ditandai dengan penanaman padi perdana pada Oktober 2020.

Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Kementerian Pertanian (BBSDLP Kementan) Husnain mengatakan, pemerintah telah melakukkan sejumlah persiapan untuk melakukan penanaman padi tahap pertama di atas lahan seluas 30.000 hektare (Ha).

"Kami telah intensif mengunjungi lapangan dalam mempersiapkan lahan lumbung pangan. Penanaman padi akan dimulai pada Oktober 2020," kata Husnain kepada wartawan.

Selain itu, koordinasi antarkementerian dan lembaga hingga badan usaha yang terlibat telah dilakukan. Pemerintah juga telah melakukan pembagian tugas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Husnain mengatakan area lumbung pangan merupakan lahan sawah yang telah memiliki masa tanam dua kali dalam setahun.

Selain menanam padi sebagai komoditas utama pemerintah juga akan menanam produk hortikultura, perkebunan, hingga peternakan itik.

Pemerintah pun memastikan pengembangan lumbung pangan tahap pertama ini tidak dilakukan di lahan gambut, melainkan di atas lahan rawa mineral yang sudah menjadi sawah sehingga risiko terjadinya kebakaran kecil.

Baca Juga:

Jabat Bos Lumbung Pangan, Popularitas Prabowo Meroket

Ia menjelaskan, seluruh aktivitas off farm atau pasca-produksi akan dilakukan oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Sementara Kementan akan turut terlibat dalam meningkatkan nilai tambah produk setelah masa panen.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan penyusunan kajian master plan dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) untuk usulan kawasan ekonomi khusus (KEK) pangan.

"Selain kami, masing-masing kementerian juga telah menyusun rancangan terkait lumbung pangan nasional ini," kata Musdhalifah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) misalnya, telah melakukan rehabilitasi irigasi hingga penyiapan dokumen amdal.

Hal ini agar lahan seluas 30.000 ha bisa menjadi bagian yang direplikasi untuk mencapai 148.000 ha.

Sebagaimana diketahui, tahap pertama lumbung pangan akan dilakukan pada lahan seluas 30.000 ha pada 2020 dengan target produktivitas mencapai 5 ton per ha. Nantinya lahan tersebut akan diperluas hingga 148.000 ha. (Knu)

Baca Juga:

Menhan Jadi Pemimpin Lumbung Pangan, Pengamat Ungkit Kedekatan Prabowo-Jokowi di Pilkada DKI 2012



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH