Jokowi Singgung BUMN jangan "Maruk" Garap Proyek Presiden Jokowi dalam diskusi dengan wartawan kepresidenan di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/12/2019). ANTARA/Desca Lidya Natalia.

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo meminta agar proyek-proyek infrastruktur, dari proyek besar sampai yang kecil, jangan semua diambil oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut Jokowi, proyek-proyek semestinya juga "dibagi" pada pengusaha swasta dan pengusaha lokal.

“Berilah ruang yang lebih luas pada swasta, pada pengusaha lokal, pengusaha kecil, dan menengah, tenaga kerja lokal, agar terlibat dalam pembangunan infrastruktur,” tegas Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Akselerasi Implementasi Program Infrastruktur, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/12) sore.

Baca Juga:

DPR Dukung Langkah Bersih-Bersih Erick Thohir di Perusahaan BUMN

Jokowi mengemukakan, tidak mungkin semua infrastruktur dibiayai oleh APBN.

Gedung Kementerian BUMN. ANTARA/Aji Cakti/pri.
Gedung Kementerian BUMN. ANTARA/Aji Cakti/pri.

Oleh karena itu, pemerintah menawarkan model pembiayaan creative hybrid financing seperti KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha), juga pembiayaan investasi non anggaran pemerintah bina.

Karena itu, Presiden mengingatkan, ekosistem investasi di seluruh sektor infrastruktur harus segera diperbaiki dan di­reform, sehingga memiliki daya tarik dan daya saing investasi yang semakin baik.

Jokowi mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur harus difokuskan kepada memperlancar konektivitas di sepanjang rantai pasok yang menghubungkan pasar dengan sentra-sentra produksi rakyat, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, industri, termasuk di dalamnya UMKM.

Baca Juga:

PSI Puji Erick Thohir Larang Bagi-Bagi Suvenir saat RUPS BUMN

“Sehingga infrastruktur yang kita bangun betul-betul memiliki impact pada indeks logistic perform kita, serta memiliki dampak pada peningkatan daya saing produk-produk ekspor negara kita,” ujar Jokowi.

Menteri BUMN Erick Thohir di lingkungan istana kepresidenan Jakarta. ANTARA/Desca Lidya Natalia
Menteri BUMN Erick Thohir di lingkungan istana kepresidenan Jakarta. ANTARA/Desca Lidya Natalia

Ia lantas mendesak agar dilakukan pembenahan terus-menerus pada manajemen rantai pasok konstruksi mulai dari penyiapan SDM (Sumber Daya Manusia), peralatan material, inovasi teknologi, dan juga pendanaan.

“Ini artinya kita perlu memperkuat industri pendukung infrastruktur,” kata Presiden Jokowi. (Knu)

Baca Juga:

Kementerian BUMN Tegaskan Operasional Garuda Tak Terganggu Pergantian Direksi


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH