Jokowi Sindir Kepala BKPM yang Sering Catut Namanya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Masa Bakti 2019-2022 di Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo menghadiri acara Pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Masa Bakti 2019-2022 di Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/1).

Dalam acara tersebut hadir pula, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Airlangga Hartarto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Dalam sambutannya Jokowi menyindir Bahlil yang selalu membawa nama dirinya jika berhadapan dengan Kepala Daerah untuk melancarkan perizinan para investor asing di Indonesia. Bahkan, kata Jokowi, pembebasan lahan di daerah oleh Bahlil juga membawa-bawa namanya.

Baca Juga

Anies: Berhasil Pimpin HIPMI Jaya, Afi Kalla Pantas Naik ke Jenjang Berikutnya

Meski demikian, Jokowi mengaku, pencatutan nama dirinya tersebut oleh Bahlil tak menjadi masalah yang terpenting persoalan investasi bisa terselesaikan.

"Misalnya di Banten selesai meskipun ancamannya bawa nama presiden (Jokowi), kalau ancam Gubernur, Bupati, Wali Kota, bawa nama saya tapi masalahnya selesai, buat saya tidak ada masalah, akhirnya rampung," kata Jokowi saat sambutan di acara pelantikan HIPMI.

Bahlil Lahadalia berbicara kepada wartawan di halaman Istana Negara usai bertemu Presiden Joko Widodo. Foto: ANTARA/Bayu Prasetyo/aa.

"Urusan kaya gini banyak tidak bisa kita eksekusi karena kita banyak di atas dan tidak masuk ke masalah sesungguhnya," sambungnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta kepada Bahlil untuk melayani investor asing yang mau berinvestasi ke Indonesia, jangan sampai berjalan sendiri.

"Investasi yang datang ke sini dengan pengusaha nasional kita jangan sampai mereka berjalan sendiri, dan itu bisa dilakukan pada saat mereka datang minta izin untuk investasi di negara kita," tuturnya.

Baca Juga

HIPMI: Pidato Presiden Warning untuk Tim Ekonomi

Jokowi mengaku sudah menitipkan investor asing ke Bahlil agar berinvestasi di Indonesia. Apalagi, kata Jokowi, Bahlil sudah berpengalaman dalam bidang usaha mengingat Bahlil pernah menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI periode 2015-2019.

"Sudah banyak investor yang datang ke kita tapi balik, sudah datang di dalam pintu, ada 780 triliun sudah di dalam, menyusul 2400 triliun sudah di dalam, karena kita tidak melayani," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH