Jokowi Sidak Kesiapan Banyuwangi Jadi Prototipe Wisata New Normal di Indonesia Banyuwangi kini menjadi tujuan wisata yang menarik. (foto: Instagram @landscapebanyuwangi)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri mendatangi Banyuwangi dalam rangkai kunjungan ke Jawa Timur hari ini. Kunjungan kerja setelah dari Surabaya itu bertujuan untuk meninjau kesiapan adaptasi kebiasaan baru sekaligus mempromosikan destinasi wisata New Normal di sana sebelum kembali Jakarta di hari yang sama.

"Harapan Presiden di sana masyarakat bisa produktif untuk mengeksploitasi wisata yang ada di Banyuwangi, sehingga kita tidak terbelenggu dengan kondisi PSBB, tidak terbelenggu dengan kondisi COVID-19," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (25/6).

Baca Juga:

Kebiasaan Anyar, Jadi Jurus Banyuwangi Atasi COVID-19

Menurut Heru, awalnya Presiden Jokowi lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 menuju Bandara Bandar Udara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo pagi tadi. Dari Sidoarjo rombongan menuju Surabaya dan kemudian kembali ke bandara untuk terbang ke Bandara Internasional Banyuwangi.

Agenda kerja Presiden di Banyuwangi akan diawali dengan meninjau langsung pasar tradisional dan Pasar Pelayanan Publik Rogojampi. Setelahnya, Presiden dijadwalkan untuk menuju Pantai So Long untuk meninjau kesiapan adaptasi kebiasaan baru di destinasi wisata di Kabupaten ujung timur Jawa yang berbatasan langsung Pulau Bali itu.

Sunrise of Java

Jokowi
Kunjungan kerja Jokowi. (Foto: Antara)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sendiri telah menerapkan "kebiasaan anyar" sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di tengah masyarakat. Gerakan ini diinisiasi langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dengan mengadaptasi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat lokal.

"Untuk new normal ini kami sebut di Banyuwangi adalah 'kebiasaan anyar' atau kebiasaan varu. (Kalau) new normal ini kan hanya dimengerti oleh golongan tertentu, jadi biar ibu-ibu juga tahu," kata Bupati baru-baru ini.

Adapun "kebiasaan anyar" ini mulai diterapkan dari berbagai kegiatan pelayanan publik. Hal itu dilakukan mengingat pandemi COVID-19 belum dapat dipastikan kapan akan berakhir atau ditemukan vaksinnya.

Baca Juga:

Jokowi Percaya Diri Pariwisata Indonesia Pulih Tahun Depan

Oleh sebab itu, Pemkab Banyuwangi akhirnya menerapkan pelayanan masyarakat mulai dari tingkat desa dengan standar operasional prosedur (SOP) merujuk protokol kesehatan COVID-19.

"Masker itu wajib. Kalau mereka tidak memakai masker tidak akan mendapat pelayanan. Kemudian sebelum masuk harus dicek dengan thermo gun, kalau tidak mau dicek, suruh keluar. Yang ketiga wajib cuci tangan sebelum masuk. Begitu masuk ke dalam harus berjaga jarak. Kemudian ibu-ibu yang sepuh agak batuk-batuk tidak boleh masuk," beber Azwar Anas.

banyuwangi
Suasana sebuah restoran saat Pemkab Banyuwangi melakukan sosialisasi era normal baru bidang kuliner di Banyuwangi. (ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi)

Aturan ini juga berlaku bagi sektor pariwisata, mengingat Banyuwangi yang juga terkenal dengan julukan Sunrise of Java itu memiliki ragam destinasi wisata dan menjadi nafas perekonomian utama di ujung timur Pulau Jawa.

"Hotel ada yang sudah paket dengan rapid test. Bandara ada SOP untuk menjemput tamu. Ketika turun (dari pesawat) mereka (penumpang) harus diperiksa dan dites. Travel harus jelas. Restoran harus kita kurasi dan kami kasih stiker new normal. Semua tamu wajib dikasih hand sanitizer," papar Bupati.

Azwar menambahkan Banyuwangi juga telah ditunjuk Pemerintah pusat sebagai prototipe atau role model wilayah untuk re-opening pariwisata di Tanah Air. "Banyuwangi menjadi role model bersama Bali dan Bintan," tutup orang nomor satu di Pemkab Banyuwangi itu. (Pon)

Baca Juga:

Solusi Jitu Jokowi Lawan Ketakutan PHK Massal Industri Pariwisata

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PSI Kembali Temukan Anggaran Fantastis yang Diajukan Anak Buah Anies
Indonesia
Langgar PSBB, Pemilik Resto dan Cafe bakal Didenda Rp150 Juta
Indonesia
Langgar PSBB, Pemilik Resto dan Cafe bakal Didenda Rp150 Juta

Kebijakan itu mengacu dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 79 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya dan Pengendalian COVID-19.

MA Kembali Sunat Hukuman Terpidana Korupsi Eks Legislator PKB
Indonesia
MA Kembali Sunat Hukuman Terpidana Korupsi Eks Legislator PKB

Putusan tersebut diputuskan Majelis PK MA yang terdiri dari Andi Samsan Nganro selaku Ketua Majelis

Kapolri Cabut Maklumat COVID-19, Wakil Rakyat Khawatir Ledakan Gelombang 2
Indonesia
Kapolri Cabut Maklumat COVID-19, Wakil Rakyat Khawatir Ledakan Gelombang 2

Kapolri mencabut Maklumat Penanganan COVID-19 dengan Maklumat Normal Baru pada 25 Juni lalu.

Perayaan Imlek Nasional 2020 Diramaikan Kaum Difabel dan Raja-Raja Nusantara
Indonesia
Perayaan Imlek Nasional 2020 Diramaikan Kaum Difabel dan Raja-Raja Nusantara

Perayaan Imlek Nasional 2020 ini bertemakan "Bersatu untuk Indonesia Maju".

Jokowi Mau Pakai Teknologi Kecerdasan Buatan Perangi COVID-19, Apa Saja?
Indonesia
Jokowi Mau Pakai Teknologi Kecerdasan Buatan Perangi COVID-19, Apa Saja?

Penggunaan semua teknologi yang ada untuk mengatasi penyebaran COVID-1

[HOAKS atau FAKTA]: Pengganti Wawancara, PT KAI Minta Pelamar Rekam Bagian Tubuh
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pengganti Wawancara, PT KAI Minta Pelamar Rekam Bagian Tubuh

Dalam percakapan tersebut, akun PT KAI meminta agar pelamar merekam bagian pundak dan perut pelamar.

Demo UU Ciptaker Marak, Muhammadiyah Minta Jokowi Buka Mata
Indonesia
Demo UU Ciptaker Marak, Muhammadiyah Minta Jokowi Buka Mata

PP Muhammadiyah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka mata terkait maraknya aksi unjuk rasa oleh berbagai elemen masyarakat yang menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Pemprov DKI Tutup 153 Perusahaan Langgar PSBB
Indonesia
Pemprov DKI Tutup 153 Perusahaan Langgar PSBB

Pelaksanaan rapid test tersebut digelar di 6 wilayah kota/kabupaten administrasi DKI Jakarta.

Pemprov DKI: 96.748 Rapid Test, 3.703 Terkonfirmasi Positif Corona
Indonesia
Pemprov DKI: 96.748 Rapid Test, 3.703 Terkonfirmasi Positif Corona

Persentase positif COVID-19 sebesar 4 persen.