Jokowi Resmikan Bendungan ke-9 Yang Rampung di Bangun Tahun 2021 Pembangunan Bendungan Karalloe.(Foto: Kementerian PUPR)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan kunjungan kerja ke daerah. Kali ini, ia dan rombongan bertolak menuju Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Kepala Negara bersama rombongan lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada Selasa (23/11).

Baca Juga:

Presiden Kunjungi Sulawesi Selatan Tinjau Vaksinasi dan Resmikan Bendungan

Setibanya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Presiden Jokowi dan rombongan dijadwalkan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Gowa, dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU.

Di Kabupaten Gowa, Presiden Jokowi diagendakan untuk meresmikan Bendungan Karalloe, yang ada di Kecamatan Tompobulu. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi akan membuka tuas pintu air sekaligus menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Bendungan Karalloe.

Bendungan Karalloe terletak di Kabupaten Gowa bakal mengairi areal persawahan di Kabupaten Jeneponto seluas 7.004 hektar serta menjadi sumber air baku untuk masyarakat Jeneponto sebesar 440 liter per detik, potensi listrik sebesar 4.5 MW, sebagai pengendali banjir, konservasi air, dan tentunya potensi destinasi wisata serta pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat sekitar.

Pembangunan Bendungan Karalloe ini, termasuk ke dalam rencana 65 bendungan pada Nawacita dan sempat diterjang banjir bandang pada Januari 2019 lalu. Bendungan yang sumber airnya berasal dari Sungai Karale ini merupakan tipe bendungan Concrete Face Rockfill Dam dan direncanakan memiliki tampungan efektif sebesar 28.27 juta meter kubik dan seharusnya selesai 2020 lalu.

Bendungan Karalloe ini merupakan bendungan kesembilan yang akan diresmikan oleh Presiden Jokowi selama tahun 2021. Dari sembilan bendungan tersebut, tiga di antaranya berada di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Setelahnya, Presiden Jokowi akan menuju Kabupaten Jeneponto untuk melakukan penanaman jagung bersama para petani dan masyarakat sekitar. (Knu)

Baca Juga:

419 Rumah Bagi Warga Terdampak Proyek Bendungan Kuningan Segera Diserahkan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gempa 5,6 Landa Sukabumi Jawa Barat
Indonesia
Gempa 5,6 Landa Sukabumi Jawa Barat

Warga di sekitar Kota Bandung merasakan gempa tersebut selama beberapa detik.

Pemerintah Perpanjang Dana Otonomi Khusus Papua
Indonesia
Pemerintah Perpanjang Dana Otonomi Khusus Papua

Dalam perpanjangan Dana Otsus, pemerintah akan melakukan revisi pada sejumlah peraturan, termasuk revisi sejumlah pasal dalam Undang-undang Otonomi Khusus Provinsi Papua.

Koalisi Partai Islam Dinilai Punya Kekuatan Kuat di Parlemen dan Pemilu
Indonesia
Putra Bungsu Raja Mangkunegara IX Bertekad Lanjutkan Cita-Cita sang Ayah
Indonesia
Putra Bungsu Raja Mangkunegara IX Bertekad Lanjutkan Cita-Cita sang Ayah

Ke depan, kata dia, keluarga akan tetapi meneruskan semangat Raja Mangkunegaran dan meneruskan cita-cita raja. Meninggalnya sang ayah, terjadi begitu mendadak.

Wakil Ketua DPD: Amandemen UUD Adalah Keniscayaan
Indonesia
Wakil Ketua DPD: Amandemen UUD Adalah Keniscayaan

Wakil Ketua III DPD RI Sultan B Najamudin kembali menjelaskan kebutuhan dan urgensi amandemen konstitusi yang saat ini menuai pro dan kontra.

Syarat Mengusung Capres 2024 Berdasarkan Hasil Pemilu 2019 Dipertanyakan
Indonesia
Syarat Mengusung Capres 2024 Berdasarkan Hasil Pemilu 2019 Dipertanyakan

Pemilu Legislatif tahun 2014 dipergunakan untuk dua kali pemilihan presiden dan wakil presiden

Tampung Novel Baswedan cs di Bareskrim, Kapolri Disebut Sosok Negarawan
Indonesia
Tampung Novel Baswedan cs di Bareskrim, Kapolri Disebut Sosok Negarawan

Sigit mengatakan niatan tersebut telah disampaikannya kepada Presiden Joko Widodo

Kunker ke Sulsel, Kapolri Sidak Kampung Tangguh Balla Ewako
Indonesia
Kunker ke Sulsel, Kapolri Sidak Kampung Tangguh Balla Ewako

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait penanganan Pandemi COVID-19.

Ini Alasan Pemerintah Pangkas Karantina Pulang Dari Luar Negeri Jadi 3 Hari
Indonesia
Ini Alasan Pemerintah Pangkas Karantina Pulang Dari Luar Negeri Jadi 3 Hari

Ketentuan mengenai karantina tersebut akan segera dituangkan dalam perubahan SE KaSatgas Nomor 20/2021 untuk dapat segera diterapkan.

Pengamat Harap Ketegasan Kapolri Menular ke Seluruh Anggota Polri
Indonesia
Pengamat Harap Ketegasan Kapolri Menular ke Seluruh Anggota Polri

Gardi berharap ketegasan Kapolri diikuti oleh jajarannya