Jokowi Punya Waktu Sebulan Pastikan Sosok Calon Panglima TNI Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mengirim surat presiden (surpres) berisi nama calon panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto.

Jokowi masih punya waktu hingga bulan depan untuk menyerahkan nama calon pengganti Hadi Tjahjanto ke DPR.

"Memang harus diajukan bulan depan, diputuskan DPR bulan depan, karena masih ada waktu," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno kepada wartawan, Sabtu (9/10).

Baca Juga

Adu Tajir 2 Calon Panglima TNI

Saat ditanya nama-nama calon panglima TNI, Pratikno mengungkap kriteria calon panglima TNI merupakan kepala staf di kesatuan masing-masing. Namun, dia tidak menyebut siapa nama calon yang dimaksud.

"Ya syaratnya panglima kepala staf tapi belum, belum diajukan. Kan masih bulan depan," jawabnya.

Pratikno menjelaskan Jokowi masih punya cukup waktu. Yang terpenting, bulan depan Surpres sudah dikirim ke DPR untuk diputuskan. Jokowi punya waktu hingga 30 November untuk melantik Panglima baru.

Sehingga untuk memproses calon Panglima TNI baru di DPR, Jokowi setidaknya harus sudah mengirim nama Panglima baru sebelum 2 November.

Prajurit TNI. (Foto: Antara)
Prajurit TNI. (Foto: Antara)

DPR sudah memasuki masa reses pada 7 Oktober, sehingga masa sidang DPR yang baru adalah awal November.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mengirim surat presiden (Surpres) terkait nama calon Panglima TNI.

Diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan mulai memasuki masa pensiun pada 1 Desember 2021 mendatang.

Politikus Partai Golkar itu berharap, sebelum DPR memasuki masa reses yang dimulai pada 8 Oktober hingga 7 November 2021 nanti, kepala negara sudah menyerahkan kepada legislatif.

Baca Juga

Survei Calon Panglima TNI, Jenderal Andika Hanya Kalah dari Laksamana Yudo Dalam Hal ini

Saat ini, ada tiga nama calon Panglima TNI yang memenuhi syarat. Yakni KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAL Laksamana Yudo Margono dan KSAU Marsekal Fajar Prasetyo.

Ketiga calon itu punya peluang, namun peluang lebih besar ada pada Jenderal Andika Perkasa dan Laksamana Yudo Margono. Jika pertimbangan bergiliran mau diterapkan, peluang Yudo Margono lebih terbuka. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
AMPI Jabar Ingin Duetkan Airlangga dan Ridwan Kamil
Indonesia
AMPI Jabar Ingin Duetkan Airlangga dan Ridwan Kamil

Airlangga yang merupakan Dewan Pembina AMPI dan Ridwan Kamil akan hadir bersamaan dalam acara pembukaan Munas AMPI.

Pemprov DKI Tegaskan tidak Pernah Tutup dan Larang Citayam Fashion Week
Indonesia
Pemprov DKI Tegaskan tidak Pernah Tutup dan Larang Citayam Fashion Week

Pemprov DKI tidak akan pernah menutup atau melarang kegiatan Citayam Fashion Week meskipun mendapatkan protes dari masyarakat

Akulaku Jalin Kerja Sama Kredit Sindikasi dengan 15 BPR
Indonesia
Akulaku Jalin Kerja Sama Kredit Sindikasi dengan 15 BPR

PT Akulaku Finance Indonesia melakukan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dengan melibatkan 15 Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Usul Penundaan Pemilu, Cak Imin Seret Nama Ma'ruf Amin
Indonesia
Usul Penundaan Pemilu, Cak Imin Seret Nama Ma'ruf Amin

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar kembali berbicara soal penundaan Pemilu.

Dukung Destinasi Wisata Ramah Lingkungan, PLN Bangun Puluhan SPKLU
Indonesia
Dukung Destinasi Wisata Ramah Lingkungan, PLN Bangun Puluhan SPKLU

PT PLN (Persero) menyatakan telah membangun 27 unit stasiun pengisian daya baterai kendaraan listrik umum atau SPKLU di sejumlah destinasi wisata untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata ramah lingkungan.

Utang Negara Bertambah, AHY: Pemindahan IKN Jangan Sampai Gagal
Indonesia
Utang Negara Bertambah, AHY: Pemindahan IKN Jangan Sampai Gagal

Pemerintah harus hati-hati dalam melakukan proses pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Panajam Paser, Kalimantan. Sebab, proyek tersebut bisa saja gagal, bila prosesnya tidak dilaksanakan secara matang dan tidak memiliki sumber daya yang mempuni. Terlebih pembangunan kota baru harus mempunyai dana yang cukup besar.

PDIP Segera Wajibkan Caleg-Cakada Ikuti Pelatihan E-Learning KPK
Indonesia
PDIP Segera Wajibkan Caleg-Cakada Ikuti Pelatihan E-Learning KPK

PDIP akan segera membuat peraturan baru yang mewajibkan setiap calon anggota legislatif (caleg) yang maju di pemilu untuk mengikuti pelatihan antikorupsi.

Pintu Masuk Pelancong dan WNI dari Luar Negeri Terus Ditambah
Indonesia
Pintu Masuk Pelancong dan WNI dari Luar Negeri Terus Ditambah

Pengaturan terhadap pergantian layanan dan pemulangan bagi awak kapal WNA atau awak kapal WNI, pada kapal berbendera asing dapat dilakukan melalui beberapa Pelabuhan di Indonesia.

[HOAKS atau FAKTA]: Mantan Menkes Terawan Promosikan Obat Diabetes
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Mantan Menkes Terawan Promosikan Obat Diabetes

Penelusuran dari laman Facebook tidak ditemukan berita terkait konten promosi obat diabetes tersebut.

Kubu Ade Armando Segera Polisikan Sekjen PAN
Indonesia
Kubu Ade Armando Segera Polisikan Sekjen PAN

Batas waktu somasi terhadap Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno sudah selesai.