Jokowi Puji Pj DKI 1 Lanjutkan Sodetan Ciliwung, PSI: Anies tidak Punya Niat Kuat Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana dalam rapat Komisi A DPRD DKI Jakarta. (Dok PSI DPRD DKI Jakarta)

MerahPutih.com - Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana menanggapi pujian Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono yang melanjutkan proyek sodetan Kali Ciliwung setelah mangkrak enam tahun.

Menurut William, Pj Heru mempunyai niatan untuk mengatasi persoalan banjir Jakarta. Berbeda dengan gubernur sebelumnya, yang tidak mengerjakan pembangunan sodetan kali.

Baca Juga

Kendala Pemerintah Garap Proyek Sodetan Kali Ciliwung

"Pujian Presiden tersebut jadi bukti Pj Heru Budi punya niat kuat menyelesaikan masalah banjir di Jakarta," kata William di Jakarta, Rabu (25/1).

Ia menilai mangkraknya proyek sodetan Ciliwung karena di era Gubernur Anies Baswedan tidak punya kuat untuk menyelesaikan permasalahan banjir di Ibu Kota.

"Di zaman Anies Baswean tidak ada niat politik kuat untuk melakukan itu. Alhasil mangkrak bertahun-tahun," ujar William.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini mengatakan sejumlah anggaran yang dikeluarkan, bahkan hingga ratusan triliun, jika tidak ada niat politik yang kuat, semuanya tidak akan berdampak apapun.

"Ini jadi bahan pelajaran kita bersama, juga bagi warga DKI agar tidak salah dalam memilih pemimpin," tegasnya.

Baca Juga

Jokowi Optimistis Sodetan Ciliwung Selesai pada April

William juga berharap semua stakeholder untuk turut serta membantu dan memudahkan pelaksanaan pembangunan sodetan sungai Ciliwung dan sejumlah kebijakan untuk menyelesaikan persoalan banjir di Jakarta.

"Semua pemangku kepentingan mestinya bersatu padu agar proses pembangunan sodetan juga program penyelesaian banjir lainnya cepat terlaksana, dan dampaknya bisa langsung dirasakan warga," tegasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengaku kaget pembebasan lahan untuk program sodetan kali bisa dilakukan oleh Pj Heru Budi Hartono. Dia menyebut tidak mengetahui pendekatan apa yang dilakukan Heru hingga pembebasan lahan bisa dilakukan.

"Saya juga kaget dikerjakan oleh Pak Gubernur Heru, saya nggak tahu pendekatannya apa, tapi selesai. Sehingga saya ke sini tadi karena sudah selesai," papar Jokowi. (Asp)

Baca Juga

PDIP Puji Keberanian Pj DKI 1 Eksekusi Proyek Sodetan Kali Ciliwung

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mahfud MD:  Papua Harus Dilihat Dalam Kondisi Normal
Indonesia
Mahfud MD: Papua Harus Dilihat Dalam Kondisi Normal

Delapan pekerja PT Palapa Timur Telematika tewas setelah dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di pedalaman Beoga.

Penambahan Pasien Sembuh COVID-19 Sebanyak 6.044 pada Minggu (21/8)
Indonesia
Penambahan Pasien Sembuh COVID-19 Sebanyak 6.044 pada Minggu (21/8)

Pada Minggu (21/8), dilaporkan ada tambahan 3.949 kasus positif COVID-19 di Indonesia.

KPK Tahan Bos Diratama Jaya Mandiri, Tersangka Korupsi Helikopter AW-101
Indonesia
KPK Tahan Bos Diratama Jaya Mandiri, Tersangka Korupsi Helikopter AW-101

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan bos PT Diratama Jaya Mandiri, Irfan Kurnia Saleh alias Jhon Irfan Kenway, Selasa (24/5). Irfan ditahan usai dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadapaan helikopter AW-101 di TNI AU tahun 2016-2017.

KPK Diharapkan Segera Umumkan Tersangka Usai Geledah DPRD DKI
Indonesia
KPK Diharapkan Segera Umumkan Tersangka Usai Geledah DPRD DKI

Ada sejumlah koper berisi dokumen yang diangkut tim KPK untuk dibawa ke gedung antirasuah tersebut.

 Warga Coba Satukan Uang Rp 35 Juta Dimakan Rayap Dengan Kertas HVS
Indonesia
Warga Coba Satukan Uang Rp 35 Juta Dimakan Rayap Dengan Kertas HVS

Uang kertas Rp 35 juta, terdiri dari pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000, yang ia tabung menjadi telah serpihan. Bahkan nomer seri sudah hampir tidak terlihat.

KPK Didesak Jemput Paksa Lukas Enembe
Indonesia
KPK Didesak Jemput Paksa Lukas Enembe

Lukas diminta segera dijemput paksa untuk menyelesaikan berkas perkaranya.

Proyek Tanggul Laut Raksasa Tetap Berlanjut meski Ibu Kota Pindah
Indonesia
Proyek Tanggul Laut Raksasa Tetap Berlanjut meski Ibu Kota Pindah

Program tanggul raksasa atau giant sea wall sekarang ini perlu dilaksanakan Pemerintah DKI guna mengatasi banjir ROB.

Jokowi Puji Sinergisitas Pusat dan Daerah dalam Penanganan COVID-19
Indonesia
Jokowi Puji Sinergisitas Pusat dan Daerah dalam Penanganan COVID-19

Jokowi menyampaikan apresiasi kepada anak buahnya dalam menangani pandemi COVID-19.

PAN Bakal Polisikan Ade Armando
Indonesia
PAN Bakal Polisikan Ade Armando

Partai Amanat Nasional (PAN) bakal melaporkan balik pegiat media sosial Ade Armando dan tim kuasa hukumnya Muannas Alaidid ke polisi. Langkah ini akan diambil setelah pihak Ade Armando mempolisikan Sekjen PAN Eddy Soeparno.

Biden Janji Gelontorkan Dana USD 150 Juta Bagi Negara di ASEAN
Dunia
Biden Janji Gelontorkan Dana USD 150 Juta Bagi Negara di ASEAN

Pemerintahan Biden berharap upaya itu akan menunjukkan kepada negara-negara ASEAN, Washington tetap fokus pada Indo Pasifik dan tantangan jangka panjang Tiongkok.