Jokowi Pastikan Penghapusan Ujian Nasional Sudah Dikaji secara Matang

Jokowi Pastikan Penghapusan Ujian Nasional Sudah Dikaji secara Matang Ilustrasi siswa sekolah tingkat SMA melaksanakan UNBK (Antara News Sumsel/HO)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo mendukung keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk menghapuskan ujian nasional mulai tahun 2021 mendatang. Menurut Jokowi, keputusan itu sudah dikaji secara matang.

“Sudah dihitung, dikalkulasi, saya kira kita mendukung apa yang sudah diputuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Jokowi kepada wartawan di kawasan Cikarang, Rabu (12/12).

Baca Juga:

Penjelasan Sandiaga Terkait Ide Penghapusan Ujian Nasional

Menurut Jokowi, mulai tahun 2021, ujian nasional 2021 akan diganti dengan yang namanya assessment kompetensi. Artinya yang di-assessment nanti adalah sekolah dan guru-guru. Juga ada yang namanya nanti survei karakter.

Ujian Nasional Berbasis Komputer. Foto:ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Ujian Nasional Berbasis Komputer. Foto:ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

“Itu juga bisa dijadikan sebuah evaluasi pendidikan kita ini sampai ke level yang mana ke tingkat yang mana,” terang Presiden.

Artinya, lanjut Jokowi, mau tidak mau nanti setiap sekolah akan ada angka-angkanya. Sekolah dengan angka di bawah grade tentu saja harus diperbaiki, diinjeksi sehingga mereka bisa naik levelnya. Akan kelihatan nanti sekolah-sekolah mana yang perlu disuntik diinjeksi.

Baca Juga:

Ingin Hapus Ujian Nasional, BPN Jelaskan Konsep Penggantinya

Jokowi menegaskan bahwa kebijakan penghapusan Ujian Nasional itu ada di pemerintah pusat.

Mendikbud Nadiem Makarim mengambil buku saat berkunjung ke Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (ANTARA/Indriani)
Mendikbud Nadiem Makarim mengambil buku saat berkunjung ke Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (ANTARA/Indriani)

“Tapi kan kalau policy ini betul-betul bisa menaikkan misalnya menaikkan kualitas pendidikan, menaikkan devisa kita ya tentu akan kita jalani terus," tegas Jokowi. (Knu)

Baca Juga:

Ujian Nasional Tidak Lagi Jadi Momok Menakutkan bagi Pelajar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mendagri Tegaskan Kampanye Hitam di Pilkada Serentak Bisa Dipidana
Indonesia
Mendagri Tegaskan Kampanye Hitam di Pilkada Serentak Bisa Dipidana

kampanye hitam seperti menebar kebencian dan kebohongan bisa berujung di ranah hukum.

Pilkada 2020, DPD PDIP Jateng Siap Sapu Bersih di 21 Daerah
Indonesia
Pilkada 2020, DPD PDIP Jateng Siap Sapu Bersih di 21 Daerah

"Target resmi yang diberikan DPP belum resmi dicanangkan. Kami maunya ya semua (menang)," ujar Bendahara DPD PDIP Jateng, Agustina

RAPBD DKI Defisit Rp 10 Triliun, Sekda Usul Pengurangan Anggaran
Indonesia
RAPBD DKI Defisit Rp 10 Triliun, Sekda Usul Pengurangan Anggaran

Sehingga menurutnya, perlu dipilih mana anggaran belanja yang menjadi prioritas.

Terdampak COVID-19, Ratusan Ribu WNI Telah Balik Kampung
Indonesia
Terdampak COVID-19, Ratusan Ribu WNI Telah Balik Kampung

WNI yang membawa hasil uji PCR dari luar negeri dengan hasil negatif sebelum keberangkatan, harus menjalani pemeriksaan tambahan saat tiba di Indonesia.

APBD Kolaps, Pemkot Solo Tegaskan Hanya Sanggup Bayar Gaji ASN
Indonesia
APBD Kolaps, Pemkot Solo Tegaskan Hanya Sanggup Bayar Gaji ASN

"Ya kita semua pasti tahu, anggaran APBD difokuskan untuk penanganan COVID-19. Sejumlah pos anggaran dilakukan rasionalisasi," ujar Ahyani

 LockVid 2020, Loket Virtual Gerbang Pelindungan Ciptaan Anak Negeri
Indonesia
LockVid 2020, Loket Virtual Gerbang Pelindungan Ciptaan Anak Negeri

“Virtual Loket itu bagian dari keinginan DJKI harus bisa menanggulangi dan memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan murah tentunya,” kata Sucipto

Kongres PAN Makin Panas, Pendukung Mulfachri dan Zulhas Nyaris Bentrok
Indonesia
Kongres PAN Makin Panas, Pendukung Mulfachri dan Zulhas Nyaris Bentrok

Kondisi semakin memanas ketika massa pendukung dari Caketum tersebut saling dorong

Khawatir Ditunggangi Massa Anarkis, Buruh Ogah Demo di Depan Istana Negara
Indonesia
Khawatir Ditunggangi Massa Anarkis, Buruh Ogah Demo di Depan Istana Negara

"Kami juga informan yang kita sebar. Ada pihak yang akan meminjam panggung kami," terang Supardi.

Pemprov DKI Tampik Tebang Pohon di Monas untuk Formula E
Indonesia
Pemprov DKI Tampik Tebang Pohon di Monas untuk Formula E

Pemprov DKI menampik melakukan penebangan 191 pohon di kawasan Monas karena Formula E.

Jumlah Korban Tewas akibat Banjir di Jabodetabek Capai 30 Orang
Indonesia
Jumlah Korban Tewas akibat Banjir di Jabodetabek Capai 30 Orang

Hingga Kamis (2/1) pukul 21.00 WIB, total korban jiwa dalam bencana banjir yang menimpa Jabodetabek terus bertambah.