Jokowi Pastikan Indonesia Belum Berencana Diisolasi karena Corona Presiden Joko Widodo. (Biro Pers Setpres via FB Presiden Joko Widodo)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo memastikan Indonesia belum melakukan isolasi terhadap wilayah yang diwaspadai sebagai lokasi penyebaran virus corona.

"Saya memberikan apresiasi terhadap daerah yang mampu mengedukasi ke masyarakat," ucap Jokowi kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (13/3).

Baca Juga:

Pasien Corona Bertambah Jadi 69 Orang, Dua Diantaranya Balita

Jokowi menghargai kerja sama seluruh kementerian dan lembaga termasuk pemda dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran corona.

"Saya juga ingin berikan apresiasi terhadap daerah-daerah yang mampu mengedukasi masyarakat," tuturnya.

Ilustrasi - Bahaya virus corona. (Foto : ANTARA/Shutterstock).
Ilustrasi - Bahaya virus corona. (Foto : ANTARA/Shutterstock)

Jokowi mengatakan, alat pendeteksi tubuh sudah dipasang di sejumlah titik masuk dan kepergian warga.

"Kalau kita lihat tadi waktu kita masuk ke Airport Soekarno-Hatta di kedatangan dari luar negeri, checking-nya juga sangat ketat," terang Jokowi.

Lalu, pemerintah juga mengantisipasi masuknya orang dari negara penyumbang corona seperti Iran, Korea Selatan, Italia dan Tiongkok.

Baca Juga:

Kepala BNPB Doni Monardo Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Penanganan Corona

"Untuk yang empat negara dan dicek tiga kali. Kalau yang dari negara di luar itu dicek dua kali oleh thermal scanner dan thermal gun. Saya kira sebuah pengecekan yang menurut saya ketat," jelas Jokowi.

Seperti diketahui, negara yang melakukan lockdown itu antara lain Italia, Denmark, Filipina, dan Irlandia.

Langkah ini sebelumnya telah dilakukan Tiongkok yang melakukan lockdown terhadap sejumlah wilayah yang terkena wabah virus corona, khususnya di Kota Wuhan dan Provinsi Hubei. (Knu)

Baca Juga:

Pasien Positif Corona Kabur, RSUP Persahabatan Akui Teledor

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BKPM dan Polri Jalin Kerja Sama Keamanan Berinvestasi
Indonesia
BKPM dan Polri Jalin Kerja Sama Keamanan Berinvestasi

BKPM dan Polri akan terus berkoordinasi serta bersinergi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

KPK Kaji Kemungkinan Tersangka Lain di Perkara Djoko Tjandra
Indonesia
KPK Kaji Kemungkinan Tersangka Lain di Perkara Djoko Tjandra

KPK masih mempelajari dalam berkas dokumen itu

Aksi Demo Mahasiswa dan Buruh Rentan Disusupi
Indonesia
Aksi Demo Mahasiswa dan Buruh Rentan Disusupi

“Saya yakin ketika buruh dan mahasiswa turun ke jalan sudah jelas, kontennya jelas dan kuat,” kata Stanislaus

Ongkos Transportasi Bikin Tahu dan Tempe Menghilang di Pasar
Indonesia
Ongkos Transportasi Bikin Tahu dan Tempe Menghilang di Pasar

Waktu transportasi impor kedelai dari negara asal yang semula ditempuh selama 3 minggu menjadi lebih lama yaitu 6 hingga 9 minggu.

Digusur Ahok, Kampung Akuarium Dibangun Kembali Anies
Indonesia
Digusur Ahok, Kampung Akuarium Dibangun Kembali Anies

Rencana penataan tersebut menggunakan pendekatan community action plan (CAP) atau perencanaan pastisipatif masyarakat.

DKI Dapat Lampu Hijau Penambahan Siswa Jalur Zonasi Tingkat RW
Indonesia
DKI Dapat Lampu Hijau Penambahan Siswa Jalur Zonasi Tingkat RW

Kota Surabaya yang sejak dua tahun lalu selalu meminta tambahan kuota untuk tingkat SMP dari 32 menjadi 36 orang per kelas

Kejagung Kembali Periksa 3 Saksi Terkait Asabri
Indonesia
Kejagung Kembali Periksa 3 Saksi Terkait Asabri

Para saksi dimintai keterangan guna mencari fakta hukum

Biden Jadi Presiden Tertua dan Harris Jadi Wakil Presiden Perempuan Pertama AS
Dunia
Biden Jadi Presiden Tertua dan Harris Jadi Wakil Presiden Perempuan Pertama AS

Presiden Donald Trump, menjadi salah satu presiden yang tidak bisa mempertahankan suaranya pada periode keduanya di Gedung Putih.

Gibran Dapati Guru Dua Sekolah di Solo Tolak Vaksinasi Corona
Indonesia
Gibran Dapati Guru Dua Sekolah di Solo Tolak Vaksinasi Corona

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapati guru di dua sekolah menolak disuntik vaksin corona.

Korban Kekerasan Seksual Sulit Dapat Perlindungan, DPR Didesak Prioritaskan RUU PKS
Indonesia
Korban Kekerasan Seksual Sulit Dapat Perlindungan, DPR Didesak Prioritaskan RUU PKS

DPR dan pemerintah mesti mengerti melindungi korban kekerasan seksual