Jokowi: Mudik Tidak Dilarang Lonjakan COVID-19 Bisa 140 Ribu Kasus Per Hari Mudik. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan jika larangan mudik yang dikeluarkan dirinta, penting demi mencegah lonjakan kasus seperti yang terjadi pada Januari-Februari 2021 lalu. Belajar dari pengalaman sebelumnya, peningkatan mobilitas masyarakat di masa libur telah menyebabkan terjadinya peningkatan angka kasus harian COVID-19.

Presiden mencatat misalnya pada libur Idul Fitri 22-25 Mei tahun lalu, rata-rata kasus positif naik sebesar 68 hingga 93 persen. Kemudian masa libur Tahun Baru Islam pada 20-23 Agustus 2020, rata-rata kasus positif naik sebesar 58-119 persen. Sementara itu libur memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 Oktober-1 November 2020, juga telah meningkatkan angkanya sebesar 37-95 persen.

Baca Juga:

Hadapi Gelombang Mudik, Pemda DIY Terapkan 2 Strategi Kendalikan Corona

Ia menegaskan, larangan mudik diperlukan karena menurut survei, 11 persen masyarakat yang masih berkeinginan untuk mudik tahun ini. Bila dikonversi, angka survei 11 persen itu sama dengan 17 juta jiwa.

"Kalau mudik tidak dilarang, hitung-hitungan kami bakal ada lonjakan angka menjadi 120 ribu hingga 140 ribu kasus COVID-19 per hari. Jadi memang harus kita tekan terus,” tutup Presiden.

Saat ini, Presiden menambahkan, angka kasus harian COVID-19 berada di kisaran 4.000 hingga 5.000, atau jauh menurun bila dibandingkan pada Januari-Februari lalu yang masih di atas 10 ribuan.

Presiden Joko Widodo. (Foto: Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo. (Foto: Sekretariat Presiden)

"Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat skala Mikro masih menjadi kunci pengendalian COVID-19," ujar Presiden.

Oleh sebab itu, Presiden berharap kondisi ini dapat dijaga dan ditingkatkan terus sehingga pertumbuhan ekonomi bisa terus bergerak ke arah positif.

"Pertumbuhan ekonomi kita sudah bagus, jangan diganggu COVID-19 lagi," kata Presiden. (Knu)

Baca Juga:

Anggota DPR Usulkan Dua Insentif Kelompok Terdampak Larangan mudik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Khawatir Muncul Kasus COVID-19, Libur Maulid Nabi Terpaksa Digeser
Indonesia
Khawatir Muncul Kasus COVID-19, Libur Maulid Nabi Terpaksa Digeser

Pergeseran ini hanya berlaku bagi hari liburnya saja

Pasien yang Dirawat di RS Wisma Atlet Berkurang 18 Orang
Indonesia
Pasien yang Dirawat di RS Wisma Atlet Berkurang 18 Orang

Jumlah pasien yang dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet mencapai 124.675 orang

Mantan Gubernur DKI Soerjadi Soedirja Tutup Usia
Indonesia
Mantan Gubernur DKI Soerjadi Soedirja Tutup Usia

Mantan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirja meninggal dunia pada Selasa (3/8) hari ini.

[Hoaks atau Fakta]: Vaksin COVID-19  AstraZeneca Dipersiapkan Satu Tahun Sebelum Pandemi
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Vaksin COVID-19 AstraZeneca Dipersiapkan Satu Tahun Sebelum Pandemi

Unggahan tersebut adalah hasil proses penyuntingan. Foto kemasan asli vaksin Covid-19 pernah diunggah oleh akun Twitter.

BNPT Ngaku Terus Cari Cara Buka Komunikasi Dengan KKB di Papua
Indonesia
BNPT Ngaku Terus Cari Cara Buka Komunikasi Dengan KKB di Papua

"Selama ini, penanganan terorisme yang dilakukan aparat TNI/Polri merupakan dari sisi penegakan hukum. Di sisi lain, juga dibutuhkan upaya pencegahan yang dilaksanakan oleh berbagai pemangku kepentingan," ujar Boy.

 Pemkot Bandung Akui Data Vaksinasi Tercecer
Indonesia
Pemkot Bandung Akui Data Vaksinasi Tercecer

"Jika memperhitungkan ketersediaan vaksin, jumlah vaksinator, dan kecepatan penyuntikan kepada masyarakat, insya allah target akan tuntas pada tahun ini," ujar Oded.

Puan Desak Pemerintah Penuhi Hak Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat
Indonesia
Puan Desak Pemerintah Penuhi Hak Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat

Ia mengeklaim, selama ini DPR selalu berupaya menjalankan amanat konstitusi melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran.

KPK Datangi Kantor PDIP dan PPP
Indonesia
KPK Datangi Kantor PDIP dan PPP

KPK mendatangi kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Jakarta, Rabu (14/4).

Pekan Pertama 2022, Penumpang KRL Naik 8 Persen
Indonesia
Pekan Pertama 2022, Penumpang KRL Naik 8 Persen

"Angka ini bertambah delapan persen dibanding waktu yang sama pekan lalu, yaitu 134.227 orang," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/1).