Jokowi Minta Warga yang Sudah Vaksin Lengkap Segera Cari Booster Presiden Jokowi dalam keterangan pers dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, yang diikuti secara daring dari Jakarta, Selasa (18/1). (ANTARA/Indra Arief)

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya vaksinasi demi melawan pandemi COVID-19.

Jokowi memberi arahan kepada seluruh masyarakat, baik yang belum vaksin, baru vaksin dosis pertama, maupun yang sudah vaksin lengkap dua kali. Mereka yang sudah divaksinasi lengkap diharap segera mencari booster.

"Yang sudah dua kali vaksin segera cari vaksin ketiga, vaksin booster," ujar Jokowi dalam keteranganya, Selasa (19/1).

Baca Juga

Di Dies Natalis Unpar, Jokowi Tegaskan Fokus Pada 3 Transformasi Ekonomi

Jokowi menegaskan vaksinasi gratis. Vaksinasi digalakkan demi keselamatan masyarakat Indonesia. "Semuanya gratis karena vaksinasi penting demi keselamatan kita semuanya," ujarnya.

Jokowi juga mengingatkan pentingnya mengikuti protokol kesehatan dengan disiplin. Ada tiga syarat penerima vaksin booster yang telah ditetapkan pemerintah.

Jika tidak memenuhi syarat tersebut, program vaksinasi booster yang dilangsungkan belum dapat diikuti.

Seperti diketahui, pada 12 Januari lalu, pemerintah memulai vaksinasi booster gratis untuk masyarakat Indonesia. Pemberian vaksin gratis itu dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Dilansir dari laman resmi Kemenkes, ada beberapa syarat jika hendak menerima vaksin booster.

Baca Juga

Jokowi Hadiri Dies Natalis ke-67 Unpar

Berusia 18 tahun ke atas dan telah memiliki KTP. Lalu telah mendapatkan vaksin primer (dosis 1 dan 2) dan dosis ke-2 sudah diterima lebih dari 6 bulan.

Kelompok prioritas: lansia dan kelompok penderita masalah kekebalan tubuh Sebagai tambahan, penerima vaksin booster harus memiliki tiket vaksin booster yang tertera di aplikasi PeduliLindungi.

Jokowi juga meminta agar kenaikan kasus Omicron itu tidak ditanggapi secara berlebihan.

"Saat ini kita sedang mengalami tren kasus konflik yang disebabkan oleh varian Omicron. Oleh sebab itu, kita semua harus mewaspadai tren ini, namun tidak perlu bereaksi berlebihan," kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo ini mengatakan kewaspadaan memang penting dilakukan. Namun dia meminta jangan sampai menimbulkan kepanikan.

"Berhati-hati perlu, waspada perlu, tapi jangan menimbulkan ketakutan dan jangan menimbulkan kepanikan," ujar ayah tiga orang anak ini.

Baca Juga

Kepala Bappenas Bocorkan Nama IKN Baru Pilihan Jokowi

Jokowi melanjutkan, berdasarkan berbagai studi dan laporan, varian Omicron memang lebih mudah menular. Namun gejala yang dialami warga yang terpapar lebih ringan.

"Berbagai studi, termasuk laporan WHO, menyebutkan varian Omicron memang lebih mudah menular, namun gejalanya lebih ringan," kata Jokowi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Jadwal Tahapan Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu
Indonesia
Ini Jadwal Tahapan Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu

Pendaftaran calon anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu periode 2022-2027 akan dibuka pada Senin (8/10) pekan depan.

Upaya Efektif yang Mesti Dilakukan Pemerintah Tangkal Radikalisme
Indonesia
Upaya Efektif yang Mesti Dilakukan Pemerintah Tangkal Radikalisme

Nuning juga menekankan pentingnya upaya memperkuat keamanan siber

Pilih Calon Hakim Agung, DPR Klaim Transparan dan Bebas Kepentingan Politik
Indonesia
Pilih Calon Hakim Agung, DPR Klaim Transparan dan Bebas Kepentingan Politik

Komisi Yudisial sudah melakukan seleksi calon Hakim Agung sejak Februari sampai dengan Agustus 2021

Jenderal Andika Izinkan Keturunan PKI Daftar TNI, Anggota Komisi I: Tidak Masalah
Indonesia
Jenderal Andika Izinkan Keturunan PKI Daftar TNI, Anggota Komisi I: Tidak Masalah

"Bila soal keturunan PKI bisa mendaftar, saya rasa tidak masalah, kan belum tentu diterima," kata anggota Komisi I DPR RI Bobby Rizaldi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (31/3).

OTT di Riau, KPK Bekuk Bupati Kuansing Andi Putra
Indonesia
OTT di Riau, KPK Bekuk Bupati Kuansing Andi Putra

Ali belum bisa memerinci lebih jauh tindak pidana korupsi yang mereka lakukan

Yoon Suk Yeol Presiden Baru Korsel, Sosok Jaksa Senior yang Galak ke Korut
Dunia
Yoon Suk Yeol Presiden Baru Korsel, Sosok Jaksa Senior yang Galak ke Korut

Yoon mengawali kariernya sebagai jaksa dengan menangani kasus-kasus kakap pada usia 35 tahun.

UMP DKI 2022 Dikabarkan Direvisi Lagi, Begini Tanggapan Wagub Riza
Indonesia
UMP DKI 2022 Dikabarkan Direvisi Lagi, Begini Tanggapan Wagub Riza

"Sekarang sudah diputuskan angka 5,1 tapi kalo ada perkembangan lain nanti kita akan liat," ucap Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (24/12).

AHY Ambil Kuliah Program Doktor Pengembangan SDM Unair
Indonesia
AHY Ambil Kuliah Program Doktor Pengembangan SDM Unair

AHY menegaskan, dirinya sebagai ketua umum partai politik berkepentingan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas.

Kepala BIN: Pembangunan IKN Tak Gerus Budaya dan Kearifan Lokal Kaltim
Indonesia
Kepala BIN: Pembangunan IKN Tak Gerus Budaya dan Kearifan Lokal Kaltim

Pemerintah terus melakukan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jend Pol (Purn) Budi Gunawan menyatakan kearifan lokal masyarakat Kaltim mulai menggeliat guna menyambut pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

ICW Kritik PT DKI Korting Hukuman Pinangki dari 10 Jadi 4 Tahun Penjara
Indonesia
ICW Kritik PT DKI Korting Hukuman Pinangki dari 10 Jadi 4 Tahun Penjara

ICW menilai putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang mengorting hukuman merupakan putusan yang keterlaluan.