Jokowi Minta Pengadaan Vaksin Dilakukan dengan Hati-hati Petugas menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nz

MerahPutih.com - Pemerintah menyatakan bahwa masih terjadi penularan virus corona di masyarakat yang menyebabkan jumlah kasus COVID-19 terus bertambah.

Hampir delapan bulan pandemi berjalan, belum ada tanda-tanda pemerintah bisa mengendalikan penularan virus corona. Dalam sehari, kasus bertambah masih di atas 3.000.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pada Senin (26/10) pukul 12.00 WIB, ada 3.222 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga:

Pemkot Depok Mulai Data Jumlah Fasilitas dan Tenaga Kesehatan untuk Vaksinasi COVID-19

Penambahan itu menyebabkan total kasus di Indonesia kini mencapat 392.934 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Lalu dalam sehari, ada penambahan 3.908 pasien COVID-19 yang sembuh dan dianggap tidak lagi terinfeksi virus corona.

Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) yang memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Dengan demikian, total pasien COVID-19 yang sembuh kini mencapai 317.672 orang.

Pada periode 25-26 Oktober 2020, ada 112 pasien COVID-19 yang tutup usia. Sehingga, angka kematian akibat di Indonesia kini mencapai 13.411 orang sejak awal pandemi.

Tangkapan layar bagan perkembangan jumlah kasus sembuh dari COVID-19 dari Satgas Penanganan COVID-19, Jakarta, Senin (26/10/2020). (Humas Satgas COVID-19)
Tangkapan layar bagan perkembangan jumlah kasus sembuh dari COVID-19 dari Satgas Penanganan COVID-19, Jakarta, Senin (26/10/2020). (Humas Satgas COVID-19)

Berdasarkan data-data di atas, maka kasus aktif COVID-19 kini ada 61.851 orang. Mereka merupakan pasien yang menjalani perawatan atau isolasi mandiri.

Selain itu, pemerintah juga menyatakan bahwa saat ini ada 170.163 orang berstatus suspek.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran pemerintah agar pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi disiapkan secara matang, detail, mengikuti koridor ilmiah, memperhatikan aspek keamanan dan efektivitas vaksin.

“Saya melihat aspek keamanan dan efektivitas dari vaksin ini betul-betul menjadi perhatian utama masyarakat, termasuk para pakar dan peneliti. Karena itu semua kaidah-kaidah scientific, kaidah-kaidah ilmu pengetahuan berdasarkan data science dan standar kesehatan,” kata Presiden Jokowi.

Baca Juga:

Jokowi Diminta Tunggu Hasil Uji Klinis Sebelum Vaksinasi COVID-19

Jokowi juga mengingatkan agar vaksinasi dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesan bahwa pemerintah tergesa-gesa sehingga kaidah-kaidah scientific dan data-data science standar kesehatan dinomorduakan.

“Tidak bisa. Jangan timbul persepsi bahwa pemerintah itu tergesa-gesa, terburu-buru tanpa mengikuti koridor ilmiah yang ada. Tolong ini betul-betul kita lalui semuanya. Meskipun kita ingin dipercepat tapi hal-hal tadi jangan sampai dilupakan,” kata dia.

Ia menegaskan bahwa yang dilakukan pemerintah adalah sebuah langkah gerak cepat, tapi penuh perencanaan yang matang dan persiapan matang.

“Setelah saya detailkan ini menyangkut banyak hal, aspek yang harus kita persiapkan terlebih dahulu, kita harus direncanakan secara matang,” katanya. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Diminta Jalin Komunikasi Tenis Pengaplikasian Vaksinasi COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ada 53 Adegan di Rekontruksi Penembakan Anggota FPI
Indonesia
Ada 53 Adegan di Rekontruksi Penembakan Anggota FPI

4 Orang ditembak polisi saat sudah diamankan dalam mobil karena ingin menyerang anggota ketika hendak dibawa ke Polda Metro Jaya.

Satgas Belum Gunakan UU Kekarantinaan Buat Larang Buruh Demo
Indonesia
Satgas Belum Gunakan UU Kekarantinaan Buat Larang Buruh Demo

Masyarakat yang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa untuk disiplin melaksanakan semua protokol kesehatan demi keamanan masyarakat.

Pemerintah Segera Lacak Aset Hasil Tindak Pidana yang Disimpan di Swiss
Indonesia
Pemerintah Segera Lacak Aset Hasil Tindak Pidana yang Disimpan di Swiss

Ia menegaskan aset hasil tindak pidana yang disimpan di Swiss sebelum UU tentang MLA ini berlaku tetap bisa dilacak dan disita oleh Negara.

Update COVID-19 Sabtu (6/6): 30.514 Positif, 9.907 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Sabtu (6/6): 30.514 Positif, 9.907 Sembuh

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 993 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

KPU Kota Depok Pastikan Pencetakan Surat Suara Lancar
Indonesia
KPU Kota Depok Pastikan Pencetakan Surat Suara Lancar

Sejak awal KPU Kota Depok telah mempersiapkan dan merencanakan pengelolaan logistik pilkada ini dengan standar operasional prosedur ‘just in time’.

Pemkot Bogor Berlakukan Ganjil Genap Selama 2 Pekan
Indonesia
Pemkot Bogor Berlakukan Ganjil Genap Selama 2 Pekan

“Kami Forkopimda sepakat, Kapolres juga mengusulkan, untuk diberlakukan kebijakan ganjil-genap di Kota Bogor, untuk hari Jumat, Sabtu, dan Minggu selama 14 hari ke depan," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya

Pasca Teror KKB, Kondisi Tembagapura Diklaim Normal
Indonesia
Pasca Teror KKB, Kondisi Tembagapura Diklaim Normal

Polri mengklaim bahwa situasi di Papua terkendali dan aktivitas masyarakat mulai normal kembali.

Menkes Keluarkan Aturan PSBB, Pengemudi Ojol Dilarang Angkut Penumpang
Indonesia
Menkes Keluarkan Aturan PSBB, Pengemudi Ojol Dilarang Angkut Penumpang

Layanan ekspedisi barang, termasuk sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang dan tidak untuk penumpang

Teler Bareng di Apartemen, Artis Vitalia Shesa dan Pacar Terancam 5 Tahun Bui
Indonesia
Teler Bareng di Apartemen, Artis Vitalia Shesa dan Pacar Terancam 5 Tahun Bui

"Kita temukan sabu yang dibungkus klip kecil beratnya 0,63 gram beserta alat hisapnya kemudian ada 4 butir H5," tuturnya.

PSI Kritik Anies Soal Revitalisasi JPO Sudirman Tanpa Atap
Indonesia
PSI Kritik Anies Soal Revitalisasi JPO Sudirman Tanpa Atap

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta mengkritik Pemprov yang akan merevitalisasi JPO Sudirman dengan tanpa atap.