Jokowi Minta Menkes Terawan Audit dan Koreksi Protokol Keamanan untuk Nakes Presiden Joko Widodo (kiri) di acara penyerahan secara simbolis bantuan subsidi upah (BSU) di Istana Jakarta, Kamis (27/8/2020) yang dipantau via media sosial. (ANTARA/Erafzon Saptiyulda AS)

Merahputih.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto diminta mengaudit dan mengkoreksi protokol keamanan dan kesehatan untuk seluruh tenaga medis, dan pasien di rumah sakit.

Audit dan koreksi protokol kesehatan bagi pasien dan tenaga medis itu diperlukan agar rumah sakit menjadi tempat yang aman, dan tidak menjadi klaster penyebaran virus corona baru SARS-CoV-2 atau penyakit COVID-19.

Baca Juga:

Polisi Tangkap Penipu Ojol Tidak Bayar Purwokerto-Solo, Pelaku Berstatus PDP COVID-19

“Saya minta Menkes segera melakukan audit dan koreksi mengenai protokol keamanan untuk tenaga kesehatan dan pasien di seluruh RS,” kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas melalui telekonferensi video di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/9).

Presiden juga meminta kapasitas tempat tidur dan instalasi rawat intensif (Intensive Care Unit/ICU) di seluruh RS rujukan COVID-19 mencukupi.

“Pastikan ketersediaan tempat tidur dan ICU di RS rujukan untuk kasus-kasus yang berat,” ujar Presiden.

COVID
Ilustrasi penanganan jenazah pasien COVID-19. Foto: Istimewa

Sedangkan untuk kasus pasien COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan, ujar Presiden, pemerintah akan memastikan ketersediaan kapasitas fasilitas isolasi, seperti di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, sarana Balai Pelatihan Kesehatan di berbagai daerah, dan juga hotel bintang satu dan dua.

"Pemerintah juga menyiapkan pusat-pusat karantina dengan pasien gejala ringan agar tidak melakukan isolasi mandiri. Ini juga penting, yang berpotensi menularkan kepada keluarga, kita telah bekerja sama dengan hotel bintang 1 dan 2 untuk menjadi fasilitas karantina," ujar Kepala Negara.

Baca Juga:

Pemerintah Diminta Tak Terlalu Lama Berikan Bantuan untuk Terdampak COVID-19

Menurut data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Hingga Minggu (13/9), terjadi penambahan 3.683 kasus pasien positif menjadi total 218.382 kasus pasien positif COVID-19 di seluruh Tanah Air. Dari total kasus pasien positif itu, sebanyak 155.010 pasien telah dinyatakan sembuh dari COVID-19, sedangkan 8.723 pasien meninggal dunia. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH