Jokowi Minta Kepala Daerah Jangan Hanya Ikuti Prosedur Presiden Jokowi. Foto: Setkab

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sejumlah arahan kepada para kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021 secara virtual, Rabu (14/4).

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengingatkan bahwa jabatan yang diemban para kepala daerah adalah kehormatan sekaligus sebuah tanggung jawab yang besar.

"Jabatan yang diberikan kepada saudara-saudara adalah kehormatan, tetapi sekaligus juga sebuah tanggung jawab yang besar, tanggung jawab yang berat. Oleh sebab itu, jangan sampai saudara-saudara ini hanya mengikuti prosedur yang ada," kata Jokowi dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (14/4).

Baca Juga:

Keluar Kota Sebelum Periode Pelarangan Mudik Diwajibkan Bawa Surat Kesehatan

Jokowi meminta kepala daerah berorientasi pada hasil serta mengingatkan kepala daerah agar berani berinovasi, bukan sekadar mengikuti rutinitas.

Jokowi juga meminta agar para kepala daerah jangan hanya puas membaca laporan saja dalam bekerja, melainkan harus langsung melakukan pengecekan dan kontrol di lapangan.

Mantan Gubernur DKI itu mengingatkan bahwa inovasi, kecepatan, ketepatan kebijakan adalah hal yang sangat diperlukan saat ini sehingga para kepala daerah perlu bekerja dengan menggunakan skala prioritas.

Presiden Jokowi. Foto: Setkab

"Bapak, ibu, dan saudara sekalian harus membuat kebijakan yang fokus dengan skala prioritas yang jelas sehingga nanti alokasi anggarannya juga lebih fokus dan terkonsentrasi," jelas dia,

Terkait dengan anggaran, Presiden berpesan agar para kepala daerah cukup membuat beberapa kegiatan besar dengan anggaran yang terkonsentrasi ke kegiatan tersebut dibandingkan dengan dibagi ke banyak kegiatan kecil. Dengan demikian, hasilnya akan bisa dilihat dan dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga:

Gelar Operasi Larangan Mudik, Polisi Diperintahkan Tidak Arogan

"Sebagai contoh, ada anggaran di sebuah kabupaten Rp2 triliun, misalnya. Hati-hati, saya titip yang namanya belanja aparatur, belanja pembangunan, belanja modal dilihat lebih besar yang mana. Usahakan agar belanja pembangunan, belanja modal itu lebih besar dari belanja aparatur. Kalau sudah ketemu belanja pembangunan belanja modal, jangan sampai yang namanya anggaran itu dibagi rata ke masing-masing unit atau dinas. Hati-hati," tutupnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Darah Eks Panglima TNI Diambil untuk Uji Klinis Vaksin Nusantara
Indonesia
Darah Eks Panglima TNI Diambil untuk Uji Klinis Vaksin Nusantara

Kamis depan itu disuntik ke masing-masing orang sesuai dengan pengambilan darah

Kewenangan Kejaksaan Diusulkan Diperluas
Indonesia
Kewenangan Kejaksaan Diusulkan Diperluas

Perlu dilakukan kajian mendalam

PMKS Tanah Abang Ditemukan Meninggal dengan Gejala COVID-19
Indonesia
PMKS Tanah Abang Ditemukan Meninggal dengan Gejala COVID-19

Kawasan Pasar Tanah Abang memang mendapat perhatian serius dari aparat terkait penyebaran virus COVID-19.

Penyerangan Polsek Ciracas Bikin Pedagang Trauma
Indonesia
Penyerangan Polsek Ciracas Bikin Pedagang Trauma

Para PKL tersebut, sehari-harinya menjajakan dagangan mereka di sekitar Arundina, Jalan Lapangan Tembak, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

Bekas Sekretaris MA Nurhadi Divonis 6 Tahun Penjara
Indonesia
Bekas Sekretaris MA Nurhadi Divonis 6 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, menjatuhkan vonis 6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan penjara terhadap bekas Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.

Benderanya Dibakar Seraya Disebut PKI, PDIP: Ini Fitnah Keji
Indonesia
Benderanya Dibakar Seraya Disebut PKI, PDIP: Ini Fitnah Keji

Dalam video berdurasi 02.33 menit yang viral, kelompok pendemo berteriak "bakar PKI" dengan membakar bendera PDIP.

Lion Air Hentikan Seluruh Penerbangan
Indonesia
Lion Air Hentikan Seluruh Penerbangan

Keputusan ini diambil dengan pertimbangan atas evaluasi setiap pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya.

Pasien COVID-19 di Indonesia Tembus 500 Ribu
Indonesia
Pasien COVID-19 di Indonesia Tembus 500 Ribu

Maka total kasus COVID-19 di Indonesia menjadi 502.110.

Temuan Flu Burung, Denmark Musnahkan 25.000 Ekor Ayam
Indonesia
Temuan Flu Burung, Denmark Musnahkan 25.000 Ekor Ayam

Denmark memerintahkan pemusnahan 25.000 ekor ayam setelah ada temuan kasus flu burung H5N8 di sebuah peternakan.

RS Darurat Wisma Atlet Rawat 650 Pasien COVID-19
Indonesia
RS Darurat Wisma Atlet Rawat 650 Pasien COVID-19

Pasien rawat inap berkurang 3 orang