Jokowi Marah, Ini Penilaian Ombudsman Presiden Jokowi. (Setpres)

MerahPutih.com - Pertengahan Juni lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menumpahkan kekesalanya pada para pembantunya dalam rapat kabinet. Para pembantunya tersebut, bekerja biasa-biasa saja dan tidak memiliki rasa sense of crisis padahal ekonomi tengah menurun akibat pademi COVID-19.

Anggota Ombudsman Republik Indonesia Laode Ida menilai, penyebab teguran Jokowi ada dua. Pertama, karena Jokowi menilai sebagian menterinya terlena dengan jabatan dan lebih fokus menjaga kesehatan diri dan keluarga serta menteri tidak kompeten untuk suatu tugas jabatan.

"Apalagi ketika situasi pandemi saat ini, tugas-tugas yang biasa dilakukan secara normal oleh aparatur sipil negara menjadi tidak bisa dilakukan lagi dengan cara normal," katanya.

Baca Juga:

Jawara Anies-Sandi Minta Anies Baswedan Batalkan Reklamasi Ancol

Ia menegaskan, menteri atau pimpinan badan-badan eksekutif tidak bisa mengerahkan PNS untuk operasional tugas-tugas yang seharusnya dilakukan sebagaimana dalam kondisi normal sebelumnya.

Anggota Ombudsman RI Laode Ida. (ANTARA/Afut Syafril Nursyirwan/pri.)
Caption

Selain itu, para menteri diduga tidak bisa inovatif-produktif dalam menjalankan tugas yang dimandatkan Presiden di masa COVID-19, sehingga membuat Presiden menjadi berang. Karena, akibat dari dua kondisi tersebut, rakyat tak memperoleh pelayanan dengan baik dari aparat Kementerian dan Lembaga.

"Ini jelas merupakan bagian dari maladministrasi yang secara sadar atau tidak, dilakukan oleh para pembantu atau bawahan Presiden," katanya.

Baca Juga:

DPR Minta Mendikbud Evaluasi PPDB

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19 Senin (28/12): Pasien Sembuh Bertambah 6.302 Kasus
Indonesia
Update COVID-19 Senin (28/12): Pasien Sembuh Bertambah 6.302 Kasus

Masyarakat diingatkan bahwa risiko krisis tenaga kesehatan itu nyata

DP Rumah dan Mobil Bisa Nol Persen, BI Yakin Kredit Konsumsi Naik
KPR
DP Rumah dan Mobil Bisa Nol Persen, BI Yakin Kredit Konsumsi Naik

Kebijakan pelonggaran uang muka KPR dan kredit kendaraan bermotor bukan sebuah keharusan, melainkan bank sentral memberikan ruang relaksasi.

Rumah Sakit di Salemba Disulap Jadi Pabrik Narkoba
Indonesia
Rumah Sakit di Salemba Disulap Jadi Pabrik Narkoba

"Iya pelaku ini membuat dan memproduksi narkoba jenis ekstasi di sana," kata Heru di Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat

 Apresiasi Kebijakan Listrik, Rizal Ramli Tetap Minta Jokowi Hentikan Proyek Infrastruktur
Indonesia
Apresiasi Kebijakan Listrik, Rizal Ramli Tetap Minta Jokowi Hentikan Proyek Infrastruktur

"Saya memuji pembebasan biaya listrik 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik 450VA, dan diskon 50% untuk 7 juta pelanggan 900VA bersubsidi.

Riza Patria Patuhi Jadwal Pemilihan Wagub DKI
Indonesia
Riza Patria Patuhi Jadwal Pemilihan Wagub DKI

"Saya sebagai cawagub tidak bisa memberikan saran rekomendasi atau masukkan sepenuhnya kewenangan DPRD," ujar Riza.

Pembantaian Satu Keluarga di Sigi Bukti Negara Tak Hadir Melindungi Warga
Indonesia
Pembantaian Satu Keluarga di Sigi Bukti Negara Tak Hadir Melindungi Warga

"Kelompok MIT ini sudah beberapa kali melakukan aksi teror dengan memenggal kepala orang yang dianggap sebagai musuh," jelas Stanislaus

Vaksinasi COVID-19 Gratis Dilakukan di Puskesmas
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Gratis Dilakukan di Puskesmas

Pemerintah pusat pun telah menyiapkan skema pembagian vaksin bagi masyarakat. Nantinya, terdapat beberapa alur sebelum vaksin disuntikkan ke tubuh.

KPK Tetapkan Pejabat Pemkab Labuhan Batu Utara tersangka Suap DAK
Indonesia
KPK Tetapkan Pejabat Pemkab Labuhan Batu Utara tersangka Suap DAK

KPK menetapkan Agusman Sinaga selaku Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Pemkab Labuhan Batu Utara sebagai tersangka.

Berlangsung di Tengah Pandemi, Berikut Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki
Indonesia
Berlangsung di Tengah Pandemi, Berikut Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terus melakukan pembangunan TIM meski di tengah pandemi COVID-19.

Terus Bertambah, Oknum TNI Perusakan Polsek Ciracas Jadi 65 Orang
Indonesia
Terus Bertambah, Oknum TNI Perusakan Polsek Ciracas Jadi 65 Orang

Sebanyak 65 tersangka terdiri dari 57 oknum TNI AD, 7 TNI AL dan 1 TNI AU.