Jokowi Manfaatkan Presidensi G20 Perjuangkan Kepentingan Negara Berkembang Presiden Jokowi menerima kunjungan Menteri Luar Negeri AS Menlu Anthony J Blinken, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/12/2021). ANTARA/Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

MerahPutih.com - Indonesia dipastikan akan memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang selama memegang keketuaan atau Presidensi G20.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya secara virtual pada acara HUT Ke-49 PDI Perjuangan, di Jakarta, Senin (10/1).

"Ini akan kita manfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia dan juga kepentingan negara-negara berkembang," kata Presiden Jokowi dalam keterangan tertulis Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (11/1).

Baca Juga:

ICW Kritik Jokowi Tidak Tegur Pimpinan KPK Saat Harkodia

Presidensi G20 Indonesia juga akan memperkokoh kembali kepemimpinan Indonesia di mata dunia. Seperti yang terjadi ketika Presiden Pertama Indonesia Soekarno melakukan serangkaian upaya-upaya diplomasi yang membuat Tanah Air dikenal luas oleh negara-negara lain di berbagai belahan benua.

"Kita akan mengulang dan memperkokoh kepemimpinan Indonesia yang dulu pernah dilakukan oleh Presiden pertama kita, Bung Karno," kata Presiden.

Indonesia akan memperjuangkan kepentingan negara berkembang agar mendapatkan dampak positif dari sidang-sidang pertemuan yang akan digelar dalam satu tahun ke depan. Mengingat perkumpulan negara-negara berpengaruh ini mempunyai dampak yang sangat besar dalam perekonomian global maupun sektor-sektor lainnya.

Arti dari perjuangan ini sangat besar. Sebab, Indonesia saat ini masuk dalam negara berkembang yang memerlukan serangkaian kebijakan yang membawa dampak positif bagi setiap kehidupan masyarakat di berbagai sektor.

Baca Juga:

Peluang Novel Cs Balik ke KPK Terbuka Lebar, Tergantung Pengganti Jokowi

Dengan begitu, berbagai sektor di Tanah Air dapat berpeluang besar menjadi berkembang melalui setiap kesepakatan yang digelar melalui kegiatan sidang pertemuan G20.

Perjuangan ini, sangat dibutuhkan untuk digaungkan dalam ajang internasional yang digelar satu tahun sekali ini. Karena, diperlukan kerja sama antar negara dalam menghadapi berbagai tantangan yang timbul seiring dengan berjalannya waktu.

Adapun ke depan, terdapat tantangan yang akan efektif ditangani bersama yakni membangun tata kelola kesehatan global dan tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil. Dengan begitu, akan memperkokoh eksistensi setiap negara dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul seiring dengan perkembangan zaman saat ini.

"Indonesia akan terus berjuang untuk membangun tata kelola kesehatan, tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil, yang lebih kokoh dalam menghadapi ketidakpastian dan kompleksitas masalah yang semakin banyak di dunia," tuturnya.

Diketahui, anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris Raya, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Baca Juga:

Penjelasan Waketum MUI Soal Jokowi dan Menag Kebal Kritik

Pada 31 Oktober 2021 lalu, Presiden Jokowi secara resmi menerima tongkat estafet Presidensi G20 dari Perdana Menteri Italia Mario Draghi. Selanjutnya, Indonesia akan memegang Keketuaan atau Presidensi G20 mulai dari 1 Desember 2021 hingga awal November 2022.

Selama keketuaan, Indonesia akan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan sejumlah pertemuan internasional terkait lainnya.

Dengan mengusung tema "Recover Together, Recover Stronger" atau "Pulih Bersama, Menjadi Lebih Kuat", Presidensi G20 Indonesia mendorong upaya bersama untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Daftar 15 Pasar Tradisional Non Esensial di Solo yang Ditutup Selama PPKM Darurat
Indonesia
Daftar 15 Pasar Tradisional Non Esensial di Solo yang Ditutup Selama PPKM Darurat

Wali Kota Solo Gibran mengaku pada hari pertama pelaksanan PPKM Darurat di Solo masih banyak ditemukan pelanggaran.

Menkominfo: Semangat Harkitnas Relevan untuk Presidensi G20 Indonesia
Indonesia
Menkominfo: Semangat Harkitnas Relevan untuk Presidensi G20 Indonesia

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, di usia peringatan ke-114 tahun ini, semangat dan cita-cita kebangkitan nasional sejalan dengan Presidensi G20 Indonesia.

Merasakan Sensasi Tour Pit Lane Walk MotoGP
Indonesia
Merasakan Sensasi Tour Pit Lane Walk MotoGP

Dorna sangat ketat dalam mengatur jadwal ini. Efeknya pasti ke jadwal latihan dan balap. Setelah sesi selesai, garis pembatas yang dipasang akan digulung ulang oleh security.

Pengamat Nilai Relawan Ganjar Hingga Puan Ganggu Internal PDIP
Indonesia
Hasil Tilang ETLE, Pelanggaran Kecepatan Banyak Terjadi di Tol Lampung
Indonesia
Hasil Tilang ETLE, Pelanggaran Kecepatan Banyak Terjadi di Tol Lampung

Para pengendara jelang perjalanan mudik lebaran 2022 agar mempersiapkan diri serta kendaraannya sebelum melakukan perjalanan.

Polda Metro Bakal Perluas Titik Ganjil Genap di Jakarta
Indonesia
Polda Metro Bakal Perluas Titik Ganjil Genap di Jakarta

Polda Metro Jaya menerapkan sejumlah aturan baru terkait dengan penerapan ganjil genap (gage) di kawasan DKI Jakarta.

KPK Periksa Bupati Hulu Sungai Utara
Indonesia
KPK Periksa Bupati Hulu Sungai Utara

KPK juga telah menggeledah rumah dinas Bupati Hulu Sungai Utara

BMKG: Sejumlah Wilayah Terjadi Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang
Indonesia
BMKG: Sejumlah Wilayah Terjadi Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang

BMKG mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia, Senin (12/7).

MotoGP Mandalika Jadi Pertaruhan Citra Bangsa
Indonesia
MotoGP Mandalika Jadi Pertaruhan Citra Bangsa

Segala persiapan jelang ajang perdana MotoGP 2022 di Mandalika terus dikebut.

[HOAKS atau FAKTA]: Varian Omicron Ditemukan Sejak Juli 2021
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Varian Omicron Ditemukan Sejak Juli 2021

Beredar sebuah narasi melalui akun Twitter @stacey_rudin yang mengatakan bahwa varian Omicron sudah muncul sejak bulan Juli.