Jokowi-Ma'ruf Unggul di Quick Count tapi Belum Tentu Menang Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menyampaikan, semua pihak hendaknya menunggu hasil perhitungan manual atau real count yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut Emrus, jangan sampai ada pihak yang ngotot merasa menang. Terkait Pilpres, para lembaga survei telah menyampaikan hasil perhitungan cepat. Hasil tersebut menunjukkan paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandiaga.

Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing

"Salah satu paslon berpeluang mendapat dukungan rakyat menjadi presiden dan wakil presiden, sedangkan paslon lain bisa sebaliknya. Jadi, hasil survey ini bukan pegangan, hanya sekedar peluang,” tutur Emrus Sihombing, di Jakarta, Selasa (23/4).

Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner mengatakan, terkait dengan pelaku survey para lembaga survey yang sudah terdaftar di KPU lebih memiliki semacam otoritas menyampaikan hasil surveynya kepada publik, daripada yang belum terdaftar di KPU.

“Bila ada lembaga survey yang belum terdaftar di KPU tetap bisa saja melakukan survey namun hasilnya bersifat internal. Karena itu, hasilnya tidak untuk disajikan ke ruang publik,” ujarnya.

Kalaupun memang hasil survey internal disampaikan ke publik, lanjut dia, sebaiknya tidak hanya me-release hasilnya yang memposisikan paslon tertetu memperoleh angka lebih banyak dari paslon lainnya.

Tetapi yang paling utama membuka, mendiskusikan dan membongkar metodologi yang digunakan pada semua tahapan proses survey yang dijalankan.

Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf dalam debat kelima Pilpres 2019 (Foto: antaranews)

Oleh karena itu, dari aspek penelitian survei, yang terutama diperbincangkan adalah metodologi yang digunakan, bukan sekedar penyampaian hasil dari suatu survei itu sendiri.

Sebab, bila metodologinya sudah baik, tepat dan benar, maka hasilnya dipastikan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Sebaliknya, bila hasilnya yang dikedepankan dan melupakan metodologinya, maka hasil tersebut masih dapat dipertanyakan secara akademik,” ujar pungkas Emrus. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH