Jokowi Jadi Inspektur Upacara Peringatan Virtual Hari Lahir Pancasila Presiden Jokowi. (Foto: Antara/Biro Pers Setpres)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo akan menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Selasa (1/6).

Demikian disampaikan Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo kepada wartawan, Senin (31/5).

Menurut pria yang akrab disapa Romo Benny ini, pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2021 akan dilaksanakan secara virtual dan terpusat di Gedung Pancasila, Jakarta.

Baca Juga:

PKS Nilai Pancasila Disalahgunakan untuk Pecah Belah Persatuan Bangsa

Upacara akan dimulai pada pukul 07.45 WIB dan diperkirakan akan berakhir pada pukul 08.35 WIB.

Acara terbagi menjadi empat bagian. Yaitu persiapan, pendahuluan, kebesaran, dan penutup.

Untuk acara persiapan, seluruh pasukan upacara bersama komandan upacara memasuki lapangan upacara.

Lalu dalam acara pendahuluan, ada laporan perwira upacara. Kemudian Presiden Jokowi bertindak sebagai inspektur upacara tiba di tempat upacara dan memberikan salam kebangsaan.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo atau Romo Benny. ANTARA/Naim/am.
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo atau Romo Benny. ANTARA/Naim/am.

Selanjutnya, dalam acara kebesaran, dilakukan penghormatan kebesaran, laporan komandan upacara kepada inspektur upacara, mengheningkan cipta dipimpin Presiden Jokowi, dan pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Untuk pembacaan pembukaan UUD 1945 dilakukan oleh Ketua DPR Puan Maharani. Setelah itu, amanat inspektur upacara dalam hal ini Presiden Jokowi.

Baca Juga:

Pemahaman Pancasila di Kalangan Milenial Bandung Disebut Menurun

Acara kebesaran ditutup dengan pembacaan doa oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Terakhir, acara penutup diisi dengan kegiatan salam kebangsaan, kemudian inspektur upacara meninggal tempat upacara.

Dilanjutkan dengan laporan perwira upacara kepada inspektur upacara. Dan, komandan upacara membubarkan pasukan. (Knu)

Baca Juga:

Hilangnya Aturan Wajib Pendidikan Pancasila

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gubernur Lemhanas Sebut Polemik PKI Hanya Menguras Tenaga Anak Bangsa
Indonesia
Gubernur Lemhanas Sebut Polemik PKI Hanya Menguras Tenaga Anak Bangsa

Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo menilai polemik tentang komunisme atau PKI yang menguat setiap tahun jelang 30 September hanya menguras serta mengorbankan tenaga dan pikiran generasi muda bangsa.

Dihantam Pandemi Corona, Penjualan Aksesoris Imlek di Pasar Gede Solo Anjlok
Indonesia
Dihantam Pandemi Corona, Penjualan Aksesoris Imlek di Pasar Gede Solo Anjlok

"Pandemi COVID-19 membuat pembelian aksesoris Imlek di toko saya anjlok," ujar Natalia

Polisi Bongkar Penyeludupan Narkoba dari Amerika Serikat
Indonesia
Polisi Bongkar Penyeludupan Narkoba dari Amerika Serikat

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap pria paruh baya berinisial K di sekitar kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada 28 Agustus 2020 lalu.

Penumpang Naik 20 Persen di Libur Panjang, Operator Diminta Tambah Frekuensi
Indonesia
Penumpang Naik 20 Persen di Libur Panjang, Operator Diminta Tambah Frekuensi

Saat ini masih ada ruang untuk bisa menambah jadwal operasi dan frekuensi perjalanan. Pasalnya kapasitas penumpang kereta api dan pesawat terbang telah ditetapkan maksimal 70 persen.

 Nadiem dan Bahlil Dipertahankan Jokowi
Indonesia
Nadiem dan Bahlil Dipertahankan Jokowi

Rapat Paripurna DPR pada 9 April 2021 menyetujui pembentukan kementerian baru, yaitu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan Kementerian Investasi.

Perusahaan Jasa Cleaning Service Terseret Kasus Kebakaran Gedung Kejagung
Indonesia
Perusahaan Jasa Cleaning Service Terseret Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Tim penyidik gabungan Bareskrim Polri memeriksa beberapa pengawas cleaning service terkait kelanjutan penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Ini Proyek yang Rontokkan Elektabilitas Partai Demokrat Versi Moeldoko Cs
Indonesia
Kebijakan COVID-19 di Daerah, Rawan Dimanipulasi Petahana
Indonesia
Kebijakan COVID-19 di Daerah, Rawan Dimanipulasi Petahana

Alfitra berharap isu kesehatan terutama terkait COVID-19 tidak menjadi komoditas atau bahan kampanye dalam Pilkada Serentak 2020 baik oleh petahana maupun pasangan calon penantang.