Jokowi: Idul Fitri Jadi Momentum Bangsa Indonesia Bangkit dan Menang Lawan COVID-19 Presiden RI dan Ibu Negara Iriana Jokowi. (Foto: BPMI Setpres/Lukas)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah.

“Dari Istana Kepresidenan Bogor, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” kata Jokowi.

Baca Juga

Tak Pulang Kampung, Ini Kegiatan Jokowi-Ma'ruf Amin saat Lebaran

Ucapan itu disampaikan Kepala Negara melalui video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Kabinet, Rabu (12/5).

“Saya juga mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Iriana yang tampil dengan baju kurung warna putih gading dengan bordir daun.

Presiden Jokowi mengakui pada Lebaran tahun ini, bangsa Indonesia masih berhadapan dengan COVID-19. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk bersabar dan menahan diri karena tidak bisa bersilaturahmi secara langsung atau bertatap muka dengan keluarga dan handai tolan.

“Memang hal itu sangatlah berat tetapi kita tidak punya pilihan, kita harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan kita semua. Ya, kita semua. Agar segera mungkin kita dapat terbebas dari pandemi,” katanya.

Kakek tiga cucu ini menyampaikan harapannya agar Hari Raya Idul Fitri kali ini dapat menjadi momentum untuk bangkit dari pandemi.

“Semoga di hari kemenangan ini menjadi momentum bagi kita semua bangsa Indonesia untuk bangkit dan menang melawan pandemi COVID-19,” tegasnya. (Asp)

Baca Juga

Ancol Tetap Buka saat Libur Lebaran, Pengunjung Dibatasi

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
HIPMI Diharap Jadi Inisiator Pembuka Lapangan Kerja Warga Terdampak COVID-19
Indonesia
HIPMI Diharap Jadi Inisiator Pembuka Lapangan Kerja Warga Terdampak COVID-19

HIPMI mengungkapkan jenis usaha yang masih dapat dikembangkan masyarakat

Lebam di Tubuh Yodi Prabowo Bukan Dari Penganiayaan
Indonesia
Lebam di Tubuh Yodi Prabowo Bukan Dari Penganiayaan

Yodi diyakini meregang nyawa karena benda tajam

Satu Unit CCTV Penunjang e-TLE Tembus Rp3 Miliar
Indonesia
Satu Unit CCTV Penunjang e-TLE Tembus Rp3 Miliar

"Satu unit CCTV menyentuh angka Rp3 miliar. Pengadaanya dari Korlantas, kita hanya menjadi lokasi penempatannya saja," kata Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Adhytiawarman Gautama Putra, Selasa (23/3).

Dilaporkan ke Polda Metro, Ini Klarifikasi Dirut TransJakarta
Indonesia
Dilaporkan ke Polda Metro, Ini Klarifikasi Dirut TransJakarta

"Gitu urutannya. Jadi tidak ada itu, mereka di-PHK karena menuntut upah. Itu kan haknya," katanya

Wagub DKI: Operasi Yustisi Turunkan Penyebaran COVID-19 Sebesar 20 Persen
Indonesia
Wagub DKI: Operasi Yustisi Turunkan Penyebaran COVID-19 Sebesar 20 Persen

Hal itu diungkap Riza Patria dari hasil analisa para pakar dan para ahli.

Mabes Polri Tantang Irjen Napoleon Buka-bukaan di Sidang
Indonesia
Mabes Polri Tantang Irjen Napoleon Buka-bukaan di Sidang

Mabes Polri tidak mempermasalahkan jika Napoleon buka-bukaan dalam persidangan. Menurutnya, hal itu justru akan semakin membuat terang-benderang perkara kasus tersebut.

Mendagri Usul Dana Otsus Papua Jadi 2,5 Persen dari DAU
Indonesia
Mendagri Usul Dana Otsus Papua Jadi 2,5 Persen dari DAU

Tito menyarankan, agar pembahasan RUU tentang perubahan Kedua atas UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dapat dilakukan melalui pembentukan panitia kerja (Panja).

Pedagang Pasar Tolak Preman Awasi Protokol Kesehatan
Indonesia
Pedagang Pasar Tolak Preman Awasi Protokol Kesehatan

"Pedagang sudah tertekan kami berharap kita semua membantu pedagang agar mampu melewati kondisi berat ini," kata Miftahudin.

Bersiap Kuliah Tatap Muka, 19.166 Tenaga Pendidik Perguruan Tinggi Sudah Terima Vaksin
Indonesia
Bersiap Kuliah Tatap Muka, 19.166 Tenaga Pendidik Perguruan Tinggi Sudah Terima Vaksin

Vaksinasi dosen dan tenaga kependidikan menjadi kunci utama sebelum menggelar pendidikan tatap muka

Mendagri Ancam Copot Kepala Daerah yang Langgar Prokes, Pakar Hukum: Jangan Sok Kuasa
Indonesia
Mendagri Ancam Copot Kepala Daerah yang Langgar Prokes, Pakar Hukum: Jangan Sok Kuasa

"Demikian juga dengan pemberhentian Gubernur, Mendagri tidak bisa sok kuasa sebab ada syarat dan tahap yang harus ditempuh," pungkasnya.