Jokowi Diyakini Punya Pertimbangan Matang Ambil Kebijakan PPKM Skala Mikro Presiden Jokowi. (Foto: setkab.go.id).

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo diyakini punya pertimbangan matang dalam memutuskan mengambil kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro di tengah lonjakan kasus COVID-19.

"Karena esensi PPKM dan yang lainya sama yaitu bagaimana kita bisa kendalikan pandemik dengan baik. Apapun yang diputuskan, faktor utama keberhasilan itu adalah di pelaksananya dan penegaka-nya, bukan cara dan keputusannya apa," kata Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo di Jakarta, Kamis (26/6).

Baca Juga:

Mahfud MD Ungkap Alasannya Tak Setuju Masa Jabatan Jokowi Diperpanjang

Dia menegaskan bahwa implementasi dan penegakan aturan itu yang paling penting karena tidak bisa latah menyamakan aturan di negara lain diterapkan di Indonesia.

Presiden memutuskan disesuaikan dengan karateristik sosiologi Indonesia sehingga lebih baik akhiri mempertentangkan dan memperdebatkan antara skala mikro dan karantina wilayah atau "lockdown".

"Buang energi dan kontraproduktif apabila terus mempersoalkan keputusan yang sudah diambil pemerintah. Lebih baik gotong royong sukseskan PPKM skala Mikro," tukas dia.

Presiden Jokowi . (Foto: Antara)

Rahmad mengaku optimistis dengan kebijakan yang telah diambil pemerintah tersebut dan harus dijalankan secara gotong royong.

Karena menurut dia tidak mungkin pemerintah menjalankan kebijakan tersebut secara sendiri, perlu peran serta pemerintah daerah hingga tingkat RT/RW untuk menegakkan aturan tersebut secara ketat.

"Saya percaya dengan pemda di bantu TNI-Polri, Satpol PP, siapa saja yang melanggar untuk ditindak dengan tegas. Hal itu termasuk ketegasan pemerintah daerah untuk menutup paksa segala hal yang berpotensi memunculkan kerumunan atas pelanggaran PPKM," katanya.

Baca Juga:

Deklarasi Jokowi Tiga Periode di NTT Langgar Konstitusi

Dia meyakini kalau semua rencana tersebut berjalan dan penegakan aturan dilakukan dengan tegas, pandemik COVID-19 akan bisa ditangani dengan baik.

Rahmad menilai pemerintah pusat dan daerah harus terus menyosialisasikan protokol kesehatan melalui edukasi karena masih banyak warga yang abai terhadap prokes. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Terduga Teroris Ini Sering Keluar Pagi Hingga Malam
Indonesia
Terduga Teroris Ini Sering Keluar Pagi Hingga Malam

Keseharian NM sendiri dikenal baik

Longsor Muara Emat Putus Jalur Provinsi Kerinci-Bangko
Indonesia
Longsor Muara Emat Putus Jalur Provinsi Kerinci-Bangko

Hujan deras yang mengguyur pada Kamis (16/4) membuat longsor kembali terjadi di Desa Serpih, Muara Emat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci.

Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Cair Bulan Ini
Indonesia
Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Cair Bulan Ini

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan bantuan kuota internet tahun 2021 bagi pelajar hingga dosen kembali dicairkan pada Maret ini.

Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Gibran Vaksin 500 Siswa
Indonesia
Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Gibran Vaksin 500 Siswa

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah mulai merencanakan vaksinasi pelajar anak usia 12 -17 tahun, Rabu (4/8).

[Hoaks atau Fakta]: Berkumur Dengan Air Garam Redakan COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Berkumur Dengan Air Garam Redakan COVID-19

Setelah dilakukan pencarian fakta, ternyata narasi ini adalah hoaks lama. dan sudah ada dilaman resmi hoax buster covid.go.id.

Polisi Temukan Bukti Pidana Kasus Kecelakaan Mobil Vanessa Angel
Indonesia
Polisi Temukan Bukti Pidana Kasus Kecelakaan Mobil Vanessa Angel

Barang bukti berupa ponsel milik Joddy, sopir mobil Vanessa Angel disita.

DKI Kurang 4 Juta Orang untuk Capai 'Herd Immunity'
Indonesia
DKI Kurang 4 Juta Orang untuk Capai 'Herd Immunity'

Setidaknya ada 4 kriteria kelompok sasaran vaksinasi oleh Pemprov DKI

Hendak Bergabung dengan ISIS, Lima Terduga Teroris Asal Aceh Ditangkap
Indonesia
Hendak Bergabung dengan ISIS, Lima Terduga Teroris Asal Aceh Ditangkap

Densus 88 Antiteror Polri menangkap lima terduga teroris di Aceh.

KPK Amankan Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Nurdin Abdullah
Indonesia
KPK Amankan Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Nurdin Abdullah

KPK mengamankan uang senilai total Rp3,5 miliar dari penggeledahan empat lokasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Senin (1/3) dan Selasa (2/3).

Begini Progres Program Padat Karya Jelang Tutup Tahun
Indonesia
Begini Progres Program Padat Karya Jelang Tutup Tahun

Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR pada TA 2021 mendapat alokasi sebesar Rp 5,29 triliun untuk program PKT yang direncanakan dapat menyerap 219.821 tenaga kerja tersebar di 15.936 lokasi.