Jokowi Dituduh Hina Prabowo Saat Debat Capres, Bawaslu Masih Mengkaji Fritz Edward Siregar komisioner Bawaslu (Foto: rumahpemilu.org)

MerahPutih.Com - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Fritz Edward Siregar mengaku telah menerima laporan dugaan pelanggaran Jokowi pada debat capres kedua.

Laporan tersebut berkaitan dengan pasal 280 UU Pemilu nomor 7 tahun 2017 ayat 1c, tentang larangan pasangan calon peserta pemilu dalam kampanye menghina seseorang, suku agama, ras dan peserta pemilu.

Sehubungan dengan laporan itu, Fritz mengatakan, pihaknya masih mengkaji apakah sudah memenuhi syarat formil atau materil.

"Apabila itu terpenuhi maka akan dilakukan klarifikasi terhadap para tim," kata dia kepada wartawan, Selasa (19/2).

Debat Capres Jokowi dan Prabowo
Capres nomor urut 01 Joko Widodo, Ketua KPU Arief Budiman, dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (MP/Rizki Fitrianto)

Dalam konteks tuduhan kepada Jokowi yang menyerang pribadi Prabowo, jelas Fritz, ada dua norma yang harus kaji, yaitu etika debat dan UU ataupun perbuatan yang dilarang oleh UU.

"Kan yang diatur dalam UU pemilu adalah menghina suku, agama, ras dan golongan," terang anggota Bawaslu Fritz Siregar.

Dari aspek etika, lanjut dia, masih terjadi perdebatan soal definisi penghinaan pribadi, apakah fisik atau keluarga.

"Dan sepanjang yang saya tau itu belum dibahas kalau rapat-rapat persiapan debat. Mungkin ini menjadi catatan dari masing-masing pihak untuk debat selanjutnya," kata dia.

Oleh sebab itu, dia berharap pada debat ketiga nanti ada semacam kesepakatan antar pihak terkait proses debat mendatang.

"Dalam persiapan debat ketiga perlu ditegaskan kembali apa yang dimaksud dengan menyerang pribadi dan bagaimana hal-hal lain yang terkait dengan proses yang ada di debat ketiga," pungkasnya.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pengamat Sarankan Pemerintah Perlu Tetapkan Regulasi Khusus Terkait Unicorn

Kredit : fadhli


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH