Jokowi Ditantang Realisasikan Janjinya Bila ibu kota pindah dari Jakarta (Sumber: ANTARANEWS/Aji Setyawan)

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng menantang Jokowi untuk merealisasikan rencananya memindahkan ibu kota. Menurutnya, selama ini pemerintah rajin membuat kajian.

Robert memandang, pemimpin di Indonesia selama ini hanya rajin membuat kajian, tapi tak pernah mengeksekusi. Maka itu, dia berharap Jokowi mampu mengeksusi semua kajian yang menumpuk di Bappennas.

Baca Juga:

Tarik Ulur Rencana Pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Zaman Dalu

“Selesaikan kajian, dan segera eksekusi,” katanya dalam diskusi Polemik MNC Trijaya di d’Consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8).

Gagasan rencana dan kriteria disain ibu kota negara (Bahan Paparan Kementerian PUPR)
Gagasan rencana dan kriteria disain ibu kota negara (Bahan Paparan Kementerian PUPR)

Ia menilai pemerintah masih memutuskan secara sepihak terkait pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan. Tak hanya itu, dia menganggap perencanaan pemerintah jalan di tempat, lantaran lokasi dan sumber dana masih belum jelas sampai saat ini.

Robert mengingatkan, pemerintah tidak boleh bermain dalam senyap. Tapi, harus melibatkan semua pihak untuk mewujudkan ambisi tersebut. “Apa yang perlu dikritisi, pemindahan ibu kota ini bukan hal yang gampang,” kata Robert.

Terlebih lagi, dana yang dibutuhkan tak sedikit. Pemindahan ibu kota diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp485 triliun.
Karena itu, Robert mengusulkan agar pemerintah melibatkan para pengusaha. Pelibatan ini agar para pemilik modal mengetahui terlebih dahulu konsep pendanaan yang dibutuhkan dalam proyek besar itu.

“Uangnya Rp470 triliun itu tidak kecil, sumbernya dari mana? Apakah benar APBN hanya 30%, 70% apakah dari sewa gedung di Jakarta?,” kata dia.

Baca Juga:

Demi Pemerataan Pembangunan, Ibu Kota Indonesia Harus Segera Dipindahkan

Selain itu, dalam mewujudkan mega proyek itu, pemerintah harus membuka diri dan membuat tim khusus. Dalam tim itu diisi oleh lintas sektor dari pemerintahan, akademisi, ahli, masyarakat, hingga pengusaha.

Menurut dia, tim khusus itu bisa menjadi kepanjangan tangan Jokowi untuk memberikan informasi ke publik. Ini karena proyek mega besar itu harus transparan, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi jika ingin mengetahui progresnya.

“Pemindahan ibu kota itu butuh kerja bersama dan perlu komponen semua. Ada unsur masyarakat sipil, dan media. Sehingga petanya sangat jelas, Kita ini kan gini-gini saja. Ini kerja pemerintah saja atau siapa?,” kata dia. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Beberkan Ribetnya Tentukan Lokasi Ibu Kota Baru


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH