Jokowi Disebut Bakal Disuntik Vaksin Rabu Depan, Ini Kata Sekjen PDIP Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (ANTARA/HO-PDIP)

MerahPutih.com - Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang siap vaksinasi COVID-19 buatan Sinovac.

Kesediaan itu seperti diungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang menyebut Presiden Jokowi akan disuntik vaksin Sinovac pada Rabu (13/1). Jokowi akan menjadi orang pertama yang divaksin Sinovac.

Baca Juga

Lebih dari 80 Ribu Personil Polri Diturunkan Kawal Distribusi Vaksin COVID-19

Menurut Hasto, sikap Jokowi itu sebagai bentuk menempatkan keselamatan rakyat sebagai hal yang utama.

"Kami PDI Perjuangan menaruh apresiasi pada Pak Jokowi yang menjadi penerima pertama vaksin guna meyakinkan bahwa vaksin tersebut aman dan sebagai upaya menempatkan keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi," kata Hasto, Selasa (5/1).

Menurut Hasto, sikap pemerintah yang bergerak cepat dalam melakukan vaksinasi dan menggratiskannya untuk rakyat adalah keputusan yang tepat.

"Maka upaya menjadikan keselamatan bangsa dan negara dengan vaksin adalah suatu langkah yang tepat yang menunjukkan suatu dedikasi keputusan politik bagi kepentingan rakyat," tutur Hasto.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Terkait keamanan vaksin, Hasto meyakini vaksin yang akan didistribusikan untuk rakyat telah melalui tahapan uji klinis secara berjenjang dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Ketika pemerintah dengan dukungan DPR RI mengambil keputusan yang tepat agar secepatnya pandemi ini bisa kita atasi melalui proses vaksinasi, ini merupakan hal yang sangat baik yang kita ke depankan adalah rasa kemanusiaan dan keselamatan bagi rakyat," papar Hasto.

Target 15 bulan proses vaksinasi menurut Hasto juga ideal. Ia menilai Jokowi dan jajaran kabinetnya telah melakukan kalkulasi dengan sangat hati-hati.

"Yang penting adalah seluruh proses vaksinasi itu dilaksanakan dengan mendekatkan pada keselamatan rakyat itu. Karena itulah apapun, ketika pandemi telah menyentuh sektor perekonomian rakyat harus ada upaya-upaya secara menyeluruh dalam mengatasi itu termasuk dengan vaksin," pungkas Hasto. (Pon)

Baca Juga

PKS Minta BPOM Profesional dan Obyektif soal Vaksin COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Begini Anggaran Pemulihan Ekonomi di 2021
Indonesia
Begini Anggaran Pemulihan Ekonomi di 2021

Sementara itu, realisasi anggaran PEN 2020 hingga akhir 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp579,78 triliun atau 83,4 persen dari pagu Rp695,2 triliun.

Konflik Partai Demokrat Ganggu Keamanan, Polisi Dipastikan Turun Tangan
Indonesia
Konflik Partai Demokrat Ganggu Keamanan, Polisi Dipastikan Turun Tangan

Polri memantau isu perkembangan dari kekisruhan internal Partai Demokrat usai Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang.

PSI Nilai Izin Reklamasi Ancol Janggal
Indonesia
PSI Nilai Izin Reklamasi Ancol Janggal

Izin ini tercantum dalam surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020.

KPK Serahkan Barang Hasil Korupsi Adik Zulhas ke Pemkab Lampung Selatan
Indonesia
KPK Serahkan Barang Hasil Korupsi Adik Zulhas ke Pemkab Lampung Selatan

KPK menyerahkan barang hasil korupsi terpidana mantan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan yang dirampas untuk negara kepada Pemkab Lampung Selatan.

Angka COVID-19 Masih Tinggi, ASN Hingga TNI-Polri Masih Dilarang Bepergian
Indonesia
Angka COVID-19 Masih Tinggi, ASN Hingga TNI-Polri Masih Dilarang Bepergian

Sedangkan pada Januari, rata-rata per hari 254 orang meninggal

Bripka CS Peragakan 51 Adegan saat Rekontruksi Penembakan 3 Orang di Cengkareng
Indonesia
Bripka CS Peragakan 51 Adegan saat Rekontruksi Penembakan 3 Orang di Cengkareng

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas, Bripka CS menjalani rekonstruksi dengan memperagakan 51 Adegan.

BPIP Sebut Kelompok Radikal Memanipulasi Agama untuk Kepentingan Sesaat
Indonesia
BPIP Sebut Kelompok Radikal Memanipulasi Agama untuk Kepentingan Sesaat

“Bahaya radikalisme itu adalah memanipulasi agama untuk kepentingan merebut kekuasaan sesaat,” kata Benny

Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS Dapat Subsidi Rp1,8 Juta
Indonesia
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS Dapat Subsidi Rp1,8 Juta

Besaran yang diterima setiap PTK sebesar Rp 1,8 juta sebanyak satu kali.

Selama PPKM di Jakarta, Klaster Keluarga Meningkat 44 Persen
Indonesia
Selama PPKM di Jakarta, Klaster Keluarga Meningkat 44 Persen

Kenaikan kasus klaster keluarga terjadi pada periode 11 Januari sampai 17 Januari 2021.

Polisi Bakal Tindak Pelaku Kebut-kebutan di Dekat Istana Negara
Indonesia
Polisi Bakal Tindak Pelaku Kebut-kebutan di Dekat Istana Negara

Kawasan Medan Merdeka rupanya kerap dijadikan arena kebut-kebutan para pengendara motor baik berkecapatan sedang hingga tinggi.