Jokowi Diprediksi Bakal Gunakan Pakem Lama Jika Rombak Kabinetnya Presiden Joko Widodo (setkab.go.id)

Merahputih.com - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo memprediksi Presiden Jokowi akan menerapkan pakem politik lama jika melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Pakem politik yang dimaksud yakni menggeser dan menggusur menteri.

"Jika presiden melakukan reshuffle, nampaknya tidak akan keluar dari pakem politik lama. Artinya, skema reshuffle tidak akan jauh beda dengan periode pertama Jokowi dan pemerintahan sebelumnya, yaitu reshuffle dengan skema menggeser dan menggusur," kata Karyono di Jakarta, Rabu (8/7).

Baca Juga

Video Kemarahan Jokowi Dinilai Hanya Strategi agar Menterinya Giat Bekerja

Skema menggeser yakni memindahkan posisi menteri ke bidang kementerian lain. Sementara itu, skema menggusur ada dua pola yang prinsipnya sama dengan istilah dalam penggusuran tanah. Menurut Karyono, ada yang digusur dengan ganti rugi dan tanpa ganti rugi.


Artinya skema reshuffle dengan pola menggusur adalah mengganti menteri dengan memberikan jabatan di luar kabinet pemerintahan dan tanpa jabatan apa pun.

"Dalam skema reshuffle menggeser dan menggusur tetap saja, posisi partai politik sangat dominan," ucap dia.

Baca Juga

Hasto: Teguran Presiden Jokowi Wajar, Sense of Crisis Wajib Dimiliki Para Menteri

Karyono menjelaskan, saat ini Indonesia menerapkan sistem presidensial rasa parlementer. Dengan begitu, reshuffle menerapkan cara menggeser dan menggusur. Dalam sistem itu peranan partai signifikan dalam membentuk kabinet.

"Konstitusi memberikan kewenangan mutlak kepada presiden dalam bentuk hak prerogatif untuk mengangkat dan memberhentikan menteri, tetapi sering kali presiden tidak bisa menggunakan haknya secara penuh karena tersandra oleh kepentingan koalisi partai," tutur dia. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH