Jokowi Diminta Tunjuk Satu Menko Urus Pemindahan Ibu Kota Gagasan, rencana dan kriteria desain ibu kota negara (Bahan Paparan Kementerian PUPR)

Merahputih.com - Pengamat perkotaan Yayat Supriati menilai, perlu ada orang yang ditugaskan khusus menangani pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kutai Kartangera dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Sosok tersebut harus mampu mensinergikan antar lembaga mengingat selama ini cenderung minim sinergi.

Orang tersebut juga harus memiliki komitmen dan konsisten untuk menjaga rencana itu dan bisa dijalankan.

Baca Juga

Jokowi Pindahkan Ibu Kota, Budayawan Betawi: Seperti Pergerakan Tanpa Bola

"Terserah, menteri mana yang akan ditunjuk, tetapi dia punya power. Ingat, Putrajaya (ibu kota Malaysia) itu bisa bertahan cepat karena ada faktor Mahathir. Sekarang ada faktor Pak Jokowi. Di bawah Pak Jokowi harus ada orang kuat juga yang menjaga sinergi antarkementerian," tutur Yayat kepada wartawan, Jumat (20/9).

Bahkan, Presiden jika perlu menunjuk seorang Menteri Koordinator untuk memberikan dukungan bagi langkah-langkah strategi percepatan dan bisa mengoordinasikan kementerian yang lain, bisa mendorong dan memandu.

"Dan yang paling penting artinya ada sinergi dalam konteks kebijakan dan pembiayaan sama waktunya," jelas Yayat.

Peta Penajam Paser Utara

Yayat yang pernah terlibat dalam pembahasan RUU Pemindahan Ibu Kota di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2007 silam mengatakan, harus ada planning yang sama sehingga semua pihak bisa bekerja seirama.

"Makanya saya mengatakan, jika nanti ada katakanlah pokja yang ditunjuk oleh Presiden, siapa leading sector-nya? Kemudian didampingi oleh para ahli, ada command center-nya, information center-nya, itu orang yang ingin mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya tentang ibu kota negara baru, itu menarik," ungkap pengajar Universitas Trisakti ini.

Baca Juga:

Trik Gubernur Kaltim Bikin 'Tuan Thakur' Gigit Jari di Proyek Pemindahan Ibu Kota

Ia beranggapan, skema pemindahan ibu kota kini masih membingungkan. "Ini banyak juga teman-teman perguruan tinggi, para perencana ingin berkontribusi tapi tidak tahu mau dibawa ke mana," urainya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH