Jokowi Diminta Pilih Kapolri yang Bisa Berikan Rasa Aman kepada Masyarakat Ilustrasi calon kapolri. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berkirim surat ke DPR mengenai calon Kapolri yang selanjutkan dilakukan uji kepatutan dan kelayakan oleh anggota parlemen.

Ketua Umum Pengurus Besar Mathlaul Anwar (PBMA) KH Ahmad Sadeli Karim mengharapkan, Jokowi harus bijaksana dalam memilih pucuk pimpinan di Polri. Ini karena sosok Kapolri nantinya diharapkan memberi rasa aman kepada masyarakat.

Baca Juga

DPR Tiadakan Kunjungan ke Rumah Calon Kapolri

"Ada stabilitas ada keamanan. Rakyat tenang, tidak ada gejolak. Itu saja yang kita harapkan," ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/1).

Ia menambahkan, Kapolri harus mampu menegakkan hukum secara adil dan bisa melindungi seluruh rakyat yang sedemikian majemuk. Lalu bagaimana menegakkan hukum secara adil. Menegakkan hukum seadil-adilnya, tidak pandang bulu.

"Kapolri sudah jelas sebagai pengayom, sebagai pelayan bagi seluruh bangsa Indonesia yang majemuk dan ber-Bhinneka Tunggal Ika ini,” lanjut dia.

Presiden Joko Widodo saat meninjau kesiapan Puskesmas untuk vaksinasi. (Foto: setkab.go.id).
Presiden Joko Widodo saat meninjau kesiapan Puskesmas untuk vaksinasi. (Foto: setkab.go.id).

Soal nama calon Kapolri yang mencuat di publik, Ahmad enggan mengomentari, sebab semua keputusan ada di tangan Kepala Negara.

"Presiden lebih tahu lah agar bagaimana suasana negara ini kondusif ke depan. Kita kan inginnya ketenangan," jelasnya.

Sebagai informasi, Kapolri Jenderal Idham Azis akan memasuki masa pensiun pada Februari 2021. Nantinya, Jokowi mengirimkan surpres ke DPR terkait calon kapolri, komisi III akan mengadakan uji kelayakan calon Kapolri.

Sebelumnya, berembus isu Presiden Jokowi telah memilih satu nama untuk diajukan ke DPR RI sebagai Kapolri. Namun, hal itu dibantah oleh Menko Polhukam Mahfud Md.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, mantan Wali Kota Solo itu memiliki cara tersendiri dalam memilih pejabat.

"Cara khas yang sering dilakukan Presiden dalam memilih pejabat: Meminta dibuatkan 5 draf surat pengusulan yang berisi nama-nama yang berbeda. Pada saat yang tepat beliau tandatangani salah satu, sedang draf surat yang tidak ditandatangani dimusnahkan. Jadi tak ada yang tahu kecuali setelah diumumkan secara resmi," kata Mahfud lewat akun Twitter @mohmahfudmd, Selasa (12/1). (Knu)

Baca Juga

Kapolri Pengganti Idham Azis, PKS: Jangan Lagi Ada Orang Tersisihkan dalam Hukum

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pelantikan Komjen Listyo Jadi Kapolri Dijadwalkan Rabu 27 Januari
Indonesia
Pelantikan Komjen Listyo Jadi Kapolri Dijadwalkan Rabu 27 Januari

“Ya betul, infonya seperti itu. Komjen Sigit akan dilantik sebagai Kapolri, Rabu lusa,” kata Argo

Tiongkok Ingin Segera Mesra Dengan Amerika Serikat
Dunia
Tiongkok Ingin Segera Mesra Dengan Amerika Serikat

China merasa yakin adanya "Dewi Fortuna" (keberuntungan) yang menaungi kedua negara.

Update COVID-19 Senin (31/8) 174.796 Positif, 125.959 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Senin (31/8) 174.796 Positif, 125.959 Sembuh

Per Senin (31/8) penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 2.743 pasien baru.

Sambut Piala Dunia U-20, Gibran Siapkan Sport Tourism untuk Tarik Wisatawan Asing
Indonesia
Sambut Piala Dunia U-20, Gibran Siapkan Sport Tourism untuk Tarik Wisatawan Asing

"Sport Tourism masuk dari bagian visi misi saya bersama Pak Teguh Prakosa (cawawali). Saya siap jadi marketingnya untuk mempromosikan kebudayaan dan wisata khas yang selama ini jadi andalan Solo," papar dia

[HOAKS atau FAKTA]: IDI Tolak Disuntik Vaksin COVID-19 Pertama Kali
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: IDI Tolak Disuntik Vaksin COVID-19 Pertama Kali

Akun Facebook Atjhev Bin Sugiharto mengunggah status bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak untuk disuntik vaksin COVID-19 pertama kali.

Anies Dinilai Buruk dalam Tangani Laju Penambahan Pasien COVID-19
Indonesia
Anies Dinilai Buruk dalam Tangani Laju Penambahan Pasien COVID-19

Ada yang salah dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Empat Terdakwa Kasus Jiwasraya Jalani Sidang Vonis Siang Ini
Indonesia
Empat Terdakwa Kasus Jiwasraya Jalani Sidang Vonis Siang Ini

"Insya Allah Senin 12 Oktober, kira-kira pukul 13.00 WIB, menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Bambang

Jerat 2 Anak Buah Jokowi, KPK Dinilai Masih Punya Gigi
Indonesia
Jerat 2 Anak Buah Jokowi, KPK Dinilai Masih Punya Gigi

"Ya kami mendukung penuh langkah KPK, itu menunjukkan bahwa KPK masih memiliki gigi," kata Benny

Sejumlah Halte Busway Dirusak Sebabkan Kerugian Puluhan Miliar
Indonesia
Sejumlah Halte Busway Dirusak Sebabkan Kerugian Puluhan Miliar

Aksi massa yang dimulai sejak siang tadi berdampak pada pengrusakan disertai pembakaran fasilitas dan sarana prasarana yang digunakan dan dibanggakan warga DKI.