Jokowi Diminta Ambil Langkah Strategis Hadapi Kenaikan Harga Pangan Pasar tradisional. (Foto: MP/Dicke Prasetia)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kegiatan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengingatkan adanya indikasi harga-harga barang akan naik sehingga rakyat harus bersiap-siap.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi I DPR Sukamta meminta Presiden Jokowi membuat langkah nyata menghadapi ancaman krisis pangan.

"Presiden Jokowi seharusnya membuat langkah strategis menghadapi kenaikan harga-harga bahan pangan, tak cukup hanya dengan mengingatkan dan mewanti-wanti rakyat," kata Sukamta dalam keterangannya, Senin (7/3).

Baca Juga:

Survei: Kinerja Jokowi-TNI Peroleh Nilai Tertinggi dan DPR-DPD Terendah

Sukamta mengatakan, harga minyak goreng sudah melambung sebulan terakhir, namun langkah pemerintah tidak strategis.

Menurutnya, pemerintah tidak berani menekan perusahaan minyak goreng untuk menurunkan harga.

"Jika demikian, ketakutan dan kepanikan yang akan tercipta di masyarakat. Presiden harus bisa menciptakan ketenangan," ujarnya.

Harga kebutuhan pokok seperti gula, daging, kedelai, beras mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir. Presiden Jokowi beralasan bahwa faktor kelangkaan kontainer, energi dan perang menjadi penyebab kenaikan harga.

Baca Juga:

Jokowi Percepat Pembentukan Operasional Otorita IKN Nusantara

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun mengkritisi pernyataan Presiden Jokowi tersebut dalam kerangka ketahanan negara.

Menurut dia, faktor-faktor kenaikan harga bahan pokok tadi merupakan faktor eksternal. Bisa terjadi kapan saja.

"Seharusnya pemerintah membangun kedaulatan pangan yang berasal dari sumber daya alam Indonesia, bukan bergantung pada impor. Selama pangan bergantung kepada negara lain maka ketahanan negara kita akan selalu lemah," ujarnya.

Sukamta menekankan, Indonesia tidak bisa selalu bergantung pada impor apalagi dalam kondisi krisis dunia seperti saat ini.

Dikatakannya, jumlah pangan semakin terbatas, bisa berbahaya bagi ketahanan negara.

"Negara-negara produsen tentu lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negerinya sebelum ekspor. Pun jika mengekspor, harganya menjadi sangat mahal," tutup dia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2021 saja, Indonesia telah mengimpor lebih dari 15 juta ton bahan pokok senilai USD 8,37 miliar atau kurang lebih setara dengan Rp 118,9 triliun. (Pon)

Baca Juga:

Wacana Penundaan Pemilu 2024, Pakar Hukum UNS Surakarta: Kuncinya Ada di Jokowi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPKM Dilanjutkan, Seluruh Daerah di Jawa-Bali Terapkan Level 1
Indonesia
PPKM Dilanjutkan, Seluruh Daerah di Jawa-Bali Terapkan Level 1

Daerah di luar Jawa-Bali, 385 kabupaten/kota berada di PPKM Level 1, dan hanya 1 kabupaten yaitu Kabupaten Teluk Bintuni yang masih berada di Level 2, serta tidak ada kabupaten/kota baik di Jawa-Bali dan di luar Jawa-Bali yang berada di Level 3 dan Level 4,

PPKM Jabodetabek Turun ke Level 2
Indonesia
PPKM Jabodetabek Turun ke Level 2

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jabodetabek kini kembali ke Level 2.

Gempa Afghanistan Tewaskan 1.000 Orang, 3.000 Rumah Hancur
Dunia
Gempa Afghanistan Tewaskan 1.000 Orang, 3.000 Rumah Hancur

Gempa dengan magnitudo 6,1 mengguncang Afghanistan dan sebagian Pakistan pada Rabu (22/6) dini hari.

KPK Paparkan Hasil Kajian Kerentanan Korupsi dalam Program Biodiesel
Indonesia
KPK Paparkan Hasil Kajian Kerentanan Korupsi dalam Program Biodiesel

Dari analisis kerentanan korupsi yang dilakukan, KPK menemukan sejumlah permasalahan terkait ketidaksiapan infrastruktur regulasi dan kelemahan dalam kriteria implementasi yang berpotensi mengurangi efektivitas kebijakan dan merugikan keuangan negara.

Mobil-Motor Sampai Hanyut, Bupati Usulkan Status Nusa Penida Tanggap Darurat
Indonesia
Mobil-Motor Sampai Hanyut, Bupati Usulkan Status Nusa Penida Tanggap Darurat

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menegaskan telah mengumpulkan seluruh jajarannya untuk menetapkan status tanggap darurat

Firli Berikan Narasi #CaraKerjaKPK ke Awak Media
Indonesia
Firli Berikan Narasi #CaraKerjaKPK ke Awak Media

"KPK memahami harapan masyarakat yang telah ditunjukkan selama ini, dan kami selalu memaknainya sebagai dorongan moral," kata Firli.

Tanggulangi PMK pada Hewan Kurban, Anies Turunkan 865 Petugas Kesehatan
Indonesia
Tanggulangi PMK pada Hewan Kurban, Anies Turunkan 865 Petugas Kesehatan

Sebanyak 865 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban dilepas Gubernur Anies Baswesan menjelang Idul Adha 1443 hijriah.

Pemerintah Pastikan Kesiapan Infrastruktur Arus Mudik Lebaran 2022
Indonesia
Pemerintah Pastikan Kesiapan Infrastruktur Arus Mudik Lebaran 2022

Infrastruktur arus mudik Lebaran 2022 siap digunakan guna menunjang perjalanan masyarakat ke kampung halaman.

RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual Mutlak Segera Disahkan
Indonesia
RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual Mutlak Segera Disahkan

Rancangan Undang-Undang tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) segera disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Penambahan Kasus COVID-19 di Bawah 22 Ribu
Indonesia
Penambahan Kasus COVID-19 di Bawah 22 Ribu

Jumlah kasus bertambah di bawah angka 22 ribu per hari. Kini, 21.380 kasus baru pada Senin (7/3), sehingga total menjadi 5.770.105.