Jokowi Dikritik Diam soal Teror Diskusi UGM Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Pakar Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan, adanya intimidasi forum diskusi merupakan bentuk intimidasi terhadap forum akademis. Menurut Suparji, diskusi merupakan forum ilmiah dan menjadi wahana transaksi gagasan.

"Bagi yang tidak setuju atas suatu topik yang dibahas hendaknya hadir dan menjajakan idenya bukan melakukan teror atau intimidasi. Sesensitivitas apapun topiknya yang dibahas," demikian kata Suparji kepada wartawan, Rabu (3/6).

Baca Juga

UGM Terpilih Jadi Universitas Terbaik di Indonesia Versi 4ICU

Menurut Suparji, Presiden Jokowi harus segera meminta anak buahnya mengusut tuntas siapa aktor intelektual yang melakukan intimidasi.

"Supaya tidak menimbulkan opini negatif kepada pihak yang dicurigai melakukan perbuatan tersebut, maka segera diungkap siapa pelaku dan aktor intelektualnya," jelas Suparji.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta (ANTARA/HO-www.covid19.go.id)
Acara diskusi di UGM. Foto: Net

Suparji mewanti-wanti, jika pemerintahan Jokowi tidak merespons secara serius, maka persepsi publik akan semakin kuat bahwa yang melakukan intimidasi adalah orang-orang yang menjadi bagian dari pendukung rezim pemerintah.

"Supaya tidak muncul spekulasi, aparat keamanan perlu segera mengungkap dan pihak yang diteror perlu segera membuat laporan," pungkasnya.

Baca Juga

Aparat Didesak Tangkap Pelaku Teror Diskusi 'Pemberhentian Presiden'

Sebelumnya diberitakan, diskusi virtual bertema 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan' yang diselenggarakan oleh Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), batal digelar.

Diskusi tersebut rencananya digelar pada Jumat, 29 Mei 2020, pukul 14.00-16.00 WIB. Sebelum diskusi digelar, kontroversi sempat muncul terkait tema yang diusung.

Tema diskusi pun sempat diganti penyelenggara menjadi 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'. Akhirnya, diskusi virtual tersebut justru urung digelar.

Pasca menjadi viral di media sosial, sejumlah pihak yang terlibat dalam acara tersebut menjadi sasaran teror orang tak dikenal. Selain pembicara, teror juga dialami oleh moderator, narahubung kegiatan maupun panitia penyelenggara.

Baca Juga

DPR Kecam Teror Diskusi UGM

Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Sigit Riyanto, membenarkan perihal adanya teror terhadap sejumlah mahasiswanya yang terlibat dalam kegiatan diskusi itu. Teror yang dialami ini dari nomor telepon dihubungi orang tak dikenal, hingga ancaman pembunuhan. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH