Jokowi Diingatkan Alokasikan Anggaran COVID-19 untuk Ojol dan Pekerja Serabutan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. (Foto:MP/Asropih)

MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Presiden Joko Widodo memperhatikan kelompok masyarakat yang terkena dampak akibat penanggulangan virus corona (COVID-19).

Terutama, kelompok pekerja yang penghasilannya bisa berkurang akibat beberapa kebijakan seperti pembatasan kegiatan dan beraktivitas. Misalnya tukang ojek online (ojol), ojek pangkalan, sopir angkutan umum dan pekerja serabutan

Baca Juga:

Kedepankan Dialog, Pelaku Usaha Diminta Hindari PHK akibat Dampak Corona

Menurut Fadli, tak ada salahnya pemerintah menggunakan anggaran bantuan sosial dan anggaran lain untuk membantu mereka yang terdampak.

"Seperti pekerja harian, tukang ojek, sopir taksi, buruh, tani, pedagang kecil, dan seterusnya," kata Fadli dalam keterangannya, Senin (23/3).

Politisi Gerindra Fadli Zon (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Politisi Gerindra Fadli Zon (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Fadli berujar, pemerintah mesti menunda penggunaan anggaran yang tak mendesak seperti pembangunan proyek infrastruktur.

"Lakukan pengalihkan belanja proyek-proyek pembangunan fisik yang tidak mendesak dan bisa ditunda," imbuh anggota Komusi I DPR ini.

Baca Juga:

Makin Banyak Korban Corona, Fadli Zon Kritik Pemerintah Tak Tanggap Lakukan Penanggulangan

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu melihat Indonesia bakal terdampak virus corona dan krisis ekonomi selama tiga hingga enam bulan mendatang, dengan atau tanpa kebijakan lockdown.

"Satu hal yang ke depan akan sulit disangkal dalam tiga hingga enam bulan ke depan, kedua krisis yang tengah kita alami saat ini, yaitu krisis COVID-19 dan krisis ekonomi, pada akhirnya akan sampai di titik yang sama, dari mana pun dimulainya," tutur Fadli.

Sementara, Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah memprioritaskan penguatan daya beli masyarakat. Realokasi anggaran negara bisa diarahkan pada program-program penguatan daya beli masyarakat yang terkena dampak wabah virus corona.

"Ini berlaku terutama mereka yang kehilangan pendapatan akibat kebijakan social distancing dan pemberian insentif bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan wabah Corona," kata Puan. (Knu)

Baca Juga:

DPR Dinilai Egois dan Tak Peka karena Ingin Tes Corona dengan Instan


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH