Jokowi Difitnah Anti-Islam, Ayah Angkat Geram Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). (Foto Antara/Yudhi Mahatma)

MerahPutih.com - Ayah angkat Presiden Joko Widodo, H Nurdin Aman Tursina (73), menegaskan fitnah yang ditujukan kepada Joko Widodo adalah tindakan tidak beradab dan menghasut.

"Kalau enggak pilih anak angkat saya (Joko Widodo) enggak apa-apa, tapi jangan difitnah," kata Nurdin Aman Tursina seperti dilansir Antara, Sabtu (9/3).

Menurut Nurdin, pihak yang memfitnah Joko Widodo sebagai anti-Islam adalah tidak mengenal Joko Widodo sesungguhnya. Ia menyatakan, Joko Widodo yang tinggal dan bekerja di Bener Meriah (dahulu Aceh Tengah) pada 1985 hingga 1988 adalah muslim yang taat beribadah.

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan). Presiden menyatakan akan ambil keputusan secepat-cepatnya terkait polemik pencalonan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri (Antara Foto)
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan). Presiden menyatakan akan ambil keputusan secepat-cepatnya terkait polemik pencalonan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri (Antara Foto)

"Joko rajin shalat berjemaah di mushala dekat rumah saya," kata H Nurdin yang menjadi imam dan pengurus di mushala tersebut.

Bahkan, kata Nurdin, Joko Widodo yang saat itu bekerja di pabrik kertas di Aceh Tengah, rela berkorban untuk pembangunan mushala.

Pada 1988, ketika H Nurdin menyampaikan maksudnya kepada Joko Widodo untuk merenovasi mushala itu, Joko Widodo menyatakan agar H Nurdin mengambil material yang dibutuhkan di toko material. "Semua material itu, Jokowi yang membayarnya," katanya pula.

H Nurdin juga berani menjamin ketaatan Joko Widodo dalam beribadah, mengingat pada saat Joko Widodo berada di lingkungan rumahnya di Bener Meriah, dia rajin shalat berjemaah di mushala itu. "Bahkan, Jokowi sering menjadi imam Shalat Maghrib," katanya lagi.

H Nurdin juga bertutur, Joko Widodo muda bersama beberapa temannya tinggal di rumah merah dekat rumahnya, tapi dia sering main dan bersilaturahmi ke rumah H Nurdin.

Setelah menikah dengan Iriana, Joko Widodo masih tinggal di dekat rumah H Nurdin. "Jokowi meninggalkan Aceh pada 1988, karena situasi waktu itu kurang aman. Jokowi sudah memiliki bayi bernama Gibran," katanya lagi.

Joko Widodo waktu itu meninggalkan tiga ekor kambing kepada H Nurdin untuk aqiqah putranya. "Jokowi itu orangnya sangat baik dan tulus. Sulit mencari orang sebaik Jokowi," katanya pula. Karena itu, H Nurdin sangat menyayangkan fitnah yang ditujukan kepada Joko Widodo. "Kalau boleh marah, saya marah kepada pihak yang memfitnah Jokowi," katanya lagi. (*)

Baca Juga: Kunjungi Sumut, Ma'ruf Amin Sesumbar Akan Menang Telak



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH