Jokowi dan Prabowo Harus Jelaskan Alasan Kelompok Radikal Anti Pancasila Bisa Terakomodir Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. (MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Merahputih.com - Indonesia Police Watch (IPW) menilai, ajang debat keempat Capres malam ini menjadi penting di tengah berkembang biaknya kelompok radikal anti ideologi Pancasila, eks teroris, dan para preman jalanan.

Presidium IPW, Neta S Pane menilai baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto harus menjelaskan kenapa kelompok radikal yang anti ideologi Pancasila bisa terakomodir. Bahkan mendapat angin dalam euforia Pilpres 2019.

"Sehingga kelompok radikal itu bebas mengibarkan semangat anti bhineka tunggal Ika," kata Neta dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (30/3).

Neta beranggapan, dalam debat keempat ini, kedua capres harus menyadari bahwa dalam euforia pilpres 2019 sudah berkembang biak dan berkamuflase kelompok radikal anti Pancasila, eks teroris, dan preman jalanan.

Seolah-olah mereka adalah kekuatan capres tertentu. Kelompok ini seolah berperan penting untuk memenangkan capres tersebut. "Padahal manuver kelompok ini merupakan potensi ancaman keamanan, apalagi kelompok ini makin nekat melakukan aksi door to door," terang Neta.

Pemasangan police line dekat rumah terduga teroris
Pemasangan police line dekat rumah terduga teroris (ANTARA FOTO)

Neta berharap kedua capres melihat situasi ini dengan jernih dan jgn terprovokasi ulah kelompok yang hendak mendegradasi bhineka tunggal Ika dan mendegradasi hasil pilpres demi tujuan penghancuran ideologi Pancasila.

Selama ini, baik di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun di era Jokowi, penanganan keamanan yamg dilakukan Polri sudah cukup baik. Indonesia relatif aman, meski di masih ada keluhan publik terhadap sikap perilaku anggota kepolisian dalam menjaga keamanan. Tapi secara umum keamanan Indonesia relatif stabil.

"Dalam debat ini masing capres perlu menjelaskan konsepnya dalam memperbaiki polri secara utuh sehingga revolusi mental benar bisa dilakukan terhadap institusi keamanan itu," pungkas Neta. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH