Jokowi dan Karya Anak Bangsa yang Menembus Merek Louis Vuitton Presiden Jokowi bersama Seniman Eko Nugroho (Facebook Presiden Joko Widodo)

MerahPutih Nasional - Presiden Joko Widodo mengapresiasi kerja keras dan karya seniman muda Indonesia, Eko Nugroho. Presiden bahkan mengundang Eko untuk datang ke Istana Negara dan menunjukan karya seni lukisnya yang dijadikan desain syal sebuah merek fashion ternama asal Prancis, Louis Vuitton.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Presiden melalui postingan di akun Facebooknya, dengan bangga Presiden memperkenalkan Eko Nugroho dan menjadikan Eko sebagai contoh yang baik bagi anak-anak muda Indonesia agar mampu berkarya dengan semangat, inovasi, dan mampu bersaing di pasar global.

"Bangga sekali lihat lukisan Eko Nugroho dijadikan desain syal Louis Vuitton. Harga jualnya bisa mencapai US$ 1000. Potensi semacam ini harus dikembangkan. Indonesia punya banyak talenta di bidang seni dan budaya. Ini bisa jadi keunggulan komparatif indonesia. Yang diperlukan adalah mengoneksikan seniman dengan dunia industri untuk mengakses pasar global. Karya semacam ini selain meningkatkan nilai tambah juga mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional," tulis Presiden bangga.

 

Bangga sekali lihat lukisan Eko Nugroho dijadikan desain syal Louis Vuitton. Harga jualnya bisa mencapai US$ 1000....

Posted by Presiden Joko Widodo on Wednesday, 24 February 2016

Eko Nugroho adalah satu dari sedikit seniman Indonesia yang telah memiliki karier internasional. Eko mulai dikenal publik melalui komik 'Daging Tumbuh' yang terbit sejak awal dekade 2000an dan menjadi bagian dari generasi seniman Indonesia yang berkembang pasca Reformasi.

Karya-karya Eko Nugroho banyak dipengaruhi budaya dan lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, tak jarang komentar akan situasi sosial politik terkini muncul dalam lukisan, karya bordir, mural, drawing, patung maupun instalasinya.

Salah satu lukisannya, 'Republik Tropis' dipilih untuk diproduksi menjadi scarf oleh rumah mode Louis Vuitton pada tahun 2013. Pada tahun yang sama, Eko Nugroho juga berpartisipasi dalam 55th International Art Exhibition of the Venice Biennale, Italia.

Sebelumnya, Eko Nugroho juga menampilkan mural di Lyon Biennal, Prancis (2009). Eko Nugroho telah berpameran tunggal di Singapura Tyler Print Institute (2013), Musée d’Art Moderne de la Ville de Paris, Prancis (2012), Art Gallery of South Australia (2011) dan Artoteek, The Hague, Belanda (2005).

 

BACA JUGA:

  1. Seniman Eko Nugroho Sukses Gelar Pameran Tunggal 'Landscape Anomaly'
  2. Perpaduan Karya Seni Kontemporer dan Fashion
  3. Cita Rasa Berkesenian Eko Nugroho dalam Pameran Tunggalnya
  4. Eko Nugroho, Seniman Kontemporer Indonesia

Tags Artikel Ini

Ana Amalia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH