Jokowi Buka Pintu Lebar-Lebar Investor Asing Garap Ibu Kota Baru Presiden Jokowi saat berdialog dengan para kepala suku dan tokoh masyarakat di Kalimantan Timur (Foto: Twitter @jokowi)

MerahPutih.com - Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka lebar-lebar pintu bagi investor asing untuk masuk dalam proses pembangunan Ibu Kota RI baru di Kalimantan Timur.

"Kami akan membuat klaster-klaster dan ditawarkan ke investor. Mereka akan memperhitungkan dari sisi kemapanan investasi itu apakah menarik, apakah memenuhi IRR (Internal Rate of Return) yang mereka harapkan. Kami terbuka," kata Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, dalam jumpa pers usai rapat terbatas yang dipimpin Jokowi, di kantor presiden Jakarta, Rabu (26/2).

Baca Juga:

Ini Tiga Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru

Suharso menambahkan peluang ini terbuka bagi investor dari seluruh dunia, tanpa ada keistimewaan untuk satu negara tertentu. Bahkan, dia menegaskan Indonesia berharap agar bangsa-bangsa di dunia dapat meninggalkan 'jejak' di ibu kota baru nanti.

maket
Maket desain Ibu Kota RI baru di Kalimantan Timur (Foto: Twitter @KemenPU)

"Misalnya di negara A investasi di bidang transportasi publik bersaing dengan negara lain, ada yang menyediakan air bersih, listrik yang hemat dan ramah lingkungan, kita buka seluas-luasnya," tutur Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional itu.

Namun, Suharso mengingatkan investor asing harus tetap mengikuti rencana induk pemerintah berdasarkan klaster-klaster yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dia menambahkan investor yang berminat berinvestasi di ibu kota baru, cukup berhubungan dengan Badan Otorita Ibu Kota yang akan dibentuk.

"Badan Otorita diberikan kewenangan seluas-luasnya kecuali 6 kewenangan pemerintah pusat jadi cukup berhubungan dengan Badan Otorita saja," imbuh politikus PPP itu.

Baca Juga:

Gapensi Minta Presiden Jokowi Prioritaskan Kontraktor Lokal Bangun Ibu Kota Baru

Pemerintah menargetkan pembangunan ibu kota dapat dimulai pada 2021 sebagaimana dilansir Antara. Bila semua berjalan baik, pemerintahan ibu kota baru di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur itu sudah bisa mulai beroperasi pada semester pertama 2024

Rencananya RUU Ibu Kota Negara juga akan diajukan ke DPR pada Maret, seusai masa reses DPR. Sedangkan, rencana induk akan didetailkan pada semester 1 2020 sehingga pada akhir 2020 sudah ada ground breaking. (*)

Baca Juga:

Pemindahan Ibu Kota Baru Jangan Pinggirkan Warga Setempat


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH