Jokowi Bilang Sopir Angkot dan Ojek Sumut Paling Parah Terdampak COVID-19 Ilustrasi angkot (MP/Budi Lentera)

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo memperkirakan pekerja harian khususnya sopir angkot dan tukang ojek akan terdampak wabah COVID-19 namun yang paling parah diprediksi menimpa mereka yang berada di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Pemerintah telah menyusun skenario yang memperkirakan dampak COVID-19 terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Baca Juga:

Partai Demokrat Siapkan Program Prioritas untuk Kesejahteraan Rakyat

“Untuk sopir angkot dan ojek yang paling berat di Sumatera Utara utama turunnya sampai 44 persen,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka pada Selasa (24/3).

Hal itu diucapkan Jokowi dalam Rapat Terbatas (melalui Video Conference) dengan Topik Pengarahan Presiden kepada Para Gubernur Menghadapi Pandemik COVID-19. Untuk itu, ia meminta Pemerintah Daerah mengkalkulasikan angka-angka penurunan itu dengan baik.

Ilustrasi Angkot. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Kemudian, Pemda diharapkan bersiap dengan pendistribusian bantuan sosial untuk menjaga daya beli mereka.

“Persiapkan bansos provinsi atau kabupaten lewat realokasi dan refocusing (anggaran),” kata Presiden.

Baca Juga

Surat Terbuka Fadli Zon untuk Jokowi: Menunda Lockdown, Memperbanyak Korban

Presiden meminta agar jajarannya bekerja dengan detail di lapangan.

“Kalau bekerja detail di lapangan juga kita ikuti, masyarakat bergerak, provinsi-provinsi juga telah bekerja dengan baik, baik penyemprotan disinfektan, menyosialisasikan jarak aman, dan skenario paling ringan yang muncul,” katanya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bagaimana WNI di Singapura Sampai Bisa Terjangkit Virus Corona?
Indonesia
Bagaimana WNI di Singapura Sampai Bisa Terjangkit Virus Corona?

WNI yang terjangkit virus corona di Singapura tidak pernah bepergian ke Tiongkok.

Peran Tiga Tersangka Baru Kasus Kebakaran Kejagung
Indonesia
Peran Tiga Tersangka Baru Kasus Kebakaran Kejagung

Polisi membeberkan peran tiga tersangka baru dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Mahfud MD Harusnya Perkuat Koordinasi Bukan Aktifkan Tim "Gagal" yang Sudah Almarhum
Indonesia
Mahfud MD Harusnya Perkuat Koordinasi Bukan Aktifkan Tim "Gagal" yang Sudah Almarhum

Nawawi pun mengingatkan Mahfud untuk fokus pada memperkuat sinergitas antar lembaga.

KPK Diminta Turun Tangan Awasi Penggunaan Anggaran Virus Corona
Indonesia
KPK Diminta Turun Tangan Awasi Penggunaan Anggaran Virus Corona

Besarnya alokasi dana bencana, menjadi godaan tersendiri bagi mereka yang tidak bermoral

ICW Ingatkan Kejagung Tak Lindungi Eks Jampidsus Adi Toegarisman
Indonesia
ICW Ingatkan Kejagung Tak Lindungi Eks Jampidsus Adi Toegarisman

Kejagung tidak berhak menilai kesaksian Ulum mengenai aliran dana tersebut

Pengadaan Toa Peringatan Banjir, Anies Akui Kemakan Promosi Perusahaan Jepang
Indonesia
Pengadaan Toa Peringatan Banjir, Anies Akui Kemakan Promosi Perusahaan Jepang

Saat musim banjir awal tahun 2020 ini, Pemprov DKI menggelontorkan Rp4 miliar untuk pengadaan toa tersebut.

Simak Nih! Syarat dan Tata Cara Pemberian Penghargaan Bagi Penyandang Disabilitas
Indonesia
Simak Nih! Syarat dan Tata Cara Pemberian Penghargaan Bagi Penyandang Disabilitas

Lembaga negara harus memenuhi syarat mempekerjakan paling sedikit 2% (dua persen) Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja

Warga yang Berasal dari Episentrum Corona Diminta Sadar Diri untuk Isolasi
Indonesia
Warga yang Berasal dari Episentrum Corona Diminta Sadar Diri untuk Isolasi

Pemerintah terus melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Jumlah Kasus Positif Corona di Jakarta 210 Pasien, 19 Orang Meninggal
Indonesia
Jumlah Kasus Positif Corona di Jakarta 210 Pasien, 19 Orang Meninggal

Kasus positif COVID-19 di DKI terbanyak berada di Kelurahan Senayan, Jakarta Selatan

Nasdem DKI: Jakarta tak Dilirik Investor Jika Kerap Banjir
Indonesia
Nasdem DKI: Jakarta tak Dilirik Investor Jika Kerap Banjir

Jika persoalan banjir ini teratasi diyakini para pengusaha mau berinvestasi ke DKI.