Jokowi Berikan Banpres Produktif bagi 220 Pelaku Usaha di Aceh Presiden Joko Widodo memberikan Banpres Produktif Usaha Mikro kepada para pelaku usaha mikro dan kecil di Provinsi Aceh, Selasa (25/8). Foto: Biro Setpres

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo memberikan Banpres Produktif Usaha Mikro kepada para pelaku usaha mikro dan kecil di Provinsi Aceh. Acara penyerahan dilangsungkan di Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh, Selasa (25/8)

Dalam sambutannya, Jokowi memahami kondisi para pelaku usaha yang tengah mengalami masa yang tidak mudah akibat pandemi COVID-19. Kondisi penurunan omzet tersebut dialami oleh semua pelaku usaha baik usaha mikro, kecil, menengah hingga besar.

Baca Juga

Jokowi Lakukan Kunjungan Kerja Sehari ke Provinsi Aceh

"Semuanya memang masih berada pada kondisi sulit karena pandemi COVID-19, karena virus korona. Kita mungkin insyaallah nanti akan kembali pada posisi normal setelah penduduk semuanya divaksinasi. Kita memproduksi vaksin kira-kira bulan Desember-Januari sehingga nanti mulai divaksinnya ya bulan itu, bulan Januari," ujarnya

Kondisi tersebut mendasari pemerintah untuk memberikan bantuan berupa Banpres Produktif yang secara resmi programnya diluncurkan Presiden di Istana Negara, kemarin. Bantuan tersebut berupa hibah dengan besaran Rp2,4 juta yang ditujukan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil.

Presiden Joko Widodo memberikan Banpres Produktif Usaha Mikro kepada para pelaku usaha mikro dan kecil di Provinsi Aceh, Selasa (25/8). Foto: Biro Setpres

;"Hari ini diberikan di lingkungan kita sebanyak 200 lebih pelaku usaha mikro dan kecil. Tapi nanti sampai akhir September akan diberikan kepada 12 juta pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Tanah Air. Kemarin baru kita mulai 1 juta, setiap hari tambah, nanti insyaallah akhir September sudah 12 juta (penerima)," jelasnya.

Dengan pemberian Banpres Produktif, Presiden berharap para pelaku usaha mikro dan kecil bisa memanfaatkannya untuk menambah modal. Ia pun berharap omzet para pelaku usaha tersebut bisa naik, meskipun belum bisa kembali pada posisi seperti sebelum pandemi.

"Saya kira posisi ini yang harus kita ketahui sampai nanti betul-betul pada posisi normal kembali. Saya kira kalau saya lihat tadi di jalan di sini kondisinya juga jauh lebih baik dibandingkan di provinsi yang lain, apalagi di Jawa. Di Jawa kan pandeminya lebih banyak dibanding di Aceh," paparnya.

"Saya sampaikan ke Pak Gub agar pengendalian ini betul-betul terus ditekan agar COVID-19 bisa hilang dan tidak ada lagi di Provinsi Aceh dan di seluruh Tanah Air kita Indonesia," imbuhnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden tak lupa mengingatkan para pelaku usaha yang hadir langsung maupun yang mengikuti acara secara virtual untuk senantiasa menaati protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari agar terhindar dari penularan COVID-19.

Baca Juga

Viral Foto Menteri dan Pejabat Tak Bermasker, Presiden Harus Panggil Airlangga Hartarto

"Jangan lupa kepada bapak ibu semuanya, kepada keluarga, kepada tetangga-tetangga kita untuk ke mana pun masker digunakan, jaga jarak, jangan masuk ke kerumunan yang terlalu banyak dan berhimpitan, kalau habis berkegiatan segera cuci tangan. Itu cara kita agar terhindar dari COVID-19," tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ratusan Pegawai Minta Penundaan Pelantikan, Pimpinan KPK Ogah Janji Mengabulkan
Indonesia
Ratusan Pegawai Minta Penundaan Pelantikan, Pimpinan KPK Ogah Janji Mengabulkan

Ada dua alasan yang menyebabkan mereka meminta penundaan pelantikan sebagai ASN tersebut. Alasan pertama adalah adanya dugaan ketidaksesuaian terhadap norma dan aturan hukum.

Ratusan Orang Terpapar COVID-19 Hasil Penyekatan Suramadu Dirawat di RSLI Indrapura
Indonesia
Ratusan Orang Terpapar COVID-19 Hasil Penyekatan Suramadu Dirawat di RSLI Indrapura

Penanggung Jawab RSLI Surabaya Laksma TNI Dewa Gede Nalendra mengatakan, dengan kondisi pasien sudah lebih dari 300 orang maka dilakukan upaya antisipatif.

Biden Prediksi Jakarta Tenggelam, Anies Diminta Bereaksi
Indonesia
Biden Prediksi Jakarta Tenggelam, Anies Diminta Bereaksi

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden memprediksi Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun lagi. Anggota DPRD DKI, Riano Ahmad meminta kepada Gubernur DKI, Anies Baswedan untuk melakukan action menghadapi perubahan iklim.

Ada Demo Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini Pengalihan Rute TransJakarta
Indonesia
Ada Demo Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini Pengalihan Rute TransJakarta

Halte yang tidak melayani yaitu Halte Bundaran HI, Sarinah, Halte Bank Indonesia dan Halte Monas.

Polisi Tetapkan 87 Tersangka Ricuh Demo UU Cipta Kerja, Tujuh Orang Tidur di Tahanan
Indonesia
Polisi Tetapkan 87 Tersangka Ricuh Demo UU Cipta Kerja, Tujuh Orang Tidur di Tahanan

Pada malam kerusuhan itu, polisi mengamankan 1.192 orang

Terawan Mundur dari Bursa Calon Dubes, DPR Minta Pemerintah Siapkan Pengganti
Indonesia
Terawan Mundur dari Bursa Calon Dubes, DPR Minta Pemerintah Siapkan Pengganti

Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mundur dari pencalonannya sebagai Dubes Indonesia untuk Spanyol.

Polisi Klaim KSP Bakal Fasilitasi Pertemuan Buruh dan Istana Soal UU Omnibus Law
Indonesia
Polisi Klaim KSP Bakal Fasilitasi Pertemuan Buruh dan Istana Soal UU Omnibus Law

Jika hanya sekedar menampung aspirasi hal itu sudah sering terjadi sejak Januari 2020

Ibas: Alhamdulillah, Keadilan Masih Ada di Negeri Kita
Indonesia
Ibas: Alhamdulillah, Keadilan Masih Ada di Negeri Kita

Ibas merasa bersyukur karena kebenaran dan keadilan masih ada di tanah air.

Rumah Sakit Penuh, Politisi Sarankan Pemprov Batasi Pasien Dari Luar Daerah
Indonesia
Rumah Sakit Penuh, Politisi Sarankan Pemprov Batasi Pasien Dari Luar Daerah

Jika pasien dari daerah penyangga ibu kota mengisi ruang perawatan COVID-19 mencapai 30 persen.

PPKM Darurat Pengaruhi Penjualan Hewan Kurban
Indonesia
PPKM Darurat Pengaruhi Penjualan Hewan Kurban

"Kondisi saat ini, kami hanya mampu menjual separuhnya saja," kata peternak hewan kurban.